ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Reiner Bayu saat mendampingi anak didiknya, SMAN 1 Jekulo Kudus dari sisi lapangan Sahabat Arena Semarang, pada 1 Oktober 2026

Dominasi SMAN 1 Jekulo Kudus (Saloku) kembali terbukti di lantai Sahabat Arena Semarang, Kamis, 1 Oktober 2026. 

Menghadapi SMA Satya Wacana, Saloku berhasil mengamankan poin kemenangan perdana di Grup B Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North dengan skor meyakinkan 33-13. Hasil manis sekaligus membuka jalan Saloku menuju babak playoff.

Di pinggir lapangan, Coach Reiner Bayu Kusuma berdiri tegak mengamati setiap pergerakan dari anak asuhnya. 

Musim lalu, langkah Saloku terhenti di semifinal usai dihadang oleh SMA Tritunggal Semarang. Padahal, di DBL Central Java-North 2023 dan 2024, tim asal Kudus ini meraih predikat back-to-back runner-up.

Bagi Coach Reiner, DBL Central Java-North menyajikan tantangan baru yang begitu dinamis. Sebelum menakhodai Saloku musim lalu, pelatih yang sudah berkarier selama 15 tahun ini identik dengan DBL Yogyakarta. Dirinya sempat menjadi arsitek SMAN 1 Bantul sejak 2017 hingga 2024. 

Menariknya, rekam jejak Coach Reiner seolah melekat dengan misi membawa tim asal "daerah" untuk bersaing dengan sekolah-sekolah dominan di kota besar, seperti halnya SMAN 1 Bantul di panggung DBL Yogyakarta maupun SMAN 1 Jekulo Kudus di panggung DBL Central Java-North.

DBL-Central-Java-North-SMAN-1-Jekulo-Kudus-(Reiner-Bayu)
Situasi pertandingan yang tersaji antara SMAN 1 Jekulo Kudus (jersei terang) melawan SMA Satya Wacana

Awal mula Reiner terjun sebagai juru taktik berakar dari momen unik masa mudanya saat duduk di bangku SMP. Ia sempat masuk dalam daftar 25 besar seleksi PON sebelum akhirnya disadarkan oleh jajaran pelatih.

"Waktu itu dibilang kalau aku terlalu kecil untuk menjadi pemain, mending jadi pelatih aja katanya. Dari situ bergeser niatnya. Yang awalnya mau jadi pemain, akhirnya coba menjadi pelatih sekitar dua tahun setelah lulus kuliah, itu sekitar 2010-2011," kenang Reiner.

Baca Juga: 16 Anggota Keluarga Datang dari 4 Kota Berbeda, Kawal Kemenangan Rhafi Wahyudi

Pria yang lahir di Pemalang dan besar di Jawa Tengah ini sempat merantau ke Yogyakarta untuk kuliah sembari melatih SMAN 1 Bantul. 

Namun, ikatan dengan tanah kelahirannya tak pernah luntur. Tawaran untuk menakhodai Saloku di Kudus disambutnya dengan rasa tanggung jawab penuh.

"Di Jogja itu permainannya lebih soft. Kalau di Semarang fisiknya lebih keras dan lebih asyik. Tensi pertandingannya bener-bener berasa," ungkap Reiner membandingkan dinamika kedua wilayah.

Pengalaman belasan tahun membuat Reiner paham betul tantangan terbesar bagi tim-tim yang berasal dari luar kota besar. 

Menurutnya, persoalan utama sering kali bukan terletak pada kemampuan teknis, melainkan pada aspek psikologis.

"Dinamika kita yang dari daerah itu paling susah di mentalitas pemain. Apapun cabornya, kalau orang daerah ketemu kota besar, kadang minder duluan. Padahal teknik kita oke. Mental dan daya juang itu yang harus terus ditempa."

DBL-Central-Java-North-SMAN-1-Jekulo-Kudus-(Reiner-Bayu)
Coach Reiner Bayu (kemeja biru) memberikan arahan kepada anak didiknya di jeda pertandingan

Agar ilmunya tak pernah mandek, Reiner terus mengasah kapabilitasnya. Saat rasa jenuh menghampiri, ia memilih rutin berdiskusi dengan para pelatih senior, termasuk nama-nama berlabel timnas seperti Abrizalt Hasiholan.

"Bosan itu pasti ada, cuma bosan itu yang kadang kita rindukan. Aku banyak diskusi sama senior-senior. Pas aku latihan kadang dipantau lewat video call, ditanya 'kenapa latihannya kayak gitu Reiner, kenapa enggak gini?' Itu bantu banget buat upgrade diri," jelas pelatih yang pernah terpilih bertolak ke DBL Camp 2022 usai sukses mengantar SMAN 1 Bantul menyabet gelar runner-up DBL Yogyakarta 2021 lalu.

Di luar taktik, Reiner memegang prinsip mengenai filosofi student-athlete untuk seluruh anak didiknya.

"Pesan dari papa saya sekolah nomor satu, doa kekuatanku, pastikan prestasiku. Itu yang tetap saya pegang sampai sekarang," tegasnya.

Baca Juga: Debut Manis Fakhrizal Bersama Karangturi, Peraih Medali Emas SEABA 3X3 U17

Perjalanan Saloku musim ini sejatinya diuji oleh badai cedera. Dua pemain kunci mereka harus absen karena mengalami cedera ACL dan ankle, memaksa Reiner meracik strategi dengan kedalaman skuad yang ada.

Meski demikian, Reiner enggan memasang target setengah-setengah. Misi membawa Saloku kembali ke partai puncak tetap menjadi pijakan utama.

"Tahun ini dua pemain kita cedera, kita gak full team. Tapi apapun keadaannya, target kita tetap final. Kita jalani bareng-bareng dan semoga dikasih hasil terbaik," tutup Reiner optimistis.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS