Sedari kecil, basket bukanlah dunia yang asing bagi Cokorda Istri Lalita Amandari, salah satu pemain tim putri SMA Gonzaga Jakarta. Bagaimana tidak, Lalita, begitu ia disapa, sudah dikelilingi oleh lingkungan keluarga yang dekat dengan olahraga tersebut.
Sang ayah merupakan salah satu legenda basket asal Bali, Cokorda Anom Indrajaya, yang pernah memperkuat Aspac Jakarta dan membela Bali dalam ajang PON 1996.
Musim ini menandai kali pertama Lalita berada dalam barisan Gonzaga di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Jakarta. Sebelum menginjakkan kaki di kategori 5on5, ia sempat bersaing di lantai AZA 3X3 Competition 2025 South Jakarta.
Rupanya, ada alasan tersendiri di balik keputusannya untuk lebih dulu melantai di format tiga lawan tiga.
“Tahun lalu, aku memilih buat ikut 3X3 karena habis cedera PCL (Posterior Cruciate Ligament). Kejadiannya waktu itu aku jatuh pas tanding di Kejurda pas November 2024, habis itu aku harus operasi. Proses pemulihannya butuh satu tahun dan baru tanding 5on5 lagi tuh Desember 2025,” ceritanya.
Baca Juga: Cerita Alya Rohali Temani Perjalanan Sang Putri Wujudkan Mimpi di AQUA DBL Dance
Tak bisa dipungkiri, cedera merupakan mimpi buruk bagi student-athlete. Begitu juga dengan Lalita yang sempat dihantui perasaan takut dan khawatir.
Perjuangan untuk bangkit pun tak semudah yang dibayangkan. Saat tengah mematangkan persiapan menuju DBL South Jakarta 2026, cedera PCL yang dialaminya kembali kambuh, tepat lima bulan sebelum kompetisi dimulai.
“Aku disuruh strength training dulu sama dokter sambil dilihat kira-kira bisa enggak buat main di DBL, ternyata bisa,” ucapnya.
Ia tak menampik, kondisi tersebut berpengaruh besar dalam performanya selama di lapangan. Perasaan was-was kerap menyelimutinya saat harus melancarkan serangan kepada tim musuh.
”Setiap kali aku kejar bola tuh pasti aku mikir dulu. Takut banget pokoknya, jadi ada traumanya gitu,” ungkapnya.
Terlepas dari itu, Lalita tetap berupaya keras untuk memberikan aksi terbaik bersama srikandi Gonzaga. Terlebih, ada dukungan dari keluarga besar yang selalu setia mengiringi langkahnya sebagai student-athlete.
Baca Juga: Jerih Payah Coach Rizki Ari Menjemput Kembali Kejayaan Limau
.jpg)
Potret Cokorda Istri Lalita bersama Cokorda Anom Indrajaya (ayah) dan keluarganya
Laila justru mengaku, nama besar sang ayah bukanlah sesuatu yang membebani. Sebaliknya, hal itu menjadi motivasi tambahan untuk terus memberikan penampilan terbaik. Terlebih, kedua orang tuanya selalu memberi kebebasan untuk menentukan jalan yang ingin ia pilih sendiri.
“Orang tua aku enggak pernah paksa untuk basket. Mau main basket atau enggak pasti bakal di-support. Kakak aku tuh fokus di musik, aku di basket, terus adik lebih fokus di akademik. Aku juga sempat pengin berhenti di basket, tapi akhirnya aku ngobrol sama orang tua enaknya gimana dan dari mereka nyuruh coba dulu,” terangnya.
DBL South Jakarta 2026 pun menjadi panggung bagi Lalita untuk melanjutkan perjuangannya dan kembali membuktikan diri di lapangan basket.
Bahkan, ia bersama putri Gonzaga bisa kembali merasakan lantai Fantastic Four. Meski harus mengakui kehebatan SMAN 70 Jakarta dengan skor tipis 37-35 pada Rabu, 14 Oktober 2026, Lalita tetap merasa bangga dengan kerja keras yang telah dikerahkan timnya.
Tak ingin larut dalam kekecewaan, Lalita memilih untuk menaruh fokus penuh dalam menyambut persaingan DBL Jakarta Championship 2026.
“Kita harus lebih persiapkan mental. Apalagi, tim cowok kita juga sudah gugur, jadi last hope ada di kita,” tutupnya.
DBL South Jakarta 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)