Usianya memang masih belia, tetapi keberaniannya di lapangan tak kalah dari pemain yang lebih senior. Kenzie Fernando Gunawan, pemain kelas VII SMP Xin Zhong Surabaya yang berusia 12 tahun, berhasil turut mengantarkan timnya meraih gelar Champion Junior DBL 2026 Surabaya.
Kemenangan ini berhasil SMP Xin Zhong kantongi setelah menundukkan SMP Surabaya Cambridge School (SCS) dengan skor akhir 55-47 di Final Party Junior DBL 2026 Surabaya yang diselenggarakan pada Rabu, 30 September 2026. Gelar juara ini terasa istimewa karena SCS merupakan juara di Junior DBL Surabaya musim sebelumnya.
Tahun ini menjadi pengalaman pertama Kenzie melantai di Junior DBL 2026 Surabaya. Meski harus bermain bersama kakak-kakak kelasnya, ia tetap tampil percaya diri. Kenzie bahkan berhasil mencatatkan akurasi tembakan 100 persen dari dua percobaan yang dilepaskannya di pertandingan hari ini. Selama 14 menit bermain, ia menyumbangkan 5 poin, 1 rebound, dan 1 assist untuk SMP Xin Zhong Surabaya.
Baca juga: Last Dance Nafeesha Berujung Gelar MVP Junior DBL 2026 Surabaya
Kenzie (kiri) dan Mama Olivia (kanan) foto bersama usai mengalungkan medali di Final Party Junior DBL 2026 Surabaya
Di balik kepercayaan dirinya, ada dukungan sang mama, Oliviawati, yang selalu berusaha menyemangati Kenzie agar tidak minder meski usianya lebih muda dibandingkan rekan-rekan setimnya.
"Saya dan papanya selalu kasih semangat ke Kenzie. Meskipun dia nggak bisa mencetak poin setidaknya dia harus kasih bantuan untuk membuka jalan teman-temannya," papar Mama Olivia.
Pesan tersebut tampaknya menjadi bekal bagi Kenzie untuk tampil berani di Final Party Junior DBL 2026 Surabaya hari ini. Bagi Mama Olivia, melihat putranya bisa membantu kakak-kakak kelasnya meraih gelar juara tentu menghadirkan kebanggaan tersendiri.
"Pasti senang. Meskipun dia paling kecil, dia bisa membantu kakak-kakak kelasnya menjadi juara. Bisa ikut ambil bagian, meskipun sedikit, itu bangganya luar biasa," tuturnya.
Baca juga: Dari Ajakan Papa, Kini Salsa Antar NSA Juara Junior DBL 2026 Surabaya

Kenzie Fernando Gunawan melakukan selebrasi usai SMP Xin Zhong Surabaya resmi menyabet gelar Champion Junior DBL 2026 Surabaya
Mama Olivia bercerita, ketertarikan Kenzie terhadap basket bermula saat pandemi Covid-19, ketika ia masih duduk di bangku kelas IV SD. Saat itu, Kenzie lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Sang mama kemudian mengajaknya mencoba kegiatan baru setelah melihat sepupunya bermain basket.
Siapa sangka, Kenzie langsung menyukai olahraga tersebut. Ketertarikan itu pun semakin berkembang hingga basket menjadi salah satu kegiatan yang paling ia tekuni.
"Kenzie sendiri yang mau. Pokoknya, selama dia suka, kami akan selalu support," cerita Mama Olivia.
Sejak saat itu, Kenzie mulai rutin berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi. Keseriusannya juga terlihat dari jadwal latihan yang cukup padat. Dalam 1 pekan, ia bisa berlatih 5 hari, dengan tiga kali latihan bersama sekolah dan dua kali bersama klub.
Potret SMP Xin Zhong saat menerima penghargaan usai dinyatakan sebagai Champion Junior DBL 2026 Surabaya
"Selain itu, di rumah sampai kami sediakan ring basket untuk dia latihan tiap pagi sebelum berangkat sekolah," ungkapnya. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari proses Kenzie untuk terus mengasah kemampuan sejak usia dini, serta membangun kepercayaan dirinya saat berlaga.
Baca juga: 3 Tahun Menunggu, Nafeesha Akhirnya Bawa Spensix ke Final Junior DBL
Perjalanan Kenzie di basket masih panjang. Mama Olivia berharap putranya tetap mempertahankan semangat dan kepercayaan dirinya ketika menghadapi tantangan yang lebih besar di musim-musim Junior DBL Surabaya berikutnya.
"Semoga Kenzie tetap berusaha dan memberikan yang maksimal di tiap pertandingan," harapnya.
Usia Kenzie boleh menjadi yang termuda, tetapi kesempatan untuk berkembang terbuka lebar selama ia terus berlatih, berani mencoba, dan mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya. Bak pepatah kecil-kecil cabe rawit, Kenzie telah menunjukkan bahwa usia bukan penghalang untuk ikut memberikan kontribusi bagi tim.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)