Kisah keluarga turut menjadi warna tersendiri dalam laga Junior DBL 2026 Jakarta. Kali ini, kisah datang dari kakak beradik yang sama-sama membela SMP ACS Jakarta, yakni Sebastian Xavier Kurniawan (Sebastian) dan Dimitri Aiden Kurniawan (Dimitri).
Meski belum berhasil meraih hasil yang sesuai harapan, pertandingan ini tetap menjadi bagian penting dari perjalanan keduanya di dunia basket. Pengalaman ini menjadi pijakan awal bagi keduanya untuk terus berkembang sebagai pemain.
Ketertarikan mereka terhadap olahraga basket bermula pada tahun 2020.
“Kita mulai suka basket awalnya cuman iseng main-main aja. Tapi seiring berjalannya waktu, we got hooked to the game,” ujar Sebastian.
Menariknya, Dimitri ternyata tidak langsung menjadikan basket sebagai olahraga pilihannya. Sebelum itu, ia lebih dulu menekuni olahraga sepak bola.
Baca Juga: Benneth dan Kenneth: Saudara Kembar dari Buksi yang Kerap Berbagi Evaluasi
“Awalnya aku main soccer dulu. Tapi liat Sebastian main basket aku jadi penasaran sama basket, karena kelihatannya seru. Akhirnya aku jadi suka basket,” jelas Dimitri.
Kini, basket memang menjadi olahraga yang lebih ia tekuni. Meski begitu, Dimitri masih sesekali bermain sepak bola untuk mengisi waktu luang dan mencari hiburan.
Walaupun tumbuh sebagai saudara kandung, Sebastian dan Dimitri memiliki karakter dan cara bermain yang berbeda di lapangan. Perbedaan itu juga terlihat dari perbedaan posisi yang mereka tempati. Sebastian berposisi sebagai point guard, sedangkan Dimitri berposisi sebagai slasher.
Lewat perbedaan ini, keduanya memiliki pandangan tersendiri terhadap cara bermain masing-masing.
“Dimitri lebih bikin situasi ngedrive, cari ngepoint, cari falling,” ungkap Sebastian.
Di sisi lain, Dimitri melihat kakaknya sebagai pemain yang lebih mengutamakan kerja sama tim.
“Sebastian di lapangan lebih suka sharing the ball. Dia mainnya santai, sabar, sharing ball terus, lebih cari assist daripada cetak poinnya,” ungkap Dimitri.
Kedekatan sebagai saudara juga membuat basket menjadi salah satu topik yang kerap mereka bicarakan bersama.
“Kita biasanya sering ngobrolin lawan kita, terus juga overall performance, serta evaluasi kita, kayak kekurangannya apa dan kelebihannya apa,” ungkap keduanya.
Baca Juga: Komitmen Bramamesta Dukung Buah Hati, Bantu Asah Skill dan Jadi Companion Parent
Di balik perjalanan mereka di dunia basket, ada dukungan orang tua yang selalu menyertai. Dukungan tersebut tidak hanya berupa kehadiran secara langsung di GOR Bulungan.
“Support banget. Papa niat banget bangun pagi dan nyetirin kita, Mama juga niat banget nyetirin, pagi-pagi padahal, buat kita latihan dan tanding,” tutur Dimitri.
Keduanya pun memiliki mimpi masing-masing selama beberapa tahun ini.
Sebastian yang saat ini tengah duduk di bangku kelas IX ungkap ingin melanjutkan pendidikannya di SMA ACS Jakarta dan mengikuti DBL di SMA nanti. Sedangkan Dimitri yang masih duduk di bangku kelas VII masih ingin meraih kemenangannya di DBL Junior Jakarta musim depan.
“Semoga bisa juara di Junior DBL ya di musim depan.” tutup keduanya.
Junior DBL 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini
(pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)