Ada yang berubah di bangku cadangan SMA Petra 1 Surabaya musim ini. Sosok Coach Nur Aini hadir untuk mendampingi tim putri Petra 1 melewati rangkaian panjang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North hingga akhirnya tiba di Fantastic Four.

Perjalanan itu berakhir pada Rabu, 29 September 2026. Setelah melewati rangkaian pertandingan sejak Round 1, Petra 1 akhirnya harus mengakhiri langkahnya di Fantastic Four saat berhadapan dengan SMA St. Louis 1 Surabaya.

Namun, perjalanan Petra 1 menuju babak tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Sejak Januari, Coach Aini ikut menjalani proses membentuk skuad Petra 1 yang mayoritas dihuni pemain kelas X hingga menemukan bentuk permainan mereka.

Tujuh pemain di dalam tim Petra 1 merupakan pemain kelas X. Bagi Coach Aini, kondisi tersebut membuat proses membangun tim tidak hanya berbicara soal strategi pertandingan, tetapi juga bagaimana membuat para pemain saling mengenal dan nyaman satu sama lain.

Baca juga: Alyne Kembali ke Laga yang Sama, Kali Ini dengan Akhir Berbeda

Beruntung, Coach Aini sudah mengenal beberapa pemain sebelum bergabung dengan Petra 1. Hal itu membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah, meski ia tetap memberikan batas yang berbeda ketika berada di lapangan dan ketika bertemu pemain di luar latihan.

"Kalau misalnya di dalam lapangan saya sih disiplin banget ya. Maksudnya ada rules. Tapi kalau misalnya di luar, pendekatan di luar, saya sering ngajak mereka makan bareng. Di situ kan lebih cair," ujar Coach Aini.

Momen makan bersama menjadi salah satu cara Coach Aini membangun komunikasi dengan para pemain. Suasana yang lebih santai membuat hubungan mereka terasa lebih cair. Dari situ, pemain juga lebih terbuka untuk bercerita ketika memiliki masalah.

"Di situ kan lebih cair. Mereka tetap respect, dekat, ngobrol, cerita. Jadi memang kalau di luar lapangan itu saya lebih banyak pendekatan ke mereka," lanjutnya.

Baca juga: Coach Felix Sambut Baik Regulasi 1-on-1 Free Throw Rule di DBL East Java-North

Clarissa Elvira Sugiharto (nomor punggung 15) pemain SMA Petra 1 Surabaya berusaha mencari celah dan mengalirkan bola di bawah pengawalan ketat pemain lawan.

Bagi Coach Aini, kedekatan tersebut penting karena chemistry tidak hanya dibangun melalui latihan. Para pemain perlu memahami karakter satu sama lain sebelum membawa hubungan tersebut ke dalam permainan.

Proses menyatukan skuad kemudian mendapat ruang lebih besar ketika Petra 1 menjalani try out di Jogja. Bukan hanya soal melihat kemampuan pemain, Coach Aini memanfaatkan momen tersebut untuk membangun chemistry sekaligus menentukan arah permainan Petra 1.

"Kita langsung bonding, langsung nyatuin tim ini seperti apa, mau dibawa kayak gimana, terus defense-nya apa segala macam. Memang murni di Jogja," katanya.

Jogja menjadi salah satu titik penting dalam persiapan Petra 1. Selain membangun kedekatan, momen tersebut digunakan untuk menyamakan cara bermain sekaligus melihat bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki sebelum kompetisi dimulai.

Baca juga: Joannes Hartanto Kawal Langkah Putra Petra 1 Menuju Playoffs!

Persiapan melalui pertandingan-pertandingan sebelumnya juga membuat Coach Aini memiliki gambaran mengenai kemampuan skuadnya. Ia melihat proses yang dijalani pemain dari waktu ke waktu sebagai bekal untuk memasuki Round 1.

"Kalau di Round 1 bukannya ngeremehin ya, saya PD. Karena sudah ngelihat mereka secara berprosesnya di sparing-sparing sebelumnya kayak gini. Jadi saya memang cukup yakin dengan kemampuan mereka dan target awalnya memang Playoffs," tutur Coach Aini.

Target tersebut berhasil dilewati Petra 1. Namun, memasuki Playoffs, tantangan yang dirasakan pemain mulai berbeda, terutama bagi mereka yang baru berada di tahun pertama jenjang SMA.

Coach Aini melihat sejumlah pemain kelas X mulai merasakan tekanan ketika pertandingan memasuki fase yang lebih menentukan. Situasi tersebut membuatnya harus lebih banyak menjaga kondisi pemain agar mereka tetap berani bermain sesuai kemampuan.

"Kalau di Playoffs mungkin karena rata-rata kelas X mereka nervous. Banyak yang nervous, jadi memang sedikit agak tertekan. Tapi saya sih selalu bilang, ini ajang kalian," ucap Coach Aini.

Baca juga: Ikuti Jejak Sang Kakak, Kenneth Joaquin Poeguh Debut di 5-on-5!

Coach Aini tidak ingin para pemain hanya terpaku pada hasil akhir. Ketika kesempatan untuk melangkah lebih jauh terbuka, ia meminta mereka untuk berani mengambil peluang tersebut tanpa melupakan proses yang sudah dilewati bersama.

"Kalau bisa ada chance untuk ke final, ya kita ambil. Kalau memang belum bisa, ya nggak apa-apa. Yang penting target kita memang sudah sampai Playoffs," lanjutnya.

Target awal tersebut akhirnya terlewati. Petra 1 melangkah lebih jauh hingga Fantastic Four, sekaligus memberi pengalaman baru bagi para pemain dalam menghadapi pertandingan dengan tekanan yang semakin besar.

Mendampingi tim putri juga membuat Coach Aini berhadapan dengan dinamika pemain yang tidak selalu sama setiap hari. Ada kalanya persoalan di lapangan bukan hanya tentang strategi, tetapi juga bagaimana memahami kondisi para pemain.

"Ya, biasalah. Perasaan. Cewek juga. Kadang mood-nya naik turun. Jadi memang harus pintar-pintar melihat kondisi mereka juga," kata Coach Aini.

Baca juga: Kisah Kennard dan Kayleen, Kakak Adik yang Raih Mimpi Bersama untuk Petra 1

Pengalaman tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya asing bagi Coach Aini. Sebelum berada di sisi lapangan sebagai pelatih, ia pernah merasakan sendiri atmosfer kompetisi basket pelajar ketika masih menjadi pemain.

Coach Aini merupakan alumni SMAN 10 Tangerang dan pernah menjadi bagian dari Honda DBL Indonesia All Star 2015. 11 tahun berselang, posisinya berubah dari pemain yang mengejar pertandingan menjadi sosok yang mendampingi pemain lain melewati proses yang serupa.

Pengalaman sebagai pemain menjadi bagian dari perjalanan Coach Aini di dunia basket. Kini, pengalaman tersebut ia bawa ketika membantu para pemain Petra 1 menghadapi pertandingan, tekanan, dan proses berkembang di level SMA.

Setelah perjalanan Petra 1 berakhir di Fantastic Four, Coach Aini tidak ingin pencapaian tersebut menjadi titik akhir. Ia melihat pengalaman sepanjang musim sebagai bekal penting untuk perjalanan mereka berikutnya.

Coach Nur Aini saat memberikan instruksi langsung dari area bench kepada skuad putri SMA Petra 1 Surabaya.

"Pesan saya, next year harus lebih baik lagi. Harus lebih baik lagi, maksudnya targetnya pasti lebih tinggi. Karena mereka masih banyak yang kelas X, jadi saya berharap tahun depan mereka bisa lebih siap," ujar Coach Aini.

Baca juga: Dilatih Intens oleh Papa, Kayleen Kini Bawa Petra 1 Bermimpi ke Final

Target yang lebih tinggi itu mulai diarahkan untuk perjalanan berikutnya. Coach Aini berharap pemain yang sudah merasakan atmosfer Fantastic Four tahun ini bisa membawa pengalaman tersebut ketika mereka kembali menjalani kompetisi.

"Biasanya sih berdoanya adalah ya bisa ke championship. Jadi semoga tahun depan mereka bisa lebih siap dan targetnya bisa lebih jauh lagi," lanjutnya.

Musim ini Petra 1 memang berhenti di Fantastic Four. Namun, perjalanan mereka menyimpan proses yang lebih panjang, mulai dari menyatukan skuad di Jogja, membangun chemistry di luar lapangan, menghadapi rasa gugup para pemain kelas X, hingga akhirnya merasakan pertandingan dengan tekanan yang lebih besar.

Bagi Coach Aini, pengalaman musim ini menjadi bekal untuk perjalanan berikutnya. Para pemain Petra 1 sudah merasakan atmosfer Playoffs hingga Fantastic Four, dan dari sana target yang lebih tinggi mulai mereka bawa menuju musim depan.

Baca juga: Dari Berkuda ke DBL Arena, Mikaela Berani Taklukkan Rasa Grogi

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Coach Nur Aini bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Populer

Jadwal dan Link Live Streaming DBL East Jakarta, Selasa, 29 September 2026
Cara Beli Tiket Online Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta, Selasa, 29 September 2026
Jadwal dan Link Live Streaming Opening Party DBL Central Java-North 2026
Link Live Streaming Final Junior DBL Bandung 2026