ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Potret penggawa SMAN 1 Busungbiu, Gede Sumayasa saat berlaga di AZA 3X3 Competition 2026 Bali

Gelar juara dan penghargaan Most Valuable Player (MVP) menjadi penutup manis bagi Gede Sumayasa di AZA 3X3 Competition 2026 Bali. Penggawa SMAN 1 Busungbiu itu berhasil mengakhiri musim terakhirnya dengan membawa pulang dua pencapaian yang telah lama ia impikan.

Tak hanya menyabet gelar individu, Sumayasa juga ikut mengantarkan SMAN 1 Busungbiu mempertahankan takhta juara untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, di balik keberhasilan tersebut, ada cerita menarik yang jarang terlihat di lapangan.

“Pasti yang pertama bangga, terharu karena melewati proses-proses setiap hari latihan,” ungkap Sumayasa.

Datang dari Singaraja, Sumayasa dan rekan-rekannya harus memperhitungkan biaya perjalanan menuju lokasi pertandingan. Bahkan, mereka hanya membawa uang bekal secukupnya selama berada di Kerobokan.

“Kami dari desa juga. Uang bekal ke sini juga pas-pasan,” ceritanya.

Baca Juga: Krisabella Memburu 'Sweet Ending' di Last Dance Bersama Smansa

Pihak sekolah memang memberikan dukungan berupa biaya transportasi dan makan. Namun, jumlahnya masih terbatas. Untuk mengikuti kompetisi musim ini, skuad SMAN 1 Busungbiu hanya datang dengan rombongan kecil yang terdiri dari empat pemain dan satu pelatih.

Kondisi tersebut juga menjadi alasan mengapa SMAN 1 Busungbiu belum bisa menjajal kompetisi 5on5. Padahal, Sumayasa mengaku dirinya dan teman-teman memiliki keinginan untuk merasakan persaingan di nomor tersebut.

Potret Gede Sumayasa (tengah), penggawa SMAN 1 Busungbiu saat meraih gelar MVP AZA 3X3 Competition 2026 Bali

“Kita juga ingin bisa merasakan kompetisi 5on5 karena dari segi latihan kami juga bisa dan mampu, namun ada kendala jumlah pemain dan biaya,” ujarnya.

Meski belum berkesempatan tampil di nomor 5on5, SMAN 1 Busungbiu justru berhasil menjaga dominasinya di kompetisi 3X3. Tiga gelar beruntun menjadi bukti konsistensi mereka sejak 2024.

Di sisi lain, musim ini punya tantangan tersendiri bagi Sumayasa. Sebagai student-athlete kelas 12, ia harus membagi waktu antara latihan basket dan persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Baca Juga: Kalinda Bella, Perempuan di Balik Koreo Smansa

Kesibukan itu tak membuatnya melewatkan kesempatan terakhir untuk memberikan yang terbaik bagi sekolahnya. Terlebih, ada satu impian pribadi yang belum berhasil ia wujudkan pada musim-musim sebelumnya.

Hingga akhirnya, momen yang dinantikan itu benar-benar tiba. Sumayasa berhasil menyandingkan gelar juara dengan penghargaan MVP pada tahun terakhirnya berseragam SMAN 1 Busungbiu.

“Saya tadi terharu. Last dance, champion, MVP. Dari dulu saya inginkan,” ucapnya.

Kebahagiaan tersebut terasa semakin spesial karena Sumayasa mengaku kemungkinan tidak lagi menekuni basket secara kompetitif setelah lulus SMA.

Ia berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan pariwisata. Sementara itu, basket kemungkinan akan tetap menjadi bagian dari kesehariannya sebagai hobi.

“Kayaknya ini terakhir. Saya mau kuliah pariwisata,” tuturnya.

Di tengah momen bahagia tersebut, Sumayasa juga tak melupakan orang-orang yang mendukungnya. Orang tuanya turut mengikuti pertandingan dari rumah, begitu pula teman-teman sekolah yang memberikan semangat dari jauh.

Baca Juga: Last Dance Dias, Bawa Misi Terakhir Bersama Soverdi

Kini, setelah menuntaskan musim terakhirnya, Sumayasa berharap prestasi Busungbiu tak berhenti pada angkatannya. Ia ingin adik-adik kelasnya mampu menjaga pencapaian yang telah diraih selama tiga musim terakhir.

“Untuk adik kelas saya, tolong pertahankan prestasi SMAN 1 Busungbiu. Kalau tahun depan ikut lagi, pertahankan juara yang sudah diusahakan sama kakak kelas kalian,” pesannya.

Bagi Sumayasa, gelar MVP kali ini menjadi lebih dari sekadar penghargaan individu. Ada kepuasan tersendiri karena ia berhasil mendapatkan sesuatu yang sudah lama diinginkan sebelum melangkah menuju fase kehidupan berikutnya.

Kini, Sumayasa bersiap mengejar cita-citanya. Sementara tiga gelar juara beruntun dan satu penghargaan MVP akan menjadi kenangan manis dari perjalanan basketnya bersama Busungbiu.

Dari Kerobokan, Sumayasa pulang bukan hanya membawa trofi, melainkan juga akhir cerita yang selama ini ia dambakan.

Baca Juga: Puspa dan Rini, Saudara Kembar yang Belum Tuntas Mengejar Gelar Juara

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS