ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret guru sejarah sekaligus pelatih tim putra SMAN 2 Semalapura, Agung Setya Budi di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali

Bagi student-athlete, bermain basket bukan berarti urusan sekolah dapat dikesampingkan. Di tengah latihan dan pertandingan, mereka tetap harus memahami materi pelajaran, menyelesaikan tugas, dan menjaga prestasi akademik.

Hal ini menjadi salah satu hal yang disorot dalam wacana kebijakan tidak naik kelas bagi siswa yang belum memenuhi persyaratan akademik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan opsi penguatan kebijakan tersebut, yang berpotensi diterapkan mulai tahun ajaran 2027.

Wacana ini mendapat tanggapan dari lingkungan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali. Bagi guru sekaligus pelatih, kebijakan tersebut berkaitan dengan pentingnya memastikan siswa benar-benar memahami materi sebelum melanjutkan ke tingkat berikutnya. Sementara bagi student-athlete, tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara pendidikan dan kesempatan untuk berkembang melalui basket.

Baca Juga: Puspa dan Rini, Saudara Kembar yang Belum Tuntas Mengejar Gelar Juara

I Gede Eka Saputra, S.Pd, guru Biologi sekaligus manajer tim basket SMAN 1 Denpasar, memandang wacana tersebut sebagai upaya untuk menjaga kualitas pendidikan. Menurutnya, siswa perlu menguasai kompetensi dasar sebelum melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya.

Meski begitu, penerapan kebijakan perlu disertai pendampingan. Setiap siswa memiliki kebutuhan belajar yang berbeda, termasuk mereka yang harus membagi waktu antara kegiatan akademik dan basket.

Di SMAN 1 Denpasar, siswa yang tidak mengikuti pembelajaran karena pertandingan perlu melapor kepada wali kelas. Selanjutnya, wali kelas berkoordinasi dengan guru mata pelajaran agar siswa memperoleh materi dan tugas yang harus diselesaikan. Sekolah juga memantau nilai melalui koordinasi dengan tim kurikulum dan guru Bimbingan Konseling (BK) sebelum memberikan izin mengikuti kompetisi.

Dengan sistem tersebut, kesempatan membela sekolah tetap berjalan bersama kewajiban untuk mengejar materi yang tertinggal. Bagi Eka, siswa perlu mendapatkan dukungan untuk memperbaiki kekurangan akademiknya, bukan justru kehilangan motivasi ketika menghadapi kesulitan belajar.

Pandangan serupa disampaikan Agung Setya Budi, S.Pd, guru mata pelajaran Sejarah sekaligus pelatih basket SMAN 2 Semarapura. Ia mendukung wacana tidak naik kelas karena kemampuan setiap siswa tidak selalu sama. Ada yang telah memenuhi standar pembelajaran, tetapi ada pula yang masih membutuhkan waktu untuk mencapai kompetensi tersebut.

Baca Juga: Tanamkan Disiplin, Coach Anton Bawa CHIS Tembus Final DBL untuk Pertama Kalinya!

“Saya mendukung wacana kebijakan tidak naik kelas. Hal ini didasari oleh adanya perbedaan tingkat kognitif setiap anak. Ada beberapa siswa yang memang sudah layak naik kelas, tetapi ada juga yang terpaksa dinaikkan kelasnya,” ujarnya.

Bagi Agung, menjadi student-athlete tidak menghilangkan tanggung jawab seorang siswa untuk belajar. Kemampuan di lapangan perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap pelajaran di kelas.

“Seorang student-athlete selain harus cakap di bidang olahraga yang dia tekuni, dia juga harus menguasai dan bisa memahami pembelajaran di kelas. Coach Ken Carter pernah berkata bahwa dalam kata student-athlete, student come first,” lanjutnya.

Menurut Agung, sekolah tetap dapat memberikan kelonggaran bagi siswa yang mengikuti kompetisi. Namun, kelonggaran itu harus disertai kesadaran untuk mengejar ketertinggalan secara mandiri dan menjalin komunikasi dengan wali kelas maupun guru mata pelajaran.

Sementara itu, dari sisi student-athlete, Ashwiera Gyasi Wibisono atau Gya dari SMA Soverdi Tuban memiliki pandangan bahwa prestasi pelajar tidak hanya dapat diukur melalui pencapaian akademik. Basket juga memberinya ruang untuk mengembangkan kemampuan, belajar bekerja sama, dan membangun kedisiplinan.

“Menurut saya, pemerintah tidak seharusnya hanya berfokus pada bidang akademik. Prestasi bisa diraih melalui bidang akademik maupun non-akademik, salah satunya melalui olahraga basket,” ungkap Gya.

Ia sendiri berusaha mengejar tanggung jawab akademik di sela kegiatan basket. Ketika tidak ada latihan, waktunya dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas, mengikuti ujian susulan, atau mengambil pelajaran tambahan di luar jam sekolah. Pengalaman mengikuti DBL turut mengajarkannya untuk lebih disiplin dalam membagi waktu.

Jika kebijakan tidak naik kelas diterapkan, Gya ingin meningkatkan kemampuannya mengatur waktu agar kewajiban akademik tetap terpenuhi. Ia juga berharap sekolah dapat memberikan fasilitas dan dukungan yang membantu siswa menjalani kegiatan belajar sekaligus mengembangkan minat dan bakatnya.

Keinginan tersebut berkaitan dengan target yang ingin ia capai setelah lulus sekolah. Gya ingin meningkatkan prestasi akademik demi membuka peluang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tanpa meninggalkan perkembangan dirinya sebagai student-athlete.

Baca Juga: Reuni Dua Eks Pemain Profesional dengan Peran Berbeda

“Target yang ingin saya capai adalah meningkatkan prestasi akademik agar bisa mengejar peluang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Saya berusaha mewujudkan keduanya dengan cara menyeimbangkan nilai akademik dan prestasi di lapangan,” tuturnya.

Bagi para penggawa DBL Bali 2026, basket dan pendidikan merupakan dua hal yang sama-sama membutuhkan komitmen. Kebijakan tidak naik kelas menjadi pengingat bahwa siswa perlu memenuhi standar pembelajaran, sementara dukungan dari sekolah dan kemampuan mengatur waktu turut menentukan bagaimana mereka menjalani tanggung jawab tersebut.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS