Misi revans terbayar lunas! Para kesatria SMA ACS Jakarta akhirnya merasakan manisnya kemenangan atas SMAN 21 Jakarta (Dust) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship, Selasa, 20 Oktober 2026.
Sebagaimana diketahui, kedua tim sempat saling sapa di babak Fantastic Four DBL East Jakarta 2026. Kala itu, Dust mampu mengubur asa ACS untuk bisa menapakkan kaki di partai puncak.
Sedari awal, skuad ACS langsung menggila. Mereka benar-benar tak memberi celah bagi Dust untuk merasakan keunggulan. Momen ini pun menjadi penanda bagaimana besarnya tekad ACS untuk tidak mengulang kegagalan serupa.
Alhasil, kemenangan dengan skor akhir 41-34 resmi berada di genggaman ACS ketika buzzer berbunyi. Berbicara soal pencapaian ini, belum lengkap tanya menyinggung performa impresif Denzel Waller Soenjoto.
Bagaimana tidak, Denzel, begitu ia disapa, memimpin torehan angka setelah mampu mengoleksi 21 poin, 4 rebound, dan 4 steal. Bahkan, ia mengonversi tujuh dari delapan percobaan tembakan gratis dengan akurasi mencapai 87 persen.
“Aku sudah seminggu enggak bisa tidur karena mikirin game ini. So, it’s really nice bisa menang. Of course, it’s also a blessing soalnya first time in history, ACS bisa masuk ke Championship dan main di GOR Bulungan,” ungkap Denzel.
Baca Juga: Sempat Menyerah, Justin Sinambela Kini Berharap Bisa Tembus Indonesia Arena
Denzel jelas tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang, mengingat musim ini menandai kali terakhirnya berada di barisan ACS. Ditambah lagi, dukungan dari mama dan papa memiliki peran besar dalam mengobarkan semangat Denzel selama di medan pertempuran.
Kedua orang tuanya pun terlihat ikut meramaikan tribun. Mereka adalah Iwan Darmansyah dan Frida Linggajaya. Baik Iwan maupun Frida tak pernah lelah mengiringi langkah Denzel sebagai student-athlete setelah melihat komitmen sang putra untuk mengasah kemampuan di olahraga ini.
“Motivasi untuk main basket memang datang dari dia sendiri. Dari saya dan mamanya enggak ada yang ngerti basket. Tapi, Denzel sangat fokus dan disiplin. Mungkin, itu kunci dia bisa perform secara stabil,” ungkap Iwan.
Sebagai orang tua, keduanya mengaku sempat merasa khawatir melihat intensitas latihan yang harus dijalani Denzel. Di tengah tuntutan tersebut, sang putra juga tetap perlu membagi waktu dan menjaga fokus pada tanggung jawabnya sebagai pelajar. Karena itulah, Iwan, Frida, serta Denzel telah menyegel suatu perjanjian khusus.
“Kita harus make a deal. Jadi, dia harus punya one rest day in a week. Kalau enggak, he may not play basketball at all,” ujar Iwan.
Denzel pun merasa beruntung tumbuh di tengah keluarga yang selalu memberikan dukungan penuh. Baginya, kehadiran mereka menjadi salah satu sumber kekuatan untuk menghadapi tekanan sekaligus menjaga konsistensi performanya di lapangan.
Baca Juga: Abigail dan Lady, Kakak-beradik yang Kompak Antar Gonzaga hingga Championship
Begitu juga dengan Iwan dan Frida. Mereka merasa sangat bangga bisa menyaksikan perjalanan Denzel sampai sejauh ini.
“Buat Denzel, selama itu positif, papa dan mama will be right behind you,” ucap Iwan.
Denzel bersama ACS pun akan melanjutkan petualangan di DBL Jakarta Championship 2026. Menanggapi itu, ia tak ingin langsung membidik target prestisius. Baginya, hal terpenting adalah bisa konsisten menyuguhkan penampilan maksimal di tiap laga.
DBL Jakarta Champiosip 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)