ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret salah satu pemain SMA Semesta Bilingual Boarding School Kota Semarang, Aryasatya Putra Dewa, usai menjalani prosesi pengalungan medali Champion Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java, pada 13 Oktober 2026

Di balik selebrasi juara SMA Semesta Bilingual Boarding School Kota Semarang, ada rasa lega yang meluap dari dada sang kepala pelatih, Bima Wilulangit. 

Kemenangan 59-51 atas sang rival, SMA Tritunggal Semarang, bukan sekadar trofi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java yang berhasil diboyong pulang usai penantian panjang selama tujuh musim. 

Bagi Coach Bima, kemenangan ini terasa begitu personal dan berharga, seperti jawaban dari yang Kuasa atas luka, pengorbanan, dan omongan negatif yang membanjiri media sosial sepanjang kompetisi.

Sebelum gelaran puncak DBL Central Java bergulir, media sosial, khususnya kolom komentar YouTube, dipenuhi oleh sentimen miring. 

Di tengah ketatnya persaingan, Coach Bima bahkan sempat mendapati dirinya dan tim dibanjiri komentar pedas, dicap sebagai pelatih bodoh, hingga disebut tidak layak melangkah ke babak final.

Sebagai nahkoda tim, Coach Bima paham betul bahwa cemoohan di media sosial adalah risiko pekerjaan yang harus ditelannya bulat-bulat. 

Namun, hati kecilnya hancur seketika saat omongan pedas orang-orang di internet itu mulai masuk dan menyakiti hati keluarganya di rumah, termasuk sang istri.

Setiap hari, perjuangan Coach Bima menuntut pengorbanan waktu luar biasa dari keluarga kecilnya. Ia harus meninggalkan anak dan istrinya setiap hari sejak subuh demi melatih anak-anak didiknya. 

Tekanan batin semakin berat ketika sang istri tak sanggup menahan air mata membaca deretan komentar kejam yang menyudutkan suami dan para pemain Semesta. 

Baca Juga: Revans Manis! Semesta Taklukkan Tritunggal dan Jadi Penguasa DBL Central Java

Rasa trauma itu bahkan membekas begitu dalam, hingga sang istri menolak untuk menyaksikan jalannya laga final dari kanal YouTiba, hanya karena tak tega membayangkan kesedihan yang harus ditanggung jika Semesta kembali menelan kekalahan.

"Kemarin istri saya sampai nangis setiap lihat komentar YouTube di mana saya dihujat, dibilang Semesta gak pantes juara, bilang saya pelatih bodoh, Istriku nangis, bahkan sampai hari ini dia nggak mau nonton karena takut ketika aku kalah, dia selalu nggak tega," cerita Coach Bima dengan suara bergetar. 

"Itulah kenapa kemenangan ini harganya mahal banget buat saya. Ini kemenangan yang sangat berarti."

DBL-Central-Java-SMA-Semesta-Semarang-(Champion-Part-2)
Ekspresi lega Coach Bima usai pengalungan medali

Ketikkan jari netizen dengan mudahnya meremehkan perjuangan Semesta sejatinya berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. 

Sosok yang bersembunyi di balik akun media sosial tak pernah menyaksikan bagaimana skuad Semesta menggembleng fisik dan mental mereka sejak matahari terbit. 

Setiap hari, sebelum salat Subuh dan bel sekolah berbunyi, Semesta sudah mandi keringat di lapangan. 

Selepas jam pelajaran usai hingga petang, porsi latihan berat kembali mereka lahap. Pengorbanan waktu bersama keluarga, kelelahan fisik, sampai pembentukan mental bertanding dijalani demi memantaskan diri di partai puncak DBL Central Java.

Tak cuma disiplin fisik, Coach Bima juga mencurahkan seluruh energinya dalam urusan strategi. Selepas bertekuk lutut 80-36 dari Tritunggal pada final Central Java-North, Coach Bima tidak tinggal diam. 

Baca Juga: Tritunggal Rebut Kembali Takhta DBL Central Java-North Sekaligus Kawinkan Gelar!

Ia mengisolasi diri dari hiruk-pikuk dunia luar, membedah rekaman pertandingan berulang kali, hingga menemukan kelemahan Tritunggal yang terletak pada tembakan midrange two-points.

Guna mematangkan persiapan sekaligus memulihkan kondisi mental tim, Coach Bima memboyong anak asuhnya melakoni sesi pemulihan fisik dan ice bath di salah satu tempat di Salatiga. 

Di sana, tanpa memegang bola basket, mereka duduk melingkar, menyaksikan video analisis laga, dan menyatukan kembali visi bertanding.

Strategi tersebut terbukti manjur. Di laga final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Java, skema pertahanan Semesta sukses memaksa Tritunggal melakukan tembakan jarak menengah dengan akurasi di bawah 30 persen. 

Ditambah kedewasaan pilar utama Wal Wakow Wal Deng dalam mengalirkan bola, serta kepemimpinan sang kapten Akira Kinan Ataya dan kontribusi kolektif barisan pemain pelapis, Semesta tampil begitu matang.

Gelar juara ini membuat Semesta layak mendapat julukan the giant slayer. Perjalanan mentereng dimulai dengan meruntuhkan SMAN 11 Semarang di semifinal region, memulangkan juara musim lalu SMA Pelita Nusantara Kasih Surakarta di semifinal babak Championship, hingga melakoni revans atas Tritunggal di partai final.

Baca Juga: Runner-Up Musim Lalu Pulang Akibat Dua Menit Mencekam dari Semesta

Ketika peluit panjang dibunyikan, seluruh beban, lika-liku latihan, serta tangisan sang istri resmi terbayar tuntas. 

Di akhir momen kejayaannya ini, Coach Bima tak lupa menyampaikan rasa terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh anak didiknya yang telah berdarah-darah mempercayai proses hingga titik penghabisan.

"Bukan say thank you lagi, tapi aku bangga banget sama mereka. Terima kasih kalian mau percaya sama aku bahwa hasil nggak akan mengkhianati proses, terima kasih kalian percaya sama aku bahwa semua yang kita lakukan ini akan membuahkan hasil," ungkap Coach Bima haru.

DBL-Central-Java-SMA-Semesta-Semarang-(Champion-Part-2)
Selebrasi para pemain Semesta saat berhasil menambah koleksi trofi DBL Central Java 2026

Coach Bima berhasil memimpin timnya menuntaskan DBL Central Java dengan kepala tegak, menjawab komentar negatif dengan cara paling elegan atas segala keraguan.

"Sebelum jarimu menulis sesuatu yang jahat, kalian harus mengerti apa yang telah mereka perjuangkan. Mereka mengorbankan banyak sekali. Terakhir, aku cuma mau bilang, now we are the champion, bro!"

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  

Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS