Dua saudara kembar, satu lapangan, dan satu kemenangan. Mikael Bastian Wahyudi (Mikael) dan Gabriel Josbernhard Wahyudi (Gabriel) punya kesempatan istimewa untuk berbagi perjuangan sebagai rekan satu tim di SMP Pangudi Luhur Jakarta.

Tak hanya tampil bersama, keduanya turut berkontribusi pada kemenangan telak Pangudi Luhur atas SMP Bina Nusantara Simprug (Stingers) dengan skor 57-16 di Junior DBL 2026 Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Mikael tampil impresif dengan mencatatkan akurasi field goal sebesar 100 persen. Catatan itu membuatnya membukukan 11 poin, 2 rebound, dan 3 assist. Sementara itu, Gabriel turut menyumbangkan 4 poin, 9 rebound, dan 1 steal.

Performa keduanya tentu tidak lepas dari perjalanan masing-masing dalam menekuni olahraga basket. Meski kini bermain bersama, Mikael dan Gabriel ternyata mulai mengenal olahraga basket pada waktu yang berbeda.

Baca Juga: Benneth dan Kenneth: Saudara Kembar dari Buksi yang Kerap Berbagi Evaluasi

Mikael lebih dulu tertarik pada basket ketika duduk di bangku kelas V. Menariknya, ketertarikan tersebut muncul secara spontan, tanpa dorongan dari orang lain.

“Aku sebenernya tiba-tiba banget suka basket. Aku ngerasa kayaknya aku punya bakat di basket,” ungkap Mikael. 

Berbeda dengan Gabriel yang baru memulai basket saat duduk di bangku kelas VII. Minatnya ini tak lepas dari pengaruh sang saudara kembar yang sudah lebih dulu menggeluti olahraga ini. 

Kesamaan minat ini kemudian menjadi salah satu hal yang mempererat hubungan mereka, bukan hanya sebagai saudara, tetapi juga sebagai rekan satu tim.

“Kita sering banget ngomongin tentang basket, misalnya ngomongin game yang sudah kita lewatin sama sering evaluasi bareng juga kekurangan masing-masing,” ujar Gabriel.

Meski memiliki paras yang mirip, karakter keduanya saat berada di lapangan ternyata cukup berbeda. 

“Aku lebih bisa nahan emosi saat lagi game. Biasanya kalau ada salah, aku juga sering evaluasi lagi biar lebih percaya diri. Tapi kalau Mikael, biasanya lebih gampang emosi di lapangan dan serius,” tutur Gabriel. 

Terlepas dari perbedaan tersebut, keduanya memiliki kesamaan dalam hal posisi bermain. Mikael dan Gabriel sama-sama menempati posisi center sehingga pengalaman berlatih dan berdiskusi bersama menjadi kesempatan untuk saling belajar dan berkembang.

Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan basket mereka. Orang tua mereka sesekali menyempatkan diri untuk menyaksikan pertandingan. 

Baca Juga: Lebih dari Kakak Beradik, Sebastian dan Dimitri Juga Jadi Teman Diskusi Basket

Bagi Mikael dan Gabriel, kemenangan ini dapat menjadi kesempatan untuk terus berjuang bersama dan membantu tim melangkah lebih jauh. Mereka pun berharap Pangudi Luhur dapat tampil lebih solid di pertandingan selanjutnya. 

“Semoga Pangudi Luhur lebih berani dan lebih semangat lagi ke depannya agar bisa main sampai final. Tahun lalu kita runner-up, tahun ini kita harus perbaiki lagi. Semoga bisa jadi champion,” harap Mikael yang kemudian diamini oleh Gabriel. 

Junior DBL 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. 

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. 

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)



Populer

Di Balik Sukses Al-Maruf, Ada Semangat 'Tetap Sama-sama Sampai Indonesia Arena'
Hasil DBL Jakarta Championship: Hari Kelima Penuh Drama!
Jadwal dan Link Live Streaming DBL Jakarta Championship, Sabtu, 24 Oktober 2026
Krisabella Memburu 'Sweet Ending' di Last Dance Bersama Smansa
Sengit Lagi! Pangudi Luhur Kembali Paksa Buksi Terima Kekalahan Dramatis