Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Jakarta kembali menghadirkan cerita-cerita hangat dan penuh haru. Salah satunya datang dari kakak beradik Hafiz Maulana Yusuf Santoso (Hafiz) dan Dzafrin Ahmad Elghifary Santoso (Dzafrin), pemain dari SMAN 89 Jakarta (Spartan).
Keduanya sama-sama memiliki ketertarikan pada basket dan memiliki keinginan untuk bisa tampil bersama di DBL East Jakarta. Namun, impian tersebut hanya bisa tercapai pada pertandingan pertama yang berlangsung pada Minggu, 24 September 2026.
Hafiz sendiri tengah mengalami cedera lutut yang membuatnya harus absen di pertandingan kedua. Ia mengalaminya ketika sedang berlatih untuk mempersiapkan pertandingan kedua. Kejadian itu terjadi tepat satu hari sebelum pertandingan kedua dimulai. Padahal, musim ini menjadi kesempatan terakhirnya membela Spartan.
“Pastinya sedih karena tidak bisa ikut match kedua, terlebih lagi saya tidak bisa memberikan contoh terbaik pada adik saya,” ungkap Hafiz.
Sedangkan, sang adik, Dzafrin, baru saja mengawali langkah di DBL East Jakarta 2026. Namun, pada akhirnya, ia bersama skuad Spartan harus menerima kekalahan atas SMAN 91 Jakarta (Ninos) dengan skor akhir 32-13 pada Minggu, 27 September 2026.
“Pastinya, senang dan bangga banget karena akhirnya bisa debut di DBL, apalagi ini salah satu target yang dari dulu pengen aku capai,” ujar Dzafrin.
Meskipun harus angkat kaki di fase Sweet Sixteen, pengalaman ini memiliki arti sendiri bagi Dzafrin. Terlebih, ia sudah bermimpi untuk bisa melantai di DBL East Jakarta sejak masih duduk di bangku SMP.
“Salah satu proses yang paling berkesan adalah proses bisa sampai debut di DBL. Banyak latihan, capek dan ada momen gagal atau kecewa nya, tapi dari situ justru aku belajar buat terus berkembang,” tutur Dzafrin.
Baca Juga: Si Kembar Dzaky-Dzakwan Rasakan Debut Bersama Al-Maruf di DBL East Jakarta
Sebagai adik, menjadi kekecewaan tersendiri baginya saat harus menerima kenyataan tidak dapat bermain bersama sang kakak pada pertandingan kedua.
“Pastinya, ada sedikit rasa kurang karena aku pengen banget main bareng dia. Cuma, kondisi dia tidak memungkinkannya untuk main di match kemarin. Tapi, aku juga tetap senang karna bisa debut di DBL ini,” ungkapnya.
Kalau menoleh ke belakang, ketertarikan Hafiz dan Dzafrin terhadap basket telah tumbuh sejak masih di jenjang SD. Tepatnya, ketika Hafiz berada di kelas VI, sementara Dzafrin menduduki bangku kelas V.
Saat itu, mereka terinspirasi dari sang kakak yang lebih dulu menekuni basket. Rasa tertarik itu akhirnya diwujudkan dengan keduanya yang mengikuti klub basket.
Sebagai kakak beradik yang menggemari basket, keduanya juga kerap membicarakan berbagai hal mengenai permainan ketika berada di luar sekolah. Mereka juga saling memberikan masukan satu sama lainnya terkait permainan.
Meski bermain dalam cabang olahraga yang sama, keduanya memiliki karakter permainan yang berbeda. Menurut Hafiz, Dzafrin memiliki kemampuan sebagai seorang eksekutor yang baik. Sementara itu, Dzafrin menilai sang kakak lebih unggul dalam mengatur tempo sekaligus membaca pola permainan. Perbedaan karakter tersebut justru menjadi kekuatan pelengkap bagi keduanya.
Musim ini memang belum menjadi kesempatan bagi Hafiz dan Dzafrin untuk terus melantai secara bersama-sama. Namun, hal tersebut tidak membuat keduanya berhenti menyimpan mimpi untuk perjalanan mereka dan tim di masa mendatang.
Hafiz dan Dzafrin berharap Spartan dapat semakin memperkuat solidaritas antarpemain dan terus berkembang sebagai tim. Keduanya juga ingin membawa nama SMAN 89 Jakarta meraih prestasi yang lebih tinggi.
Tak berhenti di sana, mereka memiliki target yang lebih besar untuk musim berikutnya. Keduanya berharap Spartan mampu tampil lebih kuat dan mewujudkan mimpi untuk meraih gelar kampiun.
Baca Juga: Faiz dan Asyraf: Kakak Beradik Pemoeda dan Mimpi Menuju Final DBL East Jakarta
DBL East Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)