ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Momen perayaan SMAN 2 Purbalingga lolos ke babak play-off DBL Central Java-South 2026.

Ada perjuangan yang tak kenal lelah dari duet pelatih Johan Immanulloh-Swastika Setya Praja untuk membawa SMAN 2 Purbalingga berpartisipasi di kompetisi DBL. Usaha keduanya penuh tantangan, terlebih mereka harus memboyong tim yang berjarak 250 Km dari kota Solo, tuan rumah DBL Central Java-South 2026. 

Di balik perjalanan berjam-jam tersebut, ada pertaruhan asa, pengorbanan, dan motivasi besar untuk membuktikan bahwa tim daerah mampu bersaing di panggung basket pelajar tertinggi Indonesia, Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-South.

Pembuktian pun diwujudkan secara nyata. SMAN 2 Purbalingga dua musim beruntun sukses menembus babak play-off. Terakhir, mereka mengunci satu tempat di babak sistem gugur usai mengalahkan SMAN 7 Surakarta dengan skor 33-13 pada Sabtu, 3 Oktober 2026. 

Baca Juga: Coach Tirza Bawa Nusaputera Redam Kekalahan Beruntun & Sejarah Playoffs Pedana!

Keberhasilan mereka sejauh ini bukan tanpa alasan. Tim kepelatihan menyiapkan mental sekuat baja bagi para pemain. SMAN 2 Purbalingga datang ke Sritex Arena bukan dengan status tim unggulan, tanpa program beasiswa khusus basket atau fasilitas mewah, tapi hal itu yang dijadikan kekuatan: identitas sebagai underdog.

"Di game hari ini, instruksi dari coaching staff itu satu. Enggak ada tim yang mau kalah di penentuan ini. Kita datang jauh-jauh enggak kepengin kehilangan kesempatan momen ini," ujar Asisten Pelatih SMAN 2 Purbalingga, Swastika Setya Praja saat ditemui di sela-sela gelaran DBL Solo.

Coach Swastika saat memberikan instruksi kepada pemainnya. 

Prinsip underdog mentality menjadi fondasi utama yang ditanamkan kepada para pemain. Bermain di hadapan pendukung lawan dan menghadapi tim-tim tuan rumah tidak menggentarkan mentalitas skuad SMAN 2 Purbalingga.

"Kita tanamkan ke anak-anak underdog mentality. Bukan tim unggulan, bukan tim favorit, bukan sekolah yang memiliki beasiswa di basket. Kita enggak peduli berapa banyak suporternya, enggak peduli berapa besar histori sekolahnya. Yang penting apa yang sudah dilakukan selama latihan dan instruksi pelatih dijalankan," tegas Swastika.

Sosok coach Johan Immanulloh, pelatih sekaligus pendidik di SMAN 2 Purbalingga.

Kembali ke masa lalu, perjalanan SMAN 2 Purbalingga melantai di DBL cukup panjang. Setelah debut di DBL pada 2019, mereka lantas vakum. Namun, coach Johan dan Swastika menyakinkan kepengurusan sekolah betapa pentingnya DBL. Mereka akhirnya kembali hadir meramaikan kompetisi DBL pada 2023. 

Tim ini memulai partisipasinya dari kategori 3x3 dengan sumber daya yang sangat terbatas—berangkat menggunakan mobil sewaan dan membawa skuad pas-pasan.

Baca Juga: Pesan Naratif-Edukatif Jaga Alam Nusantara di AQUA DBL Dance Central Java-South

Perjuangan konsisten tersebut perlahan membuahkan hasil. SMAN 2 Purbalingga berhasil mengukir sejarah saat menembus babak Big Eight Honda DBL Central Java-South 2024. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting yang membuktikan progres nyata program basket sekolah.

Kerja keras jajaran pelatih dalam meyakinkan pihak sekolah dan orang tua murid kini terbayar. Dukungan penuh mulai mengalir, termasuk fasilitas kendaraan operasional sekolah hingga partisipasi aktif orang tua siswa.

"Keberhasilan ini bukan semata-mata dari hari ini kita menang, tapi prosesnya sudah panjang. Dulu pakai mobil sewa, kita cari carteran. Sampai akhirnya sekolah punya mobil sendiri. Kita berkorban, pembuktian dulu ke sekolah. Begitu ada progres, baru dukungan itu datang," kenang Swastika.

Lebih lanjut, bagi Swastika, DBL bukan sekadar turnamen basket anak SMA semata. Bagi tim daerah seperti mereka, DBL adalah etalase menuju masa depan bagi para siswa. Jajaran pelatih menyadari betul bahwa sorotan media dan pemandu bakat di DBL menjadi jembatan bagi para pemain siswa untuk mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi (scholarship).

Swastika mengungkapkan bahwa basket dan DBL telah menjadi instrumen perubahan sosial bagi sebagian alumni mereka. Dan, asa itu yang selalu ia gaungkan demi konsistensi SMAN 2 Purbalingga di DBL.

"Kami hanya bisa 'jual harapan' di DBL setiap tahunnya. Harapan itu nyata. Dulu ada anak-anak yang dari keluarga kurang mampu, lulus dari DBL bisa masuk kuliah lewat jalur beasiswa. Sekarang mereka sudah lulus, bekerja, dan menjadi satu-satunya sarjana di keluarga mereka. Itu prestasi terbesar buat kami," ungkapnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

 

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS