Home of the Dreamers menjadi tema besar Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027. Panggung DBL bukan hanya sekadar kompetisi basket antarpelajar tingkat SMA saja. Melainkan juga menjadi rumah bagi banyak mimpi para partisipannya. Tempat paling nyaman dan aman untuk mengejar mimpi mereka lewat basket, dance, atau bahkan menjadi suporter.
Salah satu yang berhasil mewujudkan mimpi tersebut adalah Mysha Ariana Munawar, pemain Global Prestasi School Bandung di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East.
Arian -sapaan karibnya- sudah mengenal basket sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat masuk SMP, ia semakin serius untuk menekuni basket. Bahkan, doi sempat membuat daftar mimpi dan keinginannya di basket ketika ia masuk ke tingkat SMA. Salah satu daftar mimpi tersebut adalah ia ingin bermain di panggung DBL.
Foto: Dokumentasi pribadi Mysha Ariana Munawar
“Jujur, awalnya aku main basket itu buat senang-senang. Sampai aku SMP dan tahu DBL itu fokus aku bukan cuman main buat senang-senang aja. Aku langsung bertekad buat ngepush diri aku biar nanti waktu SMA, aku bisa ngerasain main di DBL,” ungkapnya.
Bagi Arian yang sudah tiga tahun membela GPS di DBL West Java-East, pertandingan di DBL bukan sekadar memperjuangkan menang dan membawa sekolah meraih kejayaan saja.
“DBL itu sudah melekat banget ke anak-anak SMA. Di bayanganku waktu SMP itu bisa main basket di DBL itu another level. Apalagi kalau bisa main bagus dan dapat kesempatan buat berangkat DBL Camp,” ceritanya.
Arian juga menambahkan, “Menurutku DBL itu event anak SMA banget. Walaupun si anak SMA ini nggak main basket, dia tetap excited buat nonton DBL,”
Tahun ini menjadi tahun ketiga sekaligus terakhir Arian bermain di panggung DBL. Ada sudut pandang berbeda yang dirasakan Arian selama tiga kali main di DBL.
“Tahun terakhir itu rasanya mixed feelings banget. Ada sedih ada senangnya. Senang karena masih dikasih kepercayaan buat main selama tiga tahun. Sedihnya karena tahun depan sudah nggak bisa merasakan lagi,” terangnya.
“Buat aku, aku mau menikmati tahun terakhir aku main di DBL. Mengenang masa-masa waktu latihan terus mempersiapkan diri yang bener-bener harus all out. Dari itu semua, aku yakin nggak akan bisa terulang lagi waktu nanti kita lulus SMA,” imbuhnya.
Yup, perjuangan Arian untuk bisa konsisten menjaga namanya tetap masuk di daftar skuad GPS Bandung tidak mudah.
“Aku sempat ada di titik down banget. Aku tuh nangis hampir beberapa kali beres latihan. Aku susah banget buat adaptasinya waktu SMA itu. Alhamdulillah dari perjalanan itu, aku bisa ada di titik sekarang,” ucapnya.
Tim putri GPS Bandung berhasil menggenggam tiket Final Party DBL West Java 2026. Putri GPS Bandung sukses mengalahkan SMAN 1 Bogor di babak Championship DBL West Java dengan skor akhir 62-37. Ini menjadi final kedua Arian di panggung DBL West Java.
Kesempatan terakhirnya untuk menutup masa SMA dengan cerita manis, membawa GPS Bandung jadi juara di DBL West Java.
“Mimpi aku tahun terakhir itu bisa bawa sekolah juara sih. Kan sudah terwujud satu main di DBL, nah akan lebih lengkap lagi kalau juara,” tandasnya.
Partai final DBL West Java berlangsung Minggu, 27 September 2026 di Bandung Arena. One last push, Arian!
Profil Mysha Ariana Munawar bisa kalian cek di bawah ini.