Hasil pertandingan melawan Nation Star Academy Surabaya (NSA) pada Selasa, 22 September 2026, memang jauh dari harapan anak-anak tim putra SMAN 16 Surabaya (Sixteen).
Memasuki laga ini, mereka sungguh berambisi untuk keluar sebagai pemenang dan lanjut ke babak Playoffs. Meski berhadapan dengan lawan yang terbilang lebih kuat dan dominan, semangat Sixteen tetap membara untuk memberikan hasil terbaik.
Itu akhirnya terbukti pada dua kuarter pertama. Sixteen dan NSA menjalani pertandingan dengan skor yang ketat. Bahkan, dengan sisa waktu 6 menit 33 detik pada kuarter kedua, kedudukan NSA hanya berjarak empat poin saja (14-10).
Sayang, setelah itu Sixteen masih belum bisa mengimbangi permainan NSA hingga pertandingan berakhir. NSA akhirnya berhasil mencuri kemenangan dengan skor akhir 32-17.
Meski pertandingan berakhir dengan kekalahan, anak-anak Sixteen tetap pulang dengan sesuatu yang sangat berharga. Di bangku tribun, para orangtua mereka tetap tersenyum dan bangga terhadap perjuangan mereka.
Baca juga: Jordan Saragih Redam Gugup dengan Mengamati Permainan Rekan Setim
Bahkan, setelah seluruh pertandingan tim putra dan putri berakhir, para orangtua ikut turun ke tribun untuk memberikan buket berisi jajanan serta foto masing-masing pemain dan ofisial kepada mereka.
“Menang atau kalah kita tetap mendukung. Mereka kan sudah melakukan yang terbaik, jadi pasti harus kita dukung dan apresiasi,” ujar Christiwulan Djanuarsih, ibu salah satu penggawa Sixteen, Farrel Zacky Chiko Xavier.
Buket itu memang terkesan sederhana. Namun, para orangtua Sixteen berharap bahwa hal tersebut dapat memberikan sebuah kenangan tersendiri untuk anak-anak mereka.
“Apalagi untuk yang kelas XII. Kebetulan anak saya kelas XII, jadi ini last dance-nya dia dan teman-teman angkatannya,” tambah Bu Christi.
Pemberian buket apresiasi ini baru dilakukan oleh para orangtua Sixteen pada tahun ini. Persiapannya pun cukup singkat. Mereka hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu untuk merancang buket tersebut.
Baca juga: Sixteenagers Rangkai Kisah Perjuangan untuk Tegaskan Marwah Sixteen
Sejak berlaga di Round 1, Bu Christi dan teman-teman telah setia menonton seluruh pertandingan Sixteen. Mereka pun selalu datang dengan kostum yang bervariasi di setiap laga.
Momen para orangtua pemain SMAN 16 Surabaya saat menonton di DBL Arena (Foto: dokumentasi pribadi Christiwulan Djanuarsih)
Di laga Sixteen melawan NSA, para orangtua Sixteen kompak mengenakan bando dengan dekorasi mata elang. “Kita gak mau kehilangan momen karena DBL ini kan setahun sekali,” sebut Bu Christi.
Dengan semua hal tersebut, mereka ingin anak-anak merasa lebih percaya diri ketika beraksi di lapangan. Sebab, seluruh pemain Sixteen telah melalui perjalanan panjang untuk tiba di panggung ini.
“Mereka tuh macam-macam persiapannya, sampai ada outing, training camp, latihan pagi dan sore, semuanya dipoles dari nol,” tegas Bu Christi.
Lebih lanjut, Bu Christi juga bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh Sixteen kepada anaknya untuk bermain di DBL. Sebab, melantai di DBL Arena merupakan suatu kebanggaan bagi seluruh student-athlete yang berpartisipasi.
Baca juga: Dari Voli ke Basket, Sasha Teruskan Jejak Sang Ayah
Bukan hanya itu, pengalaman bertanding di DBL juga memberikan pelajaran hidup yang berguna untuk masa depan anak-anak Sixteen.
“Kalah menang sudah biasa. Yang penting dibiasakan untuk usaha. Mereka harus latihan tepat waktu dan bangun jam sekian. Karakternya terbentuk di sini. Ini jadi jembatan bagi mereka untuk ke dunia yang sebenarnya,” tutup Bu Christi.
Dengan demikian, bagi Bu Christi dan seluruh orangtua Sixteen, bermain di DBL adalah tentang kerja keras dan komitmen untuk terus berkembang.
Perasaan sedih memang tidak terelakkan ketika mereka tidak dapat membawa pulang kemenangan. Namun, apapun yang terjadi, anak-anak Sixteen tidak akan pernah berjuang sendirian.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Baca juga: Butuh Waktu untuk Nyaman, Siggi Temukan Cara Lepas di Lapangan