Peluit akhir berbunyi. Tim putri Smansa, julukan SMAN 1 Denpasar memastikan kemenangan 47-36 atas SMAN 1 Gianyar di partai final Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Bali, Sabtu, 24 Oktober 2026. Di tengah keberhasilan Smansa mengunci gelar juara ketiga secara beruntun, Putu Kayika Kireina Saraswati menutup pertandingan dengan sumbangan 18 poin, 1 assist, dan 5 rebound.
Bagi Kayika, kemenangan itu menjadi penutup musim yang istimewa. Bukan hanya karena ia ikut mengantarkan Smansa meraih gelar three-peat, tetapi juga karena perkembangannya jauh berbeda dibandingkan musim lalu. Dari lima poin yang ia sumbangkan saat masih kelas X, kini ia mengoleksi 32 poin sepanjang musim dan terpilih masuk Kopi Good Day First Team 2026 Bali sektor putri.
Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Kayika mengakui bahwa salah satu hal yang paling ia benahi adalah kondisi fisik. Ia mulai mempersiapkan diri dengan lebih serius, sekaligus membangun kepercayaan diri yang sebelumnya belum sepenuhnya ia miliki.
“Yang paling kelihatan itu fisikku. Dulu aku sadar fisikku masih kurang. Tahun ini, aku benar-benar mengejar peningkatan fisik dan mempersiapkan diri dengan lebih matang. Aku juga merasa lebih percaya diri dibandingkan musim lalu,” ceritanya.
Baca Juga: Bekal Pas-Pasan, Gede Sumayasa Raih MVP AZA 3X3 Competition 2026 Bali!
Ketika masih duduk di kelas X, Kayika sempat merasa kesulitan menemukan tempatnya di antara para pemain senior SMAN 1 Denpasar. Ia merasa belum memiliki chemistry yang cukup dengan rekan setim maupun pelatih. Situasi itu membuatnya harus mencari cara agar bisa berkembang dan mendapat kepercayaan lebih besar.
“Pernah banget. Waktu kelas X, aku merasa belum mendapatkan chemistry dengan tim. Tapi sekarang aku sudah berkembang. Aku mulai lebih dekat dengan teman-teman, lebih sering bonding, jadi lebih percaya diri dan merasa lebih dipercaya oleh pelatih,” ungkapnya.
Putu Kayika Kireina Saraswati saat berpose sebelum memasuki lapangan untuk berlaga di Final DBL Bali 2026
Selain meningkatkan kondisi fisik, Kayika juga mengevaluasi cara bermainnya. Ia menyadari bahwa basket bukan permainan yang bisa dimenangkan dengan mengandalkan kemampuan individu semata. Ada ego yang perlu dikendalikan, bola yang perlu dibagikan, dan kepercayaan yang harus dibangun kepada rekan setim.
“Aku merasa harus belajar mengendalikan ego sendiri. Aku harus lebih sering sharing the ball dan lebih percaya kepada tim,” ujarnya.
Pengalaman musim lalu menjadi pelajaran bagi Kayika untuk mengelola emosi dengan lebih baik. Ia perlahan memahami bahwa berkembang sebagai pemain bukan hanya soal menambah poin, tetapi juga tentang bagaimana berkomunikasi, menjaga hubungan dengan tim, dan menjalankan peran di lapangan.
Baginya, kepercayaan diri menjadi salah satu perubahan paling berarti sepanjang musim ini. Ia merasa dukungan dari orang-orang di sekitarnya membuatnya lebih yakin untuk menunjukkan kemampuan.
Baca Juga: Puspa dan Rini, Saudara Kembar yang Belum Tuntas Mengejar Gelar Juara
Kayika menyebut orang tua sebagai pendukung utama di rumah. Sementara di lapangan, teman-teman satu tim dan pelatih menjadi orang-orang yang membantunya melewati masa sulit. Ketika sedang down, mereka menyemangatinya. Bahkan, saat menghadapi masalah di rumah, teman-temannya membantu agar persoalan tersebut tidak terbawa ke lapangan.
“Kalau ada masalah di rumah, mereka membantu aku supaya tidak membawa masalah itu ke lapangan. Pelatih juga sangat mendukung aku,” tuturnya.
Dukungan itu turut mengiringi Kayika hingga partai final. Meski mencetak 18 poin, ia justru menyoroti pertahanan sebagai kontribusi yang paling ia utamakan dalam pertandingan tersebut. Ia mengingat pesan pelatih bahwa defense menjadi salah satu kunci untuk mengalahkan SMAN 1 Gianyar.
“Pelatihku sudah bilang kalau kunci menang itu defense. Jadi, aku benar-benar berusaha maksimal dalam pertahanan. Untuk offense, aku berusaha melakukan semampuku,” katanya.
Kemenangan tersebut memastikan putri Smansa mempertahankan gelar juara sekaligus mencatatkan gelar juara tiga kali berturut-turut. Di tengah pencapaian tim itu, Kayika juga menorehkan perkembangan pribadi yakni dari pemain yang hanya menyumbang lima poin musim lalu menjadi bagian dari tim juara dengan kontribusi besar di final, sekaligus terpilih masuk Kopi Good Day First Team 2026 Bali sektor putri.
Potret kebahagiaan srikandi SMAN 1 Denpasar usai keluar sebagai juara DBL 2026 Bali
Bagi Kayika, pencapaian ini tidak lepas dari orang-orang yang terus memberikan kepercayaan kepadanya. Ia pun punya pesan sederhana untuk dirinya yang masih berjuang musim lalu saat perkembangan terasa sulit dan rasa percaya diri belum sepenuhnya terbentuk.
“Lakuin aja. Kalau capek, lakuin aja. Everything will be okay at the end,” ucapnya.
Kini, putri Smansa telah menuntaskan misi three-peat. Sementara bagi Kayika, musim ini menjadi bukti bahwa kepercayaan diri bisa tumbuh seiring proses, selama ia bersedia terus belajar, memperbaiki diri, dan percaya kepada tim yang berjalan bersamanya.
Baca Juga: Tanamkan Disiplin, Coach Anton Bawa CHIS Tembus Final DBL untuk Pertama Kalinya!
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)