Ada perasaan berbeda ketika Danu Satria Fajar Aprilianto hadir di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Kali ini, Danu tidak datang dengan seragam sekolah. Tidak pula membawa misi mengantarkan SMA Don Bosco Banjarmasin melangkah sejauh mungkin di Honda DBL with Kopi Good Day South Kalimantan.

Danu hadir dengan status yang berbeda. Mantan student-athlete DBL itu kini telah melanjutkan mimpinya sebagai pebasket profesional dengan membela Pacific Caesar Surabaya.

Melihat para student-athlete berjuang di lapangan seakan membawa Danu kembali pada perjalanan beberapa tahun silam. Sebab, DBL punya tempat tersendiri dalam perjalanan basketnya.

Bahkan sebelum mengenakan seragam Don Bosco di DBL, Danu sudah menyimpan mimpi untuk bisa berada di sana. Melantai di kompetisi tersebut menjadi salah satu tujuan yang ia perjuangkan sejak masih duduk di bangku SMP.

Baca Juga: Danu Satria, Jalan Panjang dari DBL Menuju Basket Profesional

Mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan. Selama tiga musim, pada 2022, 2023, dan 2024, Danu menjalani perjalanan panjang bersama Don Bosco di DBL South Kalimantan.

Perjalanannya pun tidak langsung dihiasi keberhasilan.

Pada musim debutnya di 2022, langkah Danu bersama Don Bosco harus terhenti pada pertandingan kedua. Danu bahkan memulai perjalanan DBL-nya dari bangku cadangan.

Satu tahun berselang, ceritanya mulai berubah.

Danu mendapat peran lebih besar dan menjelma menjadi salah satu tumpuan Don Bosco dalam mencetak angka. Bersama rekan-rekannya, ia berhasil membawa Don Bosco melaju hingga partai final DBL South Kalimantan 2023.

Meski belum berhasil membawa pulang trofi, performanya berbuah tempat dalam skuad First Team DBL South Kalimantan. Kesempatan itu membawanya melangkah ke DBL Camp dan bersaing dengan student-athlete terbaik dari berbagai daerah.

Danu berhasil menembus jajaran Top 50 Campers.

Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk menyambut musim terakhirnya. Tahun 2024 menjadi kesempatan terakhir Danu untuk menuntaskan sesuatu yang belum berhasil ia raih bersama Don Bosco.

Kali ini, ceritanya berakhir manis.

Baca Juga: Sinlui Kembali Kawin Gelar di DBL Surabaya, Tiket Final Sold Out dalam Hitungan

Danu berhasil mempersembahkan trofi DBL South Kalimantan untuk sekolah tercintanya. Tak berhenti di sana, penampilan gemilangnya juga membuat Danu dinobatkan sebagai MVP DBL South Kalimantan sekaligus kembali mengamankan tempat dalam skuad First Team.

Perjalanannya di DBL Camp pun melesat lebih jauh. Dari Top 50 Campers pada kesempatan sebelumnya, Danu berhasil menembus jajaran Top 24 Campers.

Sebuah perjalanan panjang untuk seseorang yang awalnya hanya menyimpan mimpi sejak SMP agar suatu hari bisa merasakan atmosfer DBL.

“Tentu dulu main di DBL itu salah satu impian terbesar aku. Dan sekarang benar-benar jadi nyata. Rasanya bahagia banget,” ungkap Danu.

Kini, mimpi itu telah membawanya menuju babak berikutnya. Danu melanjutkan perjalanan basketnya hingga level profesional bersama Pacific Caesar Surabaya.

Itulah yang membuat kehadirannya di DBL East Java-North 2026 terasa seperti pulang ke salah satu tempat di mana mimpinya dahulu tumbuh.

Terlebih, musim ini DBL membawa tema besar Home of the Dreamers. Sebuah tema yang terasa begitu dekat dengan perjalanan Danu.

Ia tahu betul bagaimana rasanya menjadi seorang pelajar yang datang membawa mimpi. Mulai dari duduk di bangku cadangan, mengalami kekalahan, mengejar gelar yang belum berhasil diraih, hingga akhirnya berdiri sebagai champion dan MVP.

Sekarang, Danu melihat mimpi serupa sedang diperjuangkan oleh generasi setelahnya.

“Pastinya bangga banget. Aku dulu juga pernah di posisi mereka. Jadi lihat DBL makin besar dan anak-anak makin berminat, itu hal yang bikin optimistis banget buat masa depan basket Indonesia,” ujarnya.

Bukan hanya perkembangan kompetisinya yang membuat Danu terkesan. Semangat para student-athlete yang berlaga juga berhasil membawanya bernostalgia.

Menurut Danu, para pemain yang ia saksikan punya semangat besar untuk tidak menyerah satu sama lain. Pemandangan itu seperti memutar kembali ingatannya ketika masih menjadi bagian dari Don Bosco.

“Yang paling takjub hari ini sih aku lihat mereka bermain. Semuanya gak mau saling kalah. Terus melihat mereka semangat semuanya, itu kayak mengingat aku masa di posisi mereka dulu,” tuturnya.

Perjalanan Danu memang tak selesai ketika seragam sekolah terakhir kali ia kenakan.

Dari mimpi yang disimpan sejak SMP, memulai DBL dari bangku cadangan, menjadi finalis, First Team, champion, MVP, menembus Top 24 DBL Camp, hingga kini bermain di level profesional bersama Pacific Caesar Surabaya.

Beberapa tahun lalu, Danu adalah salah satu student-athlete yang datang ke DBL membawa mimpi.

Kini, ia kembali ke Home of the Dreamers sebagai bukti bahwa mimpi yang dahulu diperjuangkan di lapangan sekolah bisa membawa seseorang melangkah jauh melampaui masa SMA.

Populer

Pertegas Dominasi, Sinlui Kawin Gelar Lagi di DBL East Java-North 2026!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL D.I Yogyakarta 2026, Minggu, 4 Oktober 2026
Hasil DBL Central Java-North: Sejarah Nusaputera dan Loyola Siap Temu Tritunggal
Jadwal dan Link Streaming DBL Central Java-South 2026, Minggu, 4 Oktober 2026
Hasil DBL D.I Yogyakarta: Finalis Putra Musim Lalu Kunci Posisi di Playoffs!