ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Ravi Barra saat beraksi melawan SMA PNK dalam laga AZA 3X3 Competition 2026 Central Java-South.

Jika melihat profil, Ravi Barra Satria, pebasket 3X3 SMA Pradita Dirgantara, tak sedikit pihak yang akan berdecak kagum. Student-athlete kelas XI ini memiliki belasan prestasi di berbagai ajang olimpiade dan akademi, baik tingkat nasional maupun internasional. Hebatnya tidak hanya mencakup disiplin ilmu. Mulai dari olimpiade sains, bahasa Inggris, riset ilmiah, hingga bidang astronomi. 

Prestasi paling prestisius yang ia dapatkan adalah medali emas di bidang sains di ajang Global English & Science Olympiad (GELOSEA) Internasional round di Singapura. Tak sampai di situ, Ravi juga meraih medali perak untuk ajang Internasional Science and Olmpiad Competition (ISOCSEA) di Jepang serta Hong Kong Internasional Science Olympiad (HKISO). 

Meskipun deretan prestasi tinggi telah didapatkannya, Ravi masih menyimpan mimpinya sebelum meninggalkan bangku sekolah menengah atas. Ia ingin bermain di kompetisi DBL memperkuat timnya SMA Pradita Dirgantara. 

"Mudah-mudahan dikasih chance untuk 5X5 tahun depan," kata Ravi.

Baca Juga: Nurdzaki Ibrahim Rela Tinggalkan Taekwondo Demi Fokus Tekuni Basket

Seperti diketahui, SMA Pradita Dirgantara sudah tiga tahun absen dari gelaran DBL Central Java-South. Hal ini membuat Ravi dkk mencoba kembali menghidupkan kembali tim basket mereka demi mengejar tiket partisipasi musim depan. 

"Kita sudah ada plan mulai rutin latihan lagi. Kemarin juga kita sudah mulai ikut turnamen dan juara sebagai persiapan," imbuhnya. 

Saking jatuh cinta dengan basket, Ravi bahkan tidak mau merelakan gimnya hari ini di ajang AZA 3X3 Competition 2026 Central Java-South. Padahal sehari sebelumnya ia masih di Jakarta untuk menerima penghargaan Olimipade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).  

Dari total 2.000 laporan penelitian yang masuk dari seluruh Indonesia, hanya 29 karya terbaik yang lolos ke babak final. Hasilnya luar biasa: Ravi berhasil menembus peringkat 7 nasional dan menyabet penghargaan Honourable Mention.

Baca Juga: Nicholas Kenzo Masih Ingin Berbenah Usai Bawa Sinlui ke Final

Ia pun bertolak dari Jakarta dengan jam penerbangan paling pagi agar bisa membela timnya. "Baru banget kemarin sore itu awarding dan pagi ini aku balik ke Solo. Ya mungkin itu jadi alasannya sih kenapa berkesan banget. Ini aja aku flu berat," tambahnya. 

Meski pengorbanannya besar, sangat disayangkan langkah SMA Pradita Dirgantara harus terhenti usai kalah 2-3 dari SMA Pelita Nusantara Kasih (PNK) Surakarta. Ia pun mengaku kecewa. 

Meskipun demikian, Ravi menikmati segala prosesnya. Di tengah kesibukannya, basket selalu jadi penghilang penat paling mujarab. 

"Basket itu bagiku kayak pelampiasan setelah capek belajar. Wajib olahraga agar sehat mental maupun fisik," ucap Ravi.

Peran orang tua pun disebut Ravi sangat krusial. Mereka mendukung penuh seluruh aktivitasnya, meski sang ayah bekerja di luar negeri.

"Papa selalu dukung sih seperti video call, terus chat kasih semangat. Papa paling tahu kalau misal aku lagi kesel, down, atau kurang fokus," ungkapnya.

Baca Juga: Merawat Alam dan Menghidupkan Zaman di AQUA DBL Dance D.I Yogyakarta

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)  

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS