ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Aksi penggawa Kosayu, Nadine Danisha Prameswari (kanan) saat berlaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship

Kurang lebih selama 6 tahun Nadine Danisha Prameswari menghabiskan masa kecilnya di kolam renang. Dari sekadar berenang setiap akhir pekan, ia kemudian menekuni latihan serius, mengikuti berbagai kejuaraan, hingga tampil di event bertaraf internasional.

Namun, ketika memasuki SMP, Nadine justru memilih meninggalkan dunia yang sudah membesarkannya itu.

Ia beralih ke basket.

Keputusan tersebut bukan karena renang tak lagi memberinya pencapaian. Justru sebaliknya. Nadine sudah merasakan bagaimana rasanya berdiri di podium dan meraih medali. Ia juga pernah tampil di ajang seperti Jatim Open hingga event bertaraf internasional di Saigon.

Awalnya, renang memang bukan sesuatu yang ia pilih sendiri. Saat masih TK, Nadine sering meminta berenang setiap akhir pekan. Melihat kemampuan putrinya yang bisa mengapung dan menahan napas cukup lama, kedua orang tua Nadine kemudian memasukkannya ke klub renang di Malang.

Baca juga: Hua Ind Mania Kobarkan Api di DBL Arena Lewat Koreo Phoenix!

Baru sekitar 3 bulan berlatih, Nadine sudah dipindahkan ke kelompok unggulan.

Potret Nadine saat mengikuti kompetisi renang Nasional saat kelas IV SD (Foto: dokumentasi pribadi Nadine Danisha Prameswari)

Dari sana, renang menjadi bagian besar dari masa kecilnya. Ia terus berlatih hingga kelas VI SD dan mengikuti berbagai perlombaan. Ada momen ketika ia membawa pulang medali, bahkan tampil di kompetisi bertaraf internasional.

Di tengah perjalanan itu, basket justru muncul dari sekolah.

Guru olahraga sekaligus pelatih di sekolah dasar melihat kemampuan fisik Nadine dan mengajaknya mengikuti ekstrakurikuler basket. Awalnya hanya kegiatan tambahan. Namun, Nadine perlahan merasa lebih nyaman berada di lapangan.

Salah satu momen yang membuatnya semakin tertarik terjadi ketika duduk di kelas VI SD. Ia mengikuti turnamen basket dan untuk pertama kalinya menjadi MVP (Most Valuable Player) sekaligus membawa timnya menjadi juara.

Ketika namanya dipanggil sebagai MVP, Nadine mengaku sempat tidak percaya.

Baca juga: 7 Tahun Menunggu, Smabul Boys Akhirnya Menjemput Mimpi di DBL Arena

Pengalaman itu membuat basket terasa berbeda. Ada teman-teman yang bisa saling membantu, ada permainan yang dibangun bersama, dan ada rasa senang yang ia dapatkan ketika berada di dalam tim.

Hal tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Nadine akhirnya memilih basket.

“Kalau renang itu individu kan kita harus apa-apa sendiri. Terus kalau basket kan bisa dibantu teman-teman, terus lebih enjoy, lebih banyak teman,” cerita Nadine.

Keputusan meninggalkan renang tentu bukan sesuatu yang langsung diterima begitu saja oleh sang Mama. Nadine sudah terlalu jauh menekuni olahraga tersebut. Ia bahkan sudah mencapai level yang membuat orang-orang di sekitarnya merasa sayang jika semuanya harus ditinggalkan.

Deretan medali yang diraih Nadine dari cabor renang (Foto: dokumentasi pribadi Nadine Danisha Prameswari)

“Banyak yang bilang juga sayang banget ini udah internasional gitu. Terus ya mau gimana lagi,” ujarnya.

Namun, Mama dan Papa tetap mendukung pilihan Nadine. Mama memang sempat membutuhkan keyakinan lebih karena perjalanan renang Nadine sudah panjang. Sementara Papa menyerahkan pilihan tersebut selama sesuai dengan minat dan kemampuan putrinya.

Akhirnya, ketika masuk SMP, Nadine benar-benar memilih basket.

Ia melanjutkan sekolah di SMPN 21 Malang dan tetap berlatih bersama pelatih yang sudah mengenalnya sejak SD. Perjalanannya di basket tidak langsung penuh kemenangan. Nadine mengaku sempat mengalami masa ketika tubuhnya lebih berat sehingga permainan dan pencapaiannya belum sesuai harapan.

Tetapi ia tetap bertahan.

Baca juga: Tempuh 25 Kilometer dari Rumah ke Sekolah, Azriel Kejar Mimpi Bersama Smabul

Kini, Nadine duduk di kelas X SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu). Pilihan sekolahnya juga sederhana. Kosayu menjadi sekolah yang paling dekat dengan rumahnya di Sawojajar, sekitar 15 menit perjalanan.

Bersama Kosayu, pilihan Nadine untuk menekuni basket mulai membawanya ke panggung yang lebih besar.

Nadine membantu Kosayu meraih gelar juara Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-South. Pencapaian tersebut sekaligus membawa mereka melanjutkan perjalanan ke Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java Championship.

Di East Java Championship, Kosayu mampu melangkah hingga Fantastic Four. Perjalanan mereka akhirnya terhenti setelah kalah tipis 43-48 dari SMA Gloria 1 Surabaya.

Dalam pertandingan tersebut, Nadine tetap ikut membantu perjuangan Kosayu dengan torehan 6 poin, 4 rebound, dan 1 assist.

Bagi Nadine, pertandingan itu sekaligus menjadi pengalaman pertamanya bermain di DBL Arena. Sebelumnya, ia hanya mengenal arena tersebut dari media sosial.

Ketika akhirnya berdiri langsung di lapangan, ukurannya terasa jauh berbeda dari yang selama ini ia lihat melalui layar.

“Vibes-nya jauh banget. Ramai banget, terus lapangannya kayak lebih besar,” katanya.

Untuk mencapai panggung tersebut, Nadine dan tim Kosayu menjalani persiapan sekitar 6 bulan. Sekitar 4 bulan di antaranya diisi dengan latihan gym. Bahkan, selama sekitar sebulan, mereka sempat menjalani latihan tiga kali dalam sehari.

Kini, pengalaman 6 tahun di kolam renang justru ikut membantu Nadine di basket. Kemampuan mengatur napas yang terbentuk dari latihan renang membuatnya lebih terbiasa menghadapi aktivitas fisik panjang. Kekuatan kakinya untuk berlari juga terasa menjadi bekal ketika bermain basket.

Namun, ada satu hal yang tidak bisa diberikan renang kepadanya, teman-teman untuk berjuang bersama.

Di basket, Nadine menemukan itu.

Ia bisa mengangkat teman ketika ada yang sedang turun, sekaligus mendapat dukungan ketika dirinya sendiri membutuhkan dorongan. Hal tersebut pula yang membuatnya merasa nyaman dengan pilihan yang sudah diambilnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS