Pressing-nya ketat, speed-nya cepat, determinasinya kuat, dia adalah Ratna Ayu Setyo Dewanti, pebasket tim SMAN 1 Surakarta. Bagi siapapun yang baru pertama kali melihatnya, tidak ada yang menyangka bahwa student-athlete satu ini sejatinya lebih terbiasa menendang si kulit bundar di atas rumput hijau dibandingkan bermain basket.
Ratna merupakan pesepak bola putri aktif. Posisinya utamanya gelandang tengah, walaupun tidak jarang berakselerasi dari sisi sayap. Kemampuan olah bola tidak bisa dibilang biasa. Ia sempat menembus garis seleksi awal Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia.
Namun, ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South menjadi babak baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebuah panggung tempat ia memutus menantang dirinya menjajal hal baru.
Baca Juga: Atlet Senam Ritmik Berprestasi Ikut Unjuk Gigi di AQUA DBL Dance 2026
Perjalanan olahraga Ratna berawal dari tradisi kecil bersama sang ayah. Sejak kecil, ia kerap diajak menonton pertandingan sepak bola antarkampung. Karena sang ayah juga mantan pemain sepak bola bola. Darah olahraga itu mengalir deras ke tubuh Ratna.
"Waktu SD sering main bola sama anak-anak cowok di dekat rumah. Ayah sempat carikan klub putri tapi tidak ketemu. Baru pas kelas 2 SMP akhirnya bisa join SSB yang khusus putri," tutur Ratna.
Dari sana, bakatnya terus melesat. Berbagai gelar bergengsi ia renggut, mulai dari Juara 1 Piala Pertiwi Regional U-17 DKI Jakarta, Runner-up Piala Pertiwi Nasional U-17 DKI Jakarta, hingga podium tertinggi kompetisi sepak bola nasional di Kudus.
Ratna Ayu mencoba menutup pergerakan lawan.
Puncaknya terjadi pada awal Maret lalu. Saat pelatih anyar Timnas Sepak bola Putri Indonesia asal Jepang, Satoru Mochizuki, menggelar pemanduan bakat di berbagai daerah. Ratna pun unjuk gigi di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Di bawah pantauan langsung tim pemandu bakat nasional seperti Indra Sjafri dan Nova Arianto. Ratna pun dinyatakan lolos dari regional DIY.
Bersama tiga rekannya, ia terbang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi nasional di Senayan. Meski perjalanannya di skuad Garuda Pertiwi terhenti di tahap awal, pengalaman itu tak sedikit pun melunturkan mentalitasnya.
"Dari situ saya malah makin termotivasi. Saya tahu saingan saya se-Indonesia. Kesalahan kemarin bikin saya introspeksi dan tambah porsi latihan mandiri di rumah," ungkapnya lugas.
Memasuki kelas 11 SMA, kejenuhan sempat menghampiri. Sepi kompetisi sepak bola putri saat itu membuatnya berada di titik jenuh. Dorongan untuk tetap bergerak membawanya melangkah ke lapangan basket SMAN 1 Surakarta.
Baca Juga: Luka Masa Muda dan Ambisi Coach Bingan Kejar Mimpi DBL yang Tertunda
Transisi dari olahraga yang mengandalkan kekuatan kaki ke cabang yang menuntut presisi dan akurasi kedua tangan jelas bukan perkara gampang. Transisi itu diakuinya cukup menyiksa di awal.
"Waktu pertama ikut latihan itu kaku banget. Tekniknya susah banget," kenang Ratna sembari tertawa.
Namun, disiplin atlet yang sudah terbangun sejak kecil membuatnya tak menyerah. Ia tak sungkan menambah porsi latihan bersama klub lokal Merdeka Solo. Butuh waktu sekitar empat hingga lima bulan bagi Ratna untuk benar-benar merasakan click dengan si bola oranye—momen yang akhirnya membangun rasa percaya dirinya sebelum melakoni debut di ajang Liga Solo Divisi 2.
Atributnya sebagai pemain sepak bola dengan kelincahan kaki, pembacaan ruang (vision), hingga agresivitas saat transisi ditranformasikan dengan baik saat bermain basket. Di atas panggung DBL, Ratna menjelma menjadi sosok guard dengan hustle play tinggi, tajam dalam melakukan steal, dan ulet saat berduel perebutan bola liar. Saat laga melawan SMA Kalam Kudus, Jumat, 2 Oktober lalu, ia jadi pemain yang paling berkontribusi di timnya. Mencatatkan dua poin, 1 assist, dan 5 rebound.
Baca Juga: Setia Dampingi Smaga, ISS Tebar Pesan Kebersamaan Lewat Tiga Koreo Megah
Sayangnya, DBL Central Java-South 2026 jadi First sekaligus Last Dance-nya. Meskipun demikian, siswi kelas 12 ini mengaku Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South bukan sekadar turnamen biasa. DBL telah membuka cakrawala baru di benaknya.
"DBL ini benar-benar membuka cakrawala baru buat saya. Dari yang sebelumnya cuma familiar sama sepak bola, sekarang jadi kenal basket lebih jauh. Bukan cuma sekadar tahu permainannya, tapi dapat sudut pandang baru tentang arti sebuah olahraga," tutur Ratna.
Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 digelar di 31 kota dan 23 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 juga menampilkan AZA 3X3 Competition. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 disiarkan live di channel YouTube DBL Play.(*)