Pertemuan tak terduga terjadi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali. Dora Lovita dan Ratnani Ayu Pertiwi, yang akrab disapa Nana, kembali bertemu di lingkungan basket setelah sempat lama tak berjumpa. Keduanya pernah merasakan perjalanan sebagai pemain profesional. Kini, mereka kembali berkontribusi untuk basket melalui peran yang berbeda.
Dora kini menjadi asisten pelatih tim putra SMA Tunas Daud, sementara Nana bertugas sebagai Basketball Operation DBL Bali. Pertemuan ini mempertemukan dua sosok yang pernah berada di lingkungan basket profesional, tetapi kini menjalani tanggung jawab berbeda di kompetisi yang sama.
Meski sama-sama pernah berkecimpung di IBL dan NBL, hubungan mereka tidak langsung dekat saat masih aktif bermain. Perbedaan angkatan membuat keduanya belum banyak berinteraksi. Kedekatan itu justru tumbuh ketika mereka mulai terlibat dalam pengembangan liga basket putri.
Baca Juga: Hasil DBL Bali: Sektor Putra Hadirkan Finalis Baru
“Dulu kami sama-sama terlibat di kompetisi basket profesional, seperti IBL dan NBL. Tapi, waktu itu kami belum terlalu dekat. Mungkin karena berbeda angkatan dan di dalam tim juga ada jarak antarpemain, jadi belum terlalu akrab,” cerita Dora.
“Ketika keluar dari IBL dan membentuk liga basket putri sendiri, kami mulai lebih dekat. Kami harus sama-sama mengembangkan liga tersebut. Misalnya, melakukan media visit dan datang ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan Srikandi dan kompetisinya,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi. Selain bekerja bersama, keduanya juga kerap bertemu dalam pertandingan di berbagai daerah. Sebelumnya, mereka pernah berjumpa di ajang SEABA Championship for Women pada 2014, saat Dora masih menjadi pemain senior dan Nana berada di angkatan junior.
Setelah melewati perjalanan masing-masing, keduanya kembali bertemu di DBL Bali. Mereka tidak menyangka akan berjumpa lagi setelah cukup lama tak bertemu, apalagi ketika masing-masing sudah memiliki peran baru di dunia basket.
Bagi Dora, tetap berada di dunia basket terasa seperti perjalanan yang mengalir. Ia melihat kemungkinan untuk mengambil peran berbeda sebagai sesuatu yang wajar selama kecintaan terhadap olahraga ini masih ada.
Baca Juga: Wow! Ini Best 5 AQUA DBL Dance 2026 Bali
“Mengalir saja, karena kami masih berada di bidang basket. Jadi, rasanya memang tidak akan jauh dari dunia ini. Entah Nana yang sekarang bekerja sebagai Basketball Operation DBL Bali atau saya yang menjadi pelatih,” ujar Dora.
“Mungkin kedepannya peran kami juga bisa berubah. Saya mungkin saja bekerja seperti Nana sekarang, atau Nana suatu saat menangani tim. Karena masih berada di lingkungan basket, hal seperti itu mungkin saja terjadi,” tambahnya.
Bagi Nana, bekerja di balik penyelenggaraan kompetisi memberinya kesempatan melihat perkembangan basket di berbagai daerah. Namun, tugas tersebut juga menghadirkan tantangan dalam memastikan setiap tim memahami aturan yang berlaku.
“Senang bisa melihat basket di daerah, termasuk di luar Jawa, semakin berkembang. Namun, tentu ada sisi positif dan tantangannya,” kata Nana.
Perbedaan tanggung jawab turut memberi mereka sudut pandang baru terhadap satu sama lain. Dora melihat Nana semakin dewasa, sedangkan Nana menilai Dora juga berkembang seiring perannya sebagai pelatih.
“Menurut saya, setiap orang pasti berubah menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia. Kalau melihat Nana sekarang, dia terlihat lebih dewasa dan bijaksana,” tutur Dora.
“Sama, menurut saya Dora juga begitu. Apalagi sekarang Dora punya peran sebagai pelatih, sedangkan saya bekerja sebagai Basketball Operation DBL Bali. Kami masing-masing punya tanggung jawab sendiri. Dengan peran tersebut, kami juga harus bisa memimpin dan menjalankan tugas dengan baik,” ujar Nana.
Baca Juga: Berawal dari Anjuran Dokter, Gending Kini Memburu Mimpi Final DBL
Pengalaman sebagai pemain profesional kini menjadi bekal Dora untuk mendampingi para student-athlete menjalani proses tersebut.
“Sebagai pelatih, apalagi kami punya pengalaman sebagai pemain, tugas kami adalah membagikan pengalaman tersebut dan mendampingi mereka untuk mencapai tujuan masing-masing,” ujarnya.
Nana juga menemukan kebahagiaan baru melalui perannya sekarang. Perhatiannya tidak lagi hanya tertuju pada pencapaian pribadi sebagai pemain, tetapi juga pada kesempatan yang diperoleh student-athlete dari berbagai daerah.
“Kalau dulu, saat masih menjadi pemain, kami senang ketika kemampuan bermain kami berkembang dan bisa tampil bagus. Sekarang, kebahagiaan itu juga datang ketika melihat pemain-pemain berbakat dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” kata Nana.
“Melalui DBL, mereka punya wadah untuk bermain dan melanjutkan perjalanan basket. Mereka juga punya kesempatan untuk bersaing di DBL Camp hingga berpeluang menjadi bagian dari DBL All-Star dan mewakili Indonesia,” tutup Nana.
Pertemuan di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali mempertemukan kembali Dora dan Nana dalam fase kehidupan yang berbeda. Keduanya kini menjalankan tanggung jawab masing-masing, sembari membawa pengalaman sebagai pemain profesional untuk mendukung perkembangan basket dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pelatih ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)