ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret Magazha Farrel Pranaja (penggawa nomor 17 dari SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung) saat menghadapi SMA Gloria 1 Surabaya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

Bagi Magazha Farrel Pranaja, setiap pertandingan di Honda DBL with Kopi Good Day East Java Championship selalu punya cerita yang bisa dibawa pulang, Selasa, 6 Oktober 2026.

Begitu pula dengan laga terakhirnya bersama putra SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung (Smariduta) di DBL East Java Championship 2026. Sebagai pemain senior yang kini duduk di kelas XII, pertandingan tersebut menjadi salah satu momen yang cukup berarti bagi Gazha, sapaan akrabnya.

Pada hari kedua pelaksanaan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship, putra Smariduta berhadapan dengan SMA Gloria 1 Surabaya, Runner-up DBL East Java-North 2026. Dalam laga tersebut, Smariduta harus mengakui keunggulan Gloria 1 dengan skor 58-20.

Baca Juga: Kurang Fit Tak Membuat Tristan Menepi, Smabul Melaju ke Fantastic Four

Magazha Farrel Pranaja saat pemanggilan pemain di laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java ChampionshipMagazha Farrel Pranaja saat pemanggilan pemain di laga Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

Hasil itu membuat langkah Smariduta di DBL East Java Championship 2026 harus terhenti. Meski begitu, Gazha tetap menunjukkan kontribusinya di lapangan. Turun selama 34 menit, Gazha mencatatkan 10 poin dan 4 rebound untuk membantu perjuangan Smariduta di pertandingan tersebut.

Gazha sebenarnya punya harapan untuk membawa timnya melangkah lebih jauh hingga final di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship. Namun, terlepas dari hasil pertandingan, ada banyak hal yang menurutnya bisa dipelajari dari penampilan kali ini.

Salah satunya adalah soal ketenangan saat bermain. Gazha merasa permainan timnya masih bisa lebih sabar, terutama ketika menjalankan offense. Beberapa keputusan juga diambil terlalu cepat yang akhirnya membuat permainan putra Smariduta belum berjalan sesuai yang mereka inginkan.

"Aku sadar banget kalau defense-ku hari ini kurang maksimal, offense-nya juga keburu-buru. Dari situ aku belajar kalau ke depannya kami harus lebih sabar," ujarnya saat ditemui usai laga.

Baca Juga: Esemkada Fans Kawal SMKN 2 Probolinggo ke DBL Arena!

Magazha Farrel Pranaja saat akan melepaskan bola di tembakan bebas saat menghadapi SMA Gloria 1 SurabayaMagazha Farrel Pranaja saat akan melepaskan bola di tembakan bebas saat menghadapi SMA Gloria 1 Surabaya

Bagi Gazha evaluasi tersebut tidak mematahkan semangatnya. Justru Gazha melihatnya sebagai bagian penting dari perjalanannya di basket. Dari situ, ia mengaku bisa melihat secara langsung hal-hal kecil yang masih perlu diperbaiki dalam permainan, baik secara individu maupun tim. 

Rasa syukur dan antusiasme itu pun tak bisa ia sembunyikan. "Aku senang banget karena bisa main di DBL Arena lagi. Jadi, aku 3 tahun berturut-turut jadi bagian putra Smariduta di DBL East Java Championship," kata Gazha.

Menariknya, perjalanan Gazha di basket sendiri berawal dari hal yang sederhana. Saat pandemi Covid-19 membuat aktivitas sekolah terbatas, ia mencoba mengikuti ekstrakurikuler basket ketika kelas VII SMP. Dari sekadar mengisi waktu, basket kemudian berkembang menjadi olahraga yang membuatnya menemukan banyak pengalaman baru.

Selama menjalani perjalanan tersebut, Gazha tidak hanya belajar tentang permainan di lapangan. Ia juga mendapatkan banyak teman, belajar bekerja bersama tim, mengenal arti disiplin, hingga merasakan bagaimana proses latihan dari nol bisa membawanya mendapatkan predikat Champion selama 3 tahun berturut-turut di DBL East Java-West bersama putra Smariduta.

Baca juga: Musim Pertama Bersama Putra Sinlui, Andres Jethevan Bawa Pengalaman Timnas U15

"Jujur aku nggak nyangka ada di titik ini. Bangga banget lah. Bukan cuma ke aku, tapi juga ke seluruh tim Smariduta," terangnya.

Gazha memang belum ingin menjadikan basket sebagai jalur profesional dan masih memandangnya sebagai hobi ke depannya. Namun, pengalaman yang didapat selama bermain basket akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Termasuk pertandingan hari ini. Gazha memandangnya sebagai penutup yang memberinya satu lagi bahan untuk belajar. Tentang bagaimana bermain lebih tenang, lebih sabar, dan terus mengevaluasi diri.

Dan yang paling penting, tentang bagaimana menikmati setiap kesempatan yang datang. 3 tahun, tiga kali menginjakkan kaki di DBL Arena. Bagi Gazha, itu sudah menjadi perjalanan yang layak dikenang.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS