Setiap siswa punya caranya sendiri untuk berkontribusi dan membanggakan sekolah. Di ajang Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Jakarta, kontribusi itu hadir dalam berbagai bentuk.
Ada tim basket yang berjuang di lapangan demi mengharumkan nama sekolah. Ada pula tim dance yang membawakan koreografi penuh makna, serta barisan suporter yang tak henti memberikan dukungan kepada rekan-rekan mereka. Di balik semua itu, ada sosok-sosok yang turut mengambil peran melalui kontribusi mereka masing-masing.
Salah satunya adalah Ayesha Leilani dari SMA Labschool Kebayoran. Siswi kelas XII yang akrab disapa Lani ini ternyata menjadi sosok di balik desain kaos suporter SMA Labschool Kebayoran. Lewat karyanya, Lani, sapaan akrabnya, turut ambil bagian dalam mendukung perjuangan tim basket sekolahnya di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Jakarta.
Baca Juga: Mental Baja Aqylla Kania, Sang Kapten Stingers yang Bukukan 23 Rebound
Setiap kontribusi yang mereka berikan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua. Dengan caranya masing-masing, mereka turut mengharumkan nama sekolah. Hal itu disampaikan mama Lani, Ade Kumala, dalam postingannya di Threads.
Dalam unggahannya, Mama Ade menuliskan, "Ikut happy lihat postingan ortu-ortu support dan banggain anaknya yang tanding basket atau perform dance di DBL. Anakku gak main basket atau nge-dance, tapi DESAIN KAOS SUPORTER RESMI yang dipakai teman-temannya seangkatan. Proud of you, girl."
Unggahan Mama Ade di Threads
Unggahan tersebut kemudian membawa kami menghubungi Mama Ade untuk mengetahui lebih jauh cerita di balik desain kaus suporter itu. Ia mengungkapkan bahwa kemampuan Lani dalam bidang desain memang sudah terlihat.
"Dan ternyata kaosnya banyak dipesan dan dipakai oleh teman-teman seangkatan. Jadi, terasa kalua karyanya dihargai," ujar Mama Ade, Kamis, 15 Oktober 2026.
Mama Ade bercerita bahwa Lani sudah gemar menggambar sejak duduk di bangku SD. Jika dahulu ia menuangkan ide-idenya secara manual di buku gambar, kini Lani mulai beralih ke media digital.
Baca Juga: Petik Pelajaran Musim Lalu, Raina Aisha Ungkap Perombakan Defense Bulungan
Meski Mama Ade dan suami mengaku tidak terlalu memahami dunia seni, mereka tetap memberikan dukungan penuh terhadap minat sang putri. Alih-alih membatasi hobinya, keduanya justru berusaha menyediakan berbagai perlengkapan untuk menunjang kreativitas Lani, seperti Wacom dan tablet.
"Saya juga mengajak ke museum atau art gallery dan mengenalkannya ke rekan-rekan kami yang memang berkecimpung di dunia seni," ceritanya.
Mama Ade juga pernah mengajak Lani untuk mengunjungi museum di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cara Mama Ade mengenalkan Lani pada dunia seni secara langsung.
"Dia juga sempat ke MoMa yang ada di New York. Waktu itu dia kelihatan happy banget," ungkapnya.
Dukungan Mama Ade terhadap minat Lani tidak berhenti di sana. Ia dan suami juga mempertimbangkan pilihan sekolah yang tepat agar sang putri bisa terus mengembangkan bakatnya. Menurut Mama Ade, lingkungan pendidikan yang sesuai menjadi salah satu hal penting untuk mendukung potensi Lani.
Baca Juga: Fixed! Inilah Best Five AQUA DBL Dance 2026 South Jakarta
Mama Ade menilai sejak kecil, Lani memang lebih percaya diri dalam mengekspresikan emosinya melalui gambar. Mama Ade juga melihat adanya keinginan kuat dalam diri putrinya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan di bidang desain.
"Kalau saya lihat, Lani ini bukan sekadar fase senang menggambar. Dari situ saya tahu Lani berbakat di seni rupa," terang Mama Lani.
Gambaran Lani saat masih kecil (Foto: dokumentasi pribadi Mama Ade)
Lalu, bagaimana proses Lani hingga akhirnya dipercaya mendesain kaos suporter SMA Labschool Kebayoran? Untuk mengetahui lebih jauh, kami juga menghubungi Lani secara langsung.
Ia bercerita bahwa prosesnya dimulai ketika pengurus suporter menghubunginya untuk mendiskusikan konsep desain yang ingin dibuat.
"Saya kasih sekitar tiga sketch dasar dulu, baru dilanjut finishing dan revisi," beber Lani.
Menurut Lani, proses pembuatan kaos suporter dari tahun ke tahun memang dipercayakan kepada siswa kelas XII. Pihak sekolah dan pengurus suporter biasanya mulai mencari siswa yang kerap terlibat dalam kegiatan OSIS, khususnya di bidang desain.
"Jadi, dari portofolio juga kelihatan yang punya style desain yang cocok untuk dijadikan kaus suporter," tuturnya.
Lani sendiri mengaku cukup sering terlibat dalam program kerja OSIS di bidang desain. Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa mengerjakan berbagai kebutuhan visual sekolah hingga akhirnya mendapat kepercayaan untuk merancang kaus suporter yang dikenakan teman-teman seangkatannya.
Melalui karyanya, Lani membuktikan bahwa ada banyak cara untuk berkontribusi dan membanggakan sekolah. Menjadi sosok di balik desain kaos suporter pun merupakan bentuk kontribusi yang berarti, sebab kaus tersebut bukan sekadar pakaian, tetapi juga menjadi bagian dari identitas sekolah.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)