Setiap student-athlete datang ke DBL dengan membawa mimpi. Ada yang ingin melangkah lebih jauh lewat basket, ada pula yang menjadikan lapangan sebagai bagian dari perjalanan menuju cita-cita lain di masa depan.
Sebab, tak semua anak DBL pada akhirnya akan menjadi pebasket profesional. Namun, pengalaman yang mereka ukir selama menjadi student-athlete bisa menjadi bekal untuk tumbuh menjadi profesional di bidangnya masing-masing.
Baca Juga: Kisah Chalfarra Graciela, Dancer SMAN 1 Purworejo Pemilik Segudang Prestasi
Semangat Home of the Dreamers itulah yang juga tergambar dari perjalanan Rigan Pasha Sasongko. Kapten tim basket MAN 1 Surakarta tersebut punya mimpi yang mungkin tak banyak berkaitan dengan bola basket. Ia ingin melanjutkan pendidikannya di Fakultas Peternakan.
Di tengah kesibukannya membela MAN 1 Surakarta pada Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South di GOR Sritex Arena, Surakarta, Rigan sudah mulai menata jalan menuju mimpi tersebut.
Di lapangan, siswa kelas 11 itu tetap tampil habis-habisan. Termasuk ketika membukukan 16 poin, 1 assist, dan 2 rebound saat berhadapan dengan SMA Batik 1 Surakarta.
Namun, ketika waktunya menanggalkan jersei basket nanti, ada mimpi lain yang sudah menantinya.
Baca Juga: Dukung Jagoanmu! Ini Panduan Lengkap Voting DBL Favorite 2026 Central Java-South
Berawal dari Kenangan Bersama Kakek
Keinginan Rigan untuk mendalami dunia peternakan ternyata sudah tumbuh sejak lama. Bukan karena mengikuti tren ataupun pilihan orang lain, melainkan berangkat dari sebuah kenangan sederhana bersama sang kakek.
Semasa kecil, Rigan cukup dekat dengan kehidupan peternakan. Sang kakek memiliki sapi yang dirawat sendiri di rumah. Bahkan, ada satu pengalaman yang masih melekat kuat dalam ingatannya hingga sekarang.
"Kakek dulu punya sapi di rumah dan ngurusin sendiri. Saya teringat kenangan dulu waktu kecil, malam-malam sapinya lahiran, saya terbangun terus ngelihatin prosesnya," kenang Rigan. "Seru banget ngelihatnya langsung."
Momen sederhana tersebut rupanya meninggalkan kesan mendalam. Seiring bertambahnya usia, ketertarikan Rigan terhadap bidang yang dekat dengan alam pun semakin terlihat.
Peternakan bukan satu-satunya pilihan yang membuatnya penasaran. Rigan juga menaruh minat pada bidang pertanian hingga kehutanan. Benang merahnya sama: ia menyukai aktivitas yang membuatnya bisa banyak terjun langsung ke lapangan.
"Sebenarnya bukan cuma peternakan sih, tapi kayak kehutanan atau pertanian saya juga tertarik. Soalnya saya suka aja kalau ada praktik di luar ruangan ketimbang cuma ngerjain teori di dalam," jelasnya.
Rigan pun sudah mulai memikirkan langkah yang harus ditempuh untuk mengejar mimpinya. Memasuki kelas 12 nanti, ia berencana mengikuti bimbingan belajar sebagai bagian dari persiapannya menembus program studi yang diinginkan.

Rigan saat beraksi melawan tim SMA Batik 1 Surakarta dalam lanjutan DBL Central Java-South 2026.
Menuntaskan Mimpi di DBL
Mimpi tentang masa depan sudah mulai disusun. Namun, perjalanan Rigan bersama basket belum benar-benar selesai.
DBL tetap punya tempat tersendiri dalam perjalanannya. Apalagi, Rigan ingin menjadikan musim ini sebagai last dance-nya bersama MAN 1 Surakarta. Itulah mengapa setiap kesempatan berada di lapangan ingin ia tuntaskan sebaik mungkin.
Saat menghadapi SMA Batik 1 Surakarta, misalnya. MAN 1 Surakarta sempat tertinggal 0-10 pada kuarter pertama. Rigan bersama rekan-rekannya kemudian berusaha memangkas ketertinggalan hingga sempat membuat pertandingan kembali ketat.
Sayangnya, perjuangan mereka harus berakhir dengan kekalahan 22-28.
"Sebetulnya gim tadi cukup memuaskan, tapi ya ada rasa kecewa sedikit gara-gara enggak bisa menang, padahal tadi sempat bisa menyamai skor," ujar Rigan.
Meski demikian, bagi Rigan, tampil maksimal di DBL bukan semata perkara menang atau kalah. Ada sekolah, teman-teman, dan keluarga yang ikut membersamai perjalanannya hingga bisa berdiri di lapangan.
"Pasti ingin ngasih yang terbaik. Bukan cuma buat nama sekolah aja, tapi buat teman-teman yang selalu mendukung, dan terutama orang tua yang selalu memfasilitasi serta mendukung saya," tegasnya.
Pada akhirnya, lapangan basket dan Fakultas Peternakan mungkin terlihat seperti dua dunia yang berbeda. Namun, bagi Rigan, keduanya menjadi bagian dari perjalanan yang sama: mengejar mimpi.
Hari ini, Rigan masih berlari mengejar bola dengan seragam MAN 1 Surakarta. Kelak, jalan yang ia tempuh mungkin membawanya jauh dari gemuruh tribun dan lapangan basket.
Sebab, mimpi anak DBL tak selalu harus berakhir dengan menjadi pebasket profesional. Dari rumah para pemimpi ini, mereka bisa melangkah menuju profesi dan bidangnya masing-masing—dan bagi Rigan, langkah itu mengarah pada dunia peternakan.
Baca Juga: Pesan Kebangsaan dan Ekologi Bergema di AQUA DBL Dance Central Java-South
DBL Central Java-South 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)