ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Adelyne Aquilla Berliem (nomor punggung 5) membawa bola saat SMA Petra 1 Surabaya menghadapi SMA Cita Hati West Surabaya pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya, Jumat, 18 September 2026.

Seperti musim lalu, SMA Cita Hati West Surabaya (Cheetah West) dan SMA Petra 1 Surabaya (Petra 1) kembali bertemu di Round 2. Kali ini, pertandingan tersebut kembali menjadi penentu langkah menuju babak playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java North, Jumat, 18 September 2026.

Musim lalu, pertandingan dengan situasi serupa menjadi milik Cheetah West. Petra 1 harus menerima kekalahan sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di Round 2. Setahun berselang, kedua tim kembali berhadapan dengan tiket playoffs sebagai taruhannya.

Pertandingan kali ini berjalan berbeda. Petra 1 langsung unggul 4-0 pada kuarter pertama dan semakin menjauh di kuarter kedua. Tujuh poin tambahan membuat mereka menutup paruh pertama dengan keunggulan 11-0.

Cheetah West baru mencetak angka pada kuarter ketiga. Namun, Petra 1 tetap menjaga jarak hingga unggul 17-2. Mereka akhirnya menutup laga dengan skor 19-4 sekaligus memastikan tiket menuju playoffs.

Baca juga: Ikuti Jejak Sang Kakak, Kenneth Joaquin Poeguh Debut di 5-on-5!

Adelyne Aquilla Berliem, yang akrab disapa Alyne, ikut mengambil bagian dalam kemenangan tersebut. Ia bermain selama 17 menit 11 detik dan mencatatkan 3 poin, 3 rebound, serta 1 assist.

Bagi Alyne, kemenangan ini terasa berbeda karena ia masih mengingat pertemuan kedua tim pada musim lalu. Saat itu, Petra 1 harus mengakhiri perjalanan mereka di Round 2 setelah kalah dari Cheetah West. Kini, ia mendapat kesempatan untuk melewati fase yang sama bersama Petra 1.

Pemain SMA Cita Hati West Surabaya melakukan upaya layup, sementara Adelyne Aquilla Berliem (nomor punggung 5) berusaha menghalau tembakan lawan pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

"Senang banget karena akhirnya bisa menang juga setelah tahun kemarin kalah dari mereka," ujar Alyne.

Pertemuan sebelumnya juga membuat Alyne tidak terlalu gugup ketika kembali menghadapi Cheetah West. Beberapa pemain dari kedua tim sudah saling mengenal sehingga suasana pertandingan terasa lebih familiar.

Baca juga: Coach Felix Sambut Baik Regulasi 1-on-1 Free Throw Rule di DBL East Java-North

Hal tersebut turut membantunya bermain lebih tenang. Alyne merasa penampilannya kali ini lebih baik dibandingkan tiga pertandingan sebelumnya. Meski begitu, ia masih menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama ketika bertahan.

"Menurutku pertandingan tadi sih udah lebih lumayan daripada yang tiga pertandingan sebelumnya. Aku juga enggak kebebani kayak tiga game sebelumnya, jadi lebih tenang daripada yang lalu-lalu," tuturnya.

Evaluasi tersebut menjadi catatan Alyne setelah pertandingan. Ia masih ingin bermain lebih fokus dan lebih berani ketika menjalankan defense. Baginya, lolos ke playoffs bukan berarti pekerjaan Petra 1 selesai.

Jauh sebelum menjalani laga penentu bersama Petra 1, Alyne sebenarnya tidak langsung memilih basket sebagai olahraga yang ingin ditekuni. Ia mulai mengenal basket ketika duduk di kelas VII SMP Santa Maria Sidoarjo. Saat itu, ia justru lebih tertarik dengan bulu tangkis.

Baca juga: Kisah Kennard dan Kayleen, Kakak Adik yang Raih Mimpi Bersama untuk Petra 1

Sang papa yang juga menyukai basket kemudian mengajaknya mencoba olahraga tersebut. Alyne akhirnya bergabung dengan sebuah klub. Pada awalnya, ia belum terlalu menyukai basket. Namun, perkenalan dengan banyak teman membuat pandangannya perlahan berubah.

"Aku langsung suka sih karena langsung dapat banyak teman. Awalnya enggak suka karena aku sebenarnya pengin bulutangkis, tapi lama-lama jadi suka basket karena banyak teman juga," katanya.

Kemampuan Alyne saat pertama bermain pun masih terbatas. Ia sudah mengenal dasar seperti dribble, tetapi belum benar-benar memahami bagaimana bermain sebagai bagian dari sebuah tim.

Perkembangannya berjalan perlahan. Setelah melewati beberapa tahun bermain dan berlatih, Alyne mulai merasa permainannya semakin berkembang ketika memasuki kelas IX. Dari yang awalnya hanya mencoba karena ajakan sang papa, basket kemudian berubah menjadi olahraga yang benar-benar ia nikmati.

Baca juga: Kembali Melantai Usai Cedera, Kennard Susanto Bangun Kepercayaan Diri

Sang papa juga tetap menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Keduanya masih sering bermain bersama ketika berada di Sidoarjo. Salah satu yang kerap dilakukan adalah latihan shooting. Selain itu, sang papa juga mengajarinya beberapa dasar permainan, termasuk cara berlari dan menentukan arah ketika melakukan defense.

Dukungan tersebut tidak berhenti ketika Alyne masuk ke pertandingan. Menjelang laga, sang papa justru mengingatkannya agar tidak menjadikan pertandingan sebagai beban.

"Pokoknya dia bilang mainnya jangan terbebani, jangan kayak mikir, jangan kepikiran. Pokoknya los aja main," ucap Alyne.

Pesan tersebut kembali menjadi bekal Alyne ketika menghadapi Cheetah West. Ia berusaha menikmati pertandingan tanpa terlalu memikirkan hasil seperti yang pernah terjadi pada musim sebelumnya.

Baca juga: Dilatih Intens oleh Papa, Kayleen Kini Bawa Petra 1 Bermimpi ke Final

Di sisi lain, Petra 1 juga sudah menyiapkan diri melalui latihan rutin. Mereka berlatih setiap hari selama kurang lebih dua jam dengan materi yang mencakup set play, offense, defense, hingga free throw.

Kebersamaan tim turut dibangun di luar lapangan. Para pemain Petra 1 menghabiskan waktu bersama dengan makan dan bermain. Bagi Alyne, kebiasaan tersebut membantu mereka semakin mengenal satu sama lain ketika berada di lapangan.

SMA Petra 1 Surabaya berfoto bersama setelah memastikan langkah mereka ke babak playoffs Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.

Kini, setelah berhasil melewati Round 2, standar persiapan mereka akan berubah. Alyne ingin Petra 1 meningkatkan intensitas latihan dan mengurangi hal-hal yang bisa mengganggu fokus.

"Harus latihannya lebih serius lagi, jangan banyak bercanda. Itu biasanya dua jam, kita latihan set play, offense, defense latihan terus, free throw juga harus bisa. Targetnya pasti final," tegasnya.

Baca juga: Dari Berkuda ke DBL Arena, Mikaela Berani Taklukkan Rasa Grogi

Musim lalu, langkah Petra 1 berhenti di Round 2 setelah berhadapan dengan Cheetah West. Tahun ini, lawan yang sama justru menjadi bagian dari pertandingan yang membawa mereka melewati fase tersebut.

Alyne dan Petra 1 kini tidak lagi membawa cerita yang sama seperti setahun lalu. Mereka sudah melewati laga yang sebelumnya menjadi akhir perjalanan. Setelah ini, masih ada babak playoffs yang menunggu dan satu target yang ingin mereka kejar, yakni membawa Petra 1 hingga final.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Adelyne Aquilla Berliem bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMA Cita Hati West Surabaya vs SMA Petra 1 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS