ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi Muhammad Arjuna (jersei gelap) berusaha mencetak poin untuk SMA Theresiana 1 Semarang di laga kontra SMA Terang Bangsa Semarang, pada Selasa, 6 Oktober 2026

Setiap pemain punya jalannya masing-masing untuk bersinar. Bagi Muhammad Arjuna, pemain kelas XII SMA Theresiana 1 Semarang, Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java-North bukanlah cerita manis yang datang secara instan. 

Ada proses panjang yang diwarnai kegagalan, perombakan tim, hingga perubahan sudut pandang dalam memandang tekanan.

Langkah Arjuna di DBL dimulai dengan rasa pahit ketika ia masih duduk di kelas X. Saat itu, Theresiana harus tersingkir lebih awal di fase grup usai takluk dari SMA Sedes Sapientiae Semarang. 

Setahun berselang di kelas XI, Arjuna hanya berlaga di AZA 3X3 Competition 2025 Central Java-North. Langkahnya kembali tertahan sebagai runner-up setelah kalah tipis 7-8 dari SMA Satya Wacana.

Sebuah kekalahan yang terasa seperti revans bagi lawan setelah Theresiana sempat menumbangkan mereka 26-21 di partai lima lawan lima pada musim sebelumnya.

Namun, di tahun terakhirnya berseragam Theresiana, garis takdir Arjuna berubah. Theresiana sukses mengunci satu tempat di babak Fantastic Four dan semakin dekat dengan partai puncak DBL Central Java-North 2026.

"Rasanya senang dan bahagia banget. Banyak lekuk-lekuknya di DBL, tapi pada akhirnya bisa sampai Fantastic Four. Apalagi ini tahun terakhirku, aku cuma pengen bisa banggain semua orang yang ngasih harapan ke aku, orang tua, coach, guru, dan sekolah," ungkap Arjuna.

Baca Juga: Musim Lalu Tereliminasi dari Tim, Jonathan Marvell Buktikan Dua Digit di Playoff

Melonjaknya performa Theresiana musim ini tak lepas dari perombakan masif di dalam tim setahun terakhir. 

Kembalinya pelatih lama Theresiana, Coach Arief Djazuli Rachmat, membawa struktur latihan yang lebih disiplin, didampingi kehadiran deretan rookie potensial yang memperkuat skuad.

"Pas aku kelas XII ini coach baru datang. Kebetulan kita juga punya rookie berpotensi tinggi yang bisa support kita sampai di titik ini. Dari segi latihan, Coach Arief disiplin banget sama gameplay, terutama defense," jelas Arjuna.

Di bawah arahan Coach Arief, porsi latihan dijalankan hampir setiap hari dengan fokus yang merata, mulai dari agility, endurance, hingga pemantapan materi taktik dan eksekusi shooting.

Puncak aksinya tersaji saat Theresiana menumbangkan tim kuat SMA Terang Bangsa Semarang di babak Big Eight. 

Arjuna tampil ganas dengan mencetak 20 poin untuk memastikan kemenangan timnya. Uniknya, ketenangan Arjuna di lapangan lahir setelah ia melepas semua beban ekspektasi.

"Jujur aku nggak tahu kenapa bisa sampai 20 poin. Mungkin karena doa orang tua. Sebelum tanding aku sempat chat orang tua, aku minta mereka doain aja yang terbaik dan nggak usah berharap apa-apa," cerita Arjuna.

DBL-Central-Java-North-SMA-Theresiana-1-Semarang-(Muhammad-Arjuna)
Muhammad Arjuna saat menggiring bola pada laga perempat final DBL Central Java-North di Sahabat Arena Semarang

Sikap tersebut menjadi titik baliknya. Jika di kelas X dan XI orang tuanya kerap menuntut target juara, di musim terakhir ini sang ibu justru memberinya ruang untuk bermain tanpa beban. 

"Mamaku bilang, 'Sudah Jun, nggak berharap kok, cuma mendoakan yang terbaik aja aja.' Itu yang bikin aku main lepas banget, nggak mikirin pressure."

Melihat pencapaiannya hari ini, tak banyak yang tahu bahwa Arjuna mengawali karier olahraganya dari sepak bola. 

Sejak SD, ia menggeluti sepak bola namun lebih sering duduk di bangku cadangan. Pandemi Covid-19 sempat menghentikan seluruh aktivitas olahraganya, hingga temannya bernama Tirta mengenalkannya pada olahraga bola basket saat kelas 2 SMP.

"Dulu di bola aku cuma cadangan. Pas SMP diajak basket, ternyata suka dan ketagihan, akhirnya sampai sekarang masih aku tekuinin," kenangnya sambil tersenyum.

Kini, di babak semifinal (Fantastic Four), Theresiana bakal menantang pemenang dari duel sengit antara SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang dan SMAN 11 Semarang demi berebut tiket ke laga final. 

Baca Juga: Setelah Enam Musim Berkelana, Coach Arief Akhirnya ‘Pulang’ ke Theresiana

Menghadapi siapa pun lawannya nanti, Arjuna mengaku siap memberi segalanya di musim terakhirnya.

"Siapa pun yang mau ketemu kita, bakal kita hadapi. Di DBL semuanya bisa terjadi. Di tahun terakhir ini, aku cuma mau kasih yang terbaik buat sekolah, orang tua, dan teman-teman tim yang sudah berjuang bareng," tegas Arjuna.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS