Perjalanan sebuah tim menuju kemenangan terkadang tidak hanya diuji oleh tangguhnya lawan di atas lapangan, melainkan juga oleh drama dan rintangan yang tak terduga di tengah jalan.
Inilah kisah nyata yang mengiringi langkah SMAN 3 Tondano (Smart) saat menembus babak Big Eight Honda DBL with Kopi Good Day 2026 North Sulawesi.
Di balik pencapaian historis mereka musim ini, tersimpan cerita menegangkan tentang sang asisten pelatih yang sempat mengalami insiden saat hendak mendampingi anak-anak asuhnya bertanding.
Bagi SMAN 3 Tondano, melangkah hingga babak Big Eight tahun ini adalah sebuah lompatan prestasi yang luar biasa.
Dalam tiga musim sebelumnya, langkah Smart selalu terhenti di babak 32 besar alias tumbang pada laga perdana.
Namun, musim ini cerita itu berubah total. Dua kemenangan manis berhasil dikantongi secara beruntun, masing-masing saat menundukkan SMAN 7 Manado dengan skor telak 42-10, dan kemenangan dramatis tipis 18-17 atas SMA Dian Harapan Manado.
Tren positif inilah yang membuat mental dan semangat anak-anak Smart berada di titik tertinggi jelang laga krusial menghadapi salah satu tim unggulan, SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon (Losnito).
Baca Juga: 1001 Cara Tesalonika Kembali ke DBL: Dari All-Star, Komentator, dan Ofisial Tim
Namun, tensi tinggi hari itu tak hanya dirasakan di atas parket GOR Politeknik Negeri Manado, melainkan sudah dimulai sejak perjalanan dari Tondano.
Berjarak sekitar 30 kilometer dari Manado, perjalanan tim terbagi menjadi dua rombongan, para pemain menumpang bus sekolah, sementara sang Kepala Pelatih Gracia Tulandi bersama Asisten Pelatih Daryl Mamesa meluncur menggunakan mobil pribadi.
Nahas, di tengah perjalanan melintasi jalur berliku Tondano via Airmadidi, sebuah insiden tak terduga terjadi.
Di sebuah tikungan tajam, mobil yang dikendarai Coach Daryl tersengser dan diserempet oleh sebuah truk dari arah berlawanan.
"Tadi sempat kesenggol sama truk gitu, diserempet di bagian depan sebelah kanan pas di tikungan," kenang Coach Daryl menceritakan detik-detik menegangkan tersebut.
Akibat hantaman itu, bodi depan mobil mengalami kerusakan cukup parah, sementara tangan sang asisten pelatih sempat terkena serpihan spion hingga terasa perih.

Potret Coach Daryl saat mendampingi SMAN 3 Tondano dari pinggir lapangan
Di tengah situasi syok dan kendaraan yang rusak akibat insiden tersebut, sebuah dilema sempat melintas di benak Coach Daryl.
Ia bahkan sempat berniat meminta Kepala Pelatih melanjutkan perjalanan dengan bus bersama para pemain, sementara dirinya memilih berbalik arah mengurus mobil.
Namun, melihat semangat para pemainnya hari ini, ia mengurungkan niat tersebut. Ia tahu betul bahwa anak-anak didiknya sedang berada dalam mood dan semangat yang luar biasa setelah mencatatkan pencapaian lolos ke Big Eight.
Jika ia memilih mundur, dikhawatirkan hal itu justru meruntuhkan mentalitas bertanding tim. "Anak-anak kan mentalnya lagi up banget hari itu. Nggak mau bikin mental mereka down. Ya sudah, lawan saja," tegas Coach Daryl.
Baca Juga: Virginia Sulangi, Juara OSN Kimia Kota Tomohon yang Tampil di AQUA DBL Dance
Usai berhenti sejenak untuk memastikan kondisi dan akhirnya memutuskan tetap melanjutkan perjalanan berdampingan dengan bus pemain, Coach Daryl membawa serta semangat ketahanan itu langsung ke pinggir lapangan.
Di matanya, insiden di jalan raya hanyalah bagian dari ujian perjalanan yang harus disyukuri dan tidak boleh dijadikan alasan untuk melemah di hadapan anak-anak asuh.
Bertemu dengan tim apik sekelas Losnito di babak menuju semifinal tentu bukan perkara mudah. SMAN 3 Tondano akhirnya harus mengakui ketangguhan sang lawan dan menutup laga dengan skor 45-23.
Meski begitu, kekalahan tersebut sama sekali tidak menyisakan duka yang mendalam atau kekecewaan berlebihan di kubu Smart.
Dari sudut pandang kepelatihan, Coach Daryl merasa sangat puas melihat perkembangan mentalitas timnya yang kini jauh lebih berani dan lepas tanpa rasa takut.
"Kalau dari saya, sudah puas sekali. Kalau match yang sudah lewat mereka masih takut-takut dan nggak pede, sekarang mental mereka sudah naik. Tadi di bench pelatih juga pada bilang, 'senyum aja, senyum.' Mereka main nothing to lose dan menyelesaikannya dengan legowo," ungkapnya dengan senyum.
Perjalanan 30 kilometer dari Tondano hari itu mengajarkan banyak hal bagi SMAN 3 Tondano. Bahwa di dalam maupun di luar lapangan, basket bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi tentang bagaimana ketangguhan, kebersamaan, dan arti sebuah perjuangan dirajut bersama.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".
Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil sekolah ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)