ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ditha Lisda berusaha memberikan arahan kepada para pemain Sembilan

“Pastinya gereget ya. Apalagi tahun 2018 dan 2019 itu saya juga sempat main di DBL,” kata Ditha Lisda Fadhilah, asisten pelatih tim putri SMAN 9 Bandung di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.

Ya, Ditha pernah merasakan atmosfer DBL West Java bersama SMAN 9 Bandung pada dua edisi (2018 dan 2019). Menariknya, pada musim pertamanya (2018), Ditha masuk dalam skuad bersejarah SMAN 9 Bandung yang berhasil menjadi juara DBL West Java!

“Tahun 2019 itu sampai juara di West Java. Setahun berselang cuman sampai Big Four. Sebagai salah satu alumnus SMAN 9 pastinya ingin ya lihat tim basket yang cewek ini bisa melangkah jauh lagi,” ungkapnya.

Atas dasar itu pula yang membuat Ditha memilih untuk melanjutkan basket setelah menamatkan SMA. “Karena sejak awal saya memang suka basket. Dan dari lulus SMA juga ingin membagikan pengalaman dan ilmu saya ke anak-anak sambil saya belajar juga,” ujarnya.

Nama Ditha terdaftar sebagai asisten pelatih SMAN 9 Bandung di ajang DBL West Java-East sejak 2024. Bahkan, Ditha sempat mengikuti penataran untuk mengambil lisensi kepelatihan basket.

Baca juga: Satu Keluarga Menemani Langkah Evan Azka di DBL West Java-East

“Untuk urusan melatih ini saya memang serius. Sudah ambil lisensi juga dan dari awal karier saya bantu-bantu ngelatih itu ya di Sembilan ini. Karena ini almamater saya dan saya masih punya mimpi buat bawa almamater ini berjaya lagi kayak dulu,” ceritanya.

Ditha sadar mimpi tersebut tidak dibangun dalam satu malam. Keseriusannya dalam melatih juga perlu komitmen dan perjuangan. Maka dari itu, ia berusaha membantu dan membagikan pengalaman terbaiknya untuk para pemain Sembilan.

“Pastinya ada tantangan ya melatih anak-anak era sekarang sama waktu saya dulu. Saya sendiri juga masih perlu belajar karena masih banyak yang perlu dibenahi juga,” terangnya.

Langkah putri Sembilan di DBL West Java-East terhenti di babak delapan besar. Tim putri SMAN 1 Baleendah berhasil mengalahkan Sembilan dengan skor tipis 17-15. Padahal, Sembilan empat unggul dua angka di awal kuarter kedua. Sayang, keunggulan tersebut gagal dijaga. Sepanjang laga, Ditha juga banyak membantu mengarahkan para pemain Sembilan. Beberapa kali ia berdiri dan berteriak untuk memberi saran dan sudut pandang lain dari pinggir lapangan.

“Suara saya sampai habis hahahaha. Ada banget geregetnya soalnya,” terangnya.

Baca juga: Chelsea Aurelia Adellyne dan Mimpi Terakhir Bersama Skuad SMAK

Ditha juga menambahkan, “Kayak saya ngerasa ada beberapa momen anak-anak bisa dan dapat momentum. Tapi nggak masalah, kita coba dan persiapkan jauh lebih matang tahun depan,”  

Saat ditanya perihal kemungkinan besar akan naik kelas menjadi kepala pelatih Sembilan, Ditha tak bisa memberi jawaban. “Jalan saya masih panjang ya. Satu yang pasti saya akan tetap berada di Sembilan untuk menjadi pelatih. Karena mau bagaimana saya juga berasal dari Sembilan dan saya masih ingin bawa tim Sembilan ini juara lagi,” tandasnya.

Ada kedekatan emosional yang membuat Ditha tak bisa berpaling dari Sembilan. Kenangan masa SMA-nya diukir bersama dengan kejayaan Sembilan di DBL West Java. Comeback stronger, Sembilan!

Profil Ditha Lisda Fadhilah bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS