Tim putri SMA BPK Penabur Cirebon berhasil melangkah ke babak final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java. Kepastian ini didapat setelah tim putri Penabur Cirebon mengalahkan SMAN 5 Bogor di babak championship dengan skor akhir 55-27.
Kemenangan ini membuat Penabur Cirebon semakin dekat dengan misi mereka mempertahankan gelar juara. Menariknya, pada babak championship, putri Penabur Cirebon tidak diperkuat salah satu pemain kunci mereka, Inez Angelina Welly. Inez terpantau duduk di bangku penonton. Cedera ankle yang ia dapat di partai final membuatnya harus absen melantai.
Kehilangan salah satu mesin poin tak membuat kapal Penabur Cirebon goyah. Sebaran poin anak-anak Penabur Cirebon justru lebih merata. Seluruh pemain Penabur Cirebon berhasil mencatatkan namanya di lembar statistik bagian poin.
Maria Audrey menjadi satu-satunya pemain yang mencetak dua digit angka. Ruki Penabur Cirebon itu mencatatkan 16 poin dan 2 steal selama 21 menit bermain di Bandung Arena. Audrey -sapaan karibnya- memasukkan 4 dari 4 kesempatan tembakan dua angka. Ternyata, bermain di DBL sudah menjadi mimpinya sejak SMP. Bukan, bukan karena Audrey pernah melihat final DBL West Java tahun lalu. Justru karena saat itu ia terdaftar sebagai salah satu partisipan Junior DBL Yogyakarta.
“Tahun lalu aku main di Junior DBL Yogyakarta. Waktu itu kayak kagum aja sama suasananya,” ungkap Audrey.
Nah, sejak saat itu Audrey mulai bertekad untuk bisa merasakan main di panggung DBL. “Walaupun aku main di Junior DBL, tapi aku sudah kebayang kalau main di DBL itu bakal lebih seru dan ramai gitu vibes-nya,” ujarnya.
Saat itu, langkah Audrey di Junior DBL terhenti di babak awal. Setahun berselang, salah satu mimpinya bisa terwujud. Audrey tak butuh waktu lama untuk bisa merasakan DBL. Pada tahun pertamanya menjadi anak SMA, Audrey langsung terdaftar sebagai pemain Penabur Cirebon.
“Pastinya senang ya bisa ngerasain main di DBL pas tahun pertama. Ada deg-degannya juga kan soalnya baru pertama,” ceritanya.
Audrey bahkan masih belum menyangka, perjalanannya di tahun pertama langsung berbuah hasil manis.
“Jadi seperti ini to rasanya main di finla dan jadi juara di DBL. Tapi, aku belum puas sih karena kan masih ada satu final lagi,” terangnya.
Kepada DBL Play, Audrey menitipkan satu mimpinya lagi. Mimpi untuk bisa terus berseragam Penabur Cirebon pada dua musim mendatang.
“Aku sih mau main di DBL sampai kelas tiga nanti ya. Nggak mau cuman satu tahun aja. Semoga aku bisa jaga performa aku biar kepilih dan biar bisa juara tiga tahun berturut-turut,” tandasnya.
Dari Yogyakarta, mimpi Audrey main di DBL terwujud di musim pertama DBL West Java. Ketemu lagi di final, Audrey! Di partai final DBL West Java, putri Penabur Cirebon akan berhadapan dengan Global Prestasi Schhol Bandung. Laga final berlangsung MInggu, 27 September 2026 di Bandung Arena.
Profil Maria Audrey bisa kalian cek di bawah ini.