ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Musim pertama Azzam Fairuz Irfansyah di basket SMA membawa pengalaman baru. Bukan hanya karena ia harus beradaptasi dengan permainan di level yang berbeda, tetapi juga karena untuk pertama kalinya ia merasakan langsung besarnya atmosfer kompetisi SMA.

Jumat, 25 September 2026, perjalanan itu berlanjut ketika Azzam bersama SMAN 2 Surabaya (Smada) menghadapi SMAN 2 Sidoarjo (Smanda) pada pertandingan keempat Playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North. Smada mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 64–34.

Azzam bermain selama 13 menit 58 detik dan mencatatkan 4 poin serta 3 rebound. Dari pertandingan tersebut, ia masih menemukan hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga ketelitian ketika bermain.

"Harus lebih teliti lagi sih, dari offense sama defense. Tadi di akhir juga kurang teliti, ada layup yang gampang tapi nggak masuk,” ujar Azzam.

Baca juga: 

Pertandingan itu menjadi bagian dari musim pertamanya bersama Smada. Namun, perjalanan Azzam di kompetisi SMA tidak langsung berjalan mulus. Ketika pertama kali mendapat kesempatan bermain, atmosfer Round 2 dan ramainya penonton justru membuatnya kesulitan menemukan permainan.

"Waktu pertama kali main itu pressure banget. Dari coach, senior, terus penontonnya juga banyak. Jadi nggak bisa main, udah kayak mati aja di situ. Waktu itu juga belum berani main bola," tuturnya.

Basket sendiri bukan olahraga yang baru dikenalnya. Azzam mulai bermain basket sejak kelas VIII SMP setelah diajak teman mengikuti kegiatan basket di sekolah. Dari sekadar mencoba, ia kemudian rutin berlatih hingga mengikuti Junior DBL ketika duduk di kelas IX.

Namun, memasuki Smada membuatnya harus mengubah cara bermain. Ia mulai memahami bahwa permainan di level SMA tidak bisa dijalani dengan pola yang sama seperti ketika masih junior. Bukan lagi soal seberapa banyak poin yang bisa ia cetak, tetapi bagaimana ia membaca situasi dan membuat bola tetap bergerak di dalam tim.

"Kalau di junior aku sering ngejar poin dan sering dapat poin banyak. Tapi di SMA ini tahu kalau bolanya harus ngalir. Kalau di SMA kan nggak bisa sendiri, harus sama-sama. Jadi sekarang lebih belajar passing, cari teman yang kosong, sama lebih lihat permainan,” katanya.

Baca juga: 

Pelajaran itu datang dari latihan yang lebih intens dan pengalaman bermain bersama para senior. Azzam juga mulai memperhatikan kemampuan pemain yang lebih dulu berada di Smada, termasuk cara mereka mengambil keputusan dan menjalankan peran. Kemampuan para senior dalam melakukan tembakan tiga angka, seperti Abyakta Utthearahmadi dan Abrisam Omar Ahzam, menjadi salah satu hal yang membuatnya melihat perbedaan level tersebut secara langsung.

Proses adaptasi itu juga tidak berjalan sendiri. Salah satu senior, Abyakta, ikut membantu Azzam membangun kepercayaan dirinya setelah pertandingan pertamanya. Perlahan, ia mulai menemukan cara untuk mengurangi tekanan yang sebelumnya membuatnya tidak berani bermain.

"Sekarang sudah lebih pede sih. Pressure-nya sudah nggak ada. Sebelum game biasanya have fun dulu, bercanda, ketawa-ketawa. Jadi kalau ada pressure sedikit aku ketawa, dibawa santai saja," ucapnya.

Cara Azzam menghadapi tekanan di lapangan ternyata punya akar yang lebih panjang. Jauh sebelum mengenal basket, ia sudah lebih dulu menjalani olahraga kompetitif melalui baseball.

Baca juga: 

Baseball dikenalkan oleh papanya sejak kelas IV SD. Saat itu, Azzam diajak berlatih melalui teman-teman papanya yang berkecimpung di baseball. Ia bahkan sempat mengikuti seleksi Jawa Timur, meski belum berhasil lolos.

"Dari kelas IV SD dikenalin sama papa. Papa punya banyak teman baseball, akhirnya diajak latihan. Kelas IV sudah pernah ikut seleksi Jatim, tapi nggak lolos. Setelah itu sempat vakum karena sedih, terus kelas V mulai ikut lagi," jelasnya.

Setelah kembali bermain di kelas V, Azzam mulai mengikuti berbagai kompetisi baseball. Salah satu pengalaman pertamanya datang ketika ia bertanding di Bandung dan berhasil membawa timnya meraih gelar juara.

Memasuki jenjang SMP, Azzam terus menjalani baseball dan mulai mendapat lebih banyak pengalaman dari berbagai kompetisi. Salah satu yang paling berkesan datang ketika ia duduk di kelas IX.

Baca juga: 

Saat itu, Azzam mengikuti ajang Asia Koshien di Jakarta bersama timnya. Dalam rangkaian pertandingan tersebut, tim Azzam berhasil mengalahkan Singapura dan Malaysia, meski kemudian harus mengakui keunggulan Indonesia.

Di salah satu pertandingan, Azzam terpilih sebagai MVP. Penampilannya dalam ajang tersebut kemudian membawanya mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari Asia Koshien All Star yang berangkat ke Jepang.

"Pas Asia Koshien itu saya sempat dapat MVP juga. Terus dari situ dipilih jadi All Star ke Jepang. Awalnya nggak nyangka karena saya kira yang dipilih senior. Ternyata saya yang kepilih," ungkapnya.

Kesempatan itu membawanya terbang ke Jepang pada 4 hingga 8 Agustus 2026. Bersama para atlet muda pilihan Asia Koshien lainnya, Azzam mengikuti rangkaian program All Star yang diisi dengan latihan bersama dan baseball clinic.

Baca juga: 

Di sana, ia melihat langsung cara pemain Jepang menjalani latihan, mulai dari teknik rolling, throwing, defense, hingga hitting. Ia juga menemukan pengalaman yang membuatnya semakin memahami level baseball di sana. Salah satu pemain Jepang yang ditemuinya mampu melempar bola dengan kecepatan sekitar 150 kilometer per jam.

"Di Jepang nggak minder sih, lebih ke have fun sambil belajar. Belajar cara mereka melakukan roll, cara melempar, sampai cara latihannya. Ada anak Jepang yang lemparannya 150 kilometer per jam, tapi alhamdulillah saya masih bisa kontak dan memukul," katanya.

Bukan hanya kemampuan teknis yang dibawa pulang Azzam. Ia juga memperhatikan kedisiplinan dalam latihan. Sesi latihan berlangsung sejak pagi, dilanjutkan setelah makan dan istirahat, kemudian kembali berlatih hingga sore bahkan malam.

Pengalaman itu membuat Azzam melihat kompetisi dengan cara yang lebih luas. Jika pertandingan pertamanya bersama Smada sempat membuatnya kehilangan keberanian, pengalaman di Jepang justru ia hadapi dengan prinsip yang sama seperti ketika mulai belajar mengatasi tekanan di basket, menikmati proses sambil terus belajar.

Baca juga: 

Kini, basket dan baseball masih berjalan dalam perjalanan Azzam. Di basket, ia ingin membawa Smada meraih gelar juara DBL musim ini. Sementara di baseball, ia masih menyimpan target untuk kembali mendapat kesempatan memperkuat Jawa Timur dan suatu hari membela Indonesia.

"Kalau basket targetnya juara DBL ini. Kalau baseball targetnya Indonesia. Saya juga masih ingin ikut Jawa Timur karena tahun kemarin belum kepilih," ungkapnya.

Perjalanan Azzam sebagai student athlete mempertemukan pengalaman di basket dan baseball dalam satu proses yang sama. Basket mengajarinya bahwa permainan tidak selalu tentang mengejar poin, melainkan memahami aliran bola dan peran dalam tim. Sementara baseball membawanya melewati kegagalan, kompetisi internasional, hingga kesempatan belajar langsung di Jepang.

Musim pertamanya bersama Smada masih panjang. Namun, Azzam sudah menemukan satu hal yang membantunya menghadapi setiap tantangan dalam perjalanannya sebagai student athlete. Menikmati kesempatan, tetap bermain, dan membawa pulang pelajaran dari setiap pengalaman.

Baca juga: 

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Azzam Fairuz Irfansyah bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMAN 2 Surabaya vs SMAN 2 Sidoarjo bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS