ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Nafeesha Ayudhia Inara Purwanto (nomor punggung 10), kapten SMPN 6 Surabaya, saat mendribble bola di bawah penjagaan ketat pemain SMP Gloria 1 Surabaya dalam laga Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya, Senin, 28 September 2026.

Nafeesha Ayudhia Inara Purwanto telah melalui 3 tahun perjalanan yang panjang bersama SMPN 6 Surabaya (Spensix). Dua musim sebelumnya, langkahnya selalu terhenti setelah dua pertandingan dan belum pernah membawanya sampai ke babak Fantastic Four.

Kini, cerita itu berubah. Senin, 28 September 2026, Nafeesha memimpin Spensix sebagai kapten saat menghadapi SMP Gloria 1 Surabaya (NSA) di DBL Arena Surabaya.

Pertandingan Fantastic Four Junior DBL 2026 Surabaya menjadi kesempatan Spensix untuk melewati batas yang selama ini belum berhasil mereka lewati. Sejak awal laga, Spensix mampu menjaga keunggulan dan terus menjauh dari kejaran Gloria 1.

Hingga pertandingan berakhir, Spensix tetap mampu mempertahankan kendali permainan. Mereka menutup laga dengan kemenangan 66-39 sekaligus memastikan tempat di babak final.

Baca juga: Siap ke Fantastic Four, Danish Terus Mengasah Permainan Lewat Evaluasi Diri

Nafeesha menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam kemenangan itu. Ia bermain selama 39 menit 60 detik dan mencatatkan double-double lewat 37 poin dan 14 rebound, ditambah 2 assist.

Catatan rebound tersebut bahkan membuat Nafeesha sedikit terkejut. Ia mengaku belum terbiasa bermain sebagai big man, tetapi situasi pertandingan membuatnya harus lebih banyak membantu tim melalui rebound.

Meski statistik individunya begitu tinggi, Nafeesha tidak ingin langsung menganggap permainan Spensix sudah sempurna. Sebagai kapten, ia masih melihat ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki.

"Kalau dari tim aku belum puas. Defense-nya masih banyak yang kurang, terus offense-nya juga kurang sabar. Tapi kalau buat individu, mainku sudah puas karena aku sudah bisa kontrol tim," ujarnya.

Baca juga: Penjagaan Ketat yang Membuat Hafiy Harus Mencari Cara Lain

Musim ini menjadi pengalaman baru bagi Nafeesha. Untuk pertama kalinya, ia dipercaya menjadi kapten Spensix.

Aksi Nafeesha Ayudhia Inara Purwanto (nomor punggung 10) saat melepaskan jump shot di bawah penjagaan ketat pemain SMP Gloria 1 Surabaya.

Tugas tersebut membuatnya tidak hanya memikirkan permainan sendiri. Ia juga harus menjaga rekan-rekannya tetap tenang, terutama ketika pertandingan mulai berjalan dalam tekanan.

Nafeesha memilih defense sebagai perhatian utama. Menurutnya, Spensix tidak perlu terburu-buru mengejar poin selama pertahanan mereka tetap terjaga.

"Aku lebih fokusin tim kita buat defense. Kalau tanpa defense, kita enggak bisa offense. Offense kita pikir nanti saja, kita bisa cari poin pelan-pelan. Yang penting defense-nya dulu," katanya.

Baca juga: Bukan Sekadar Cetak Poin, Javas Belajar Menjaga Spensix Tetap Kompak

Menjadi kapten juga membuat Nafeesha belajar mengendalikan emosinya. Ia mengakui sejak dulu dirinya dikenal sebagai pemain yang mudah marah ketika berada di lapangan.

Musim ini, kebiasaan tersebut coba ia ubah. Nafeesha ingin emosinya tidak berhenti sebagai kemarahan, tetapi bisa menjadi dorongan untuk membuat rekan setimnya berkembang.

"Dari dulu temanku tahu aku pemain yang suka marah-marah. Tahun ini aku mau ngurangin semua itu. Marah-marahnya aku jadiin motivasi untuk mereka," tuturnya.

Perubahan itu berjalan bersamaan dengan persiapan panjang Spensix. Nafeesha menjalani latihan hampir setiap hari untuk mempersiapkan permainan tim sekaligus menjaga kondisi fisiknya.

Baca juga: Putra-Putri Tembus Big 8 Junior DBL, Spensix Bangun Regenerasi

Pada weekday, fokusnya lebih banyak bersama tim. Mereka berlatih pattern dan defense, sementara akhir pekan digunakan Nafeesha untuk latihan individu dan fisik.

Kerja keras tersebut akhirnya membawa Spensix menuju pencapaian yang belum pernah dirasakan Nafeesha sebelumnya. Dua musim lalu, ketika masih kelas VII, perjalanannya hanya berlangsung selama dua pertandingan.

Musim berikutnya pun tidak jauh berbeda. Spensix kembali hanya memainkan dua pertandingan sebelum langkah mereka terhenti.

Tahun terakhirnya di Junior DBL justru menjadi titik balik. Setelah melewati perjalanan panjang itu, Nafeesha akhirnya membawa Spensix menembus Fantastic Four hingga memastikan tempat di final untuk pertama kalinya.

"Dua tahun lalu belum bisa sampai Fantastic Four dan belum bisa kasih yang maksimal. Di tahun ini aku mau buktiin kalau Spensix mau buat sejarah dengan bisa masuk final," ucapnya.

Baca juga: Double Double Pertama Jadi Catatan Baru Marsha Isabella di Junior DBL 2026

Perjalanan Nafeesha di basket sebenarnya juga bermula dari sesuatu yang tidak ia rencanakan. Saat kelas V SD, sang mama yang pertama kali menyuruhnya bermain basket.

Alih-alih langsung menyukai olahraga tersebut, Nafeesha justru menangis pada latihan pertamanya. Ia mengaku memang belum menyukai basket ketika baru mulai bermain.

Waktu perlahan mengubah semuanya. Setelah beberapa kali latihan dan mendapatkan motivasi dari pelatih, Nafeesha mulai merasa bahwa dirinya bisa berkembang di basket.

Dua kakaknya juga ikut mewarnai perjalanan basket Nafeesha. Sang kakak pertama, Arvela Rayhan, pernah membela SMA 16 Surabaya dan berhasil masuk DBL Camp. Sementara itu, kakak keduanya, Rasya Rizky Hidayat, pernah bermain bersama SMA 5 Surabaya di DBL.

Baca juga: Tumbuh Bersama DBL, Jayden Kawal Last Dance Bersama SCS

Salah satu kakaknya kini sudah berkuliah, sementara yang lainnya sudah bekerja. Meski begitu, perjalanan kedua kakaknya tetap menjadi salah satu hal yang membuat Nafeesha mengenal basket sejak kecil.

"Soalnya kakak-kakak juga basket. Aku ngelihatnya kayaknya aku bisa deh kalau jadi kakak. Aku bisa ngelanjutin basketku kayak mereka. Jadi dari situ aku mulai kayak merasa aku sudah suka basket," ujar Nafeesha.

Kini, basket bukan lagi sekadar aktivitas yang ia jalani karena ajakan sang mama. Nafeesha justru memiliki keinginan untuk melanjutkannya hingga level SMA.

Ia juga mulai mengikuti pertandingan di level SMA melalui live streaming. Nafeesha mengaku kerap menyaksikan pertandingan Sinlui, Petra, dan Smada untuk mempelajari perbedaan permainan di level SMA sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Potret skuad putri SMPN 6 Surabaya (Spensix) seusai memastikan langkah ke babak final Junior DBL 2026 Surabaya di DBL Arena Surabaya.

"Permainan SMP sama SMA kan beda. Jadi mulai sekarang aku pengin nyiapin diri supaya nanti pas SMA aku sudah siap menghadapi permainan di level itu," ujar Nafeesha.

Baca juga: Serius Kejar Prestasi di DBL, SMP Ciputra Pakai Pendekatan Sports Science

Namun, sebelum memasuki cerita baru di level SMA, masih ada satu pertandingan yang harus diselesaikan. Final Junior DBL menjadi pertandingan terakhir Nafeesha bersama Spensix di level junior.

Ia sudah tahu apa yang ingin diperbaiki sebelum pertandingan tersebut. Defense menjadi fokus utama tim, sementara secara pribadi Nafeesha ingin bermain dengan kepercayaan diri yang lebih besar.

Setelah 2 tahun hanya mampu bermain dua pertandingan, akhirnya kesempatan itu datang. Nafeesha akan memainkan final pertamanya di Junior DBL dengan membawa pengalaman tiga musim dan tanggung jawab sebagai kapten.

"Rasanya senang banget bisa masuk final karena dari dulu enggak pernah. Aku juga mau banggain nama sekolah dan orang tua," katanya.

Dua pertandingan yang selama ini menjadi batas akhirnya berhasil dilewati. Di musim terakhirnya, Nafeesha membawa Spensix sampai ke final untuk pertama kalinya.

Baca juga: Angelina Natazza Mulai Menanam Mimpi Besar di DBL

Sekitar 3 tahun lalu, ia bahkan belum tahu apakah basket akan menjadi bagian panjang dalam hidupnya. Kini, pada musim terakhirnya bersama Spensix, Nafeesha berdiri sebagai kapten dan hanya berjarak satu pertandingan dari cerita yang ingin ia ukir bersama sekolahnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil Nafeesha Ayudhia Inara Purwanto bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Hasil akhir pertandingan SMPN 6 Surabaya vs SMP Gloria 1 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS