Siapa sangka, keinginan sederhana seorang ayah agar anaknya punya lebih banyak teman justru berujung pada sebuah prestasi membanggakan. Itulah yang dialami Ni Made Kireyna Kanya Dewi, penggawa SMAN 2 Denpasar yang berhasil menyabet gelar MVP AZA 3X3 Competition 2026 Bali sektor putri.

Student-athlete yang akrab disapa Cantika itu sukses menutup perjalanan terakhirnya di ajang 3x3 dengan manis. Tak hanya meraih penghargaan individu, ia juga turut mengantarkan SMAN 2 Denpasar (Resman) merengkuh gelar juara AZA 3X3 Competition musim ini.

Namun, di balik pencapaian tersebut, Cantika ternyata bukan sosok yang sejak awal jatuh cinta dengan basket. Bahkan, ia sempat menolak ketika pertama kali diajak mencoba olahraga tersebut.

Cerita itu bermula ketika Cantika masih duduk di bangku kelas VII SMP. Kala itu, ia mengaku sebagai anak yang pendiam, tertutup, dan tidak terlalu banyak bergaul dengan orang lain.

Melihat hal tersebut, sang ayah punya cara tersendiri untuk membantu putrinya lebih terbuka. Ia mengajak Cantika mengikuti olahraga basket, terlebih kakaknya sudah lebih dulu menekuni cabang olahraga tersebut.

Baca Juga: Beli Bola DBL untuk Latihan, Satria Wujudkan Mimpi Juara Bersama CHIS!

“Aku ikut basket karena bapakku yang pengin. Soalnya aku dulu waktu SMP anaknya kurang banyak bicara sama bergaul, tertutup. Biar ada teman makanya ikut, terus enggak nyangka ternyata ada bakat. Jadinya bapak support aku,” cerita Cantika.

Ajakan itu rupanya tak langsung mendapat sambutan baik. Cantika mengaku sempat merasa takut dan enggan mencoba basket. Butuh waktu sekitar satu minggu sampai akhirnya ia memberanikan diri untuk mengikuti keinginan sang ayah.

“Awalnya sih nolak dan takut, lama-lama suka juga,” ungkapnya.

Meski sudah mulai bermain, bukan berarti Cantika langsung merasa nyaman di lapangan. Ia justru membutuhkan waktu cukup panjang untuk benar-benar menikmati olahraga tersebut.

Sejak pertama kali mengenal basket di kelas VII SMP, Cantika baru mulai merasa nyaman ketika memasuki penghujung kelas X SMA. Perlahan, ia mulai menemukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan dari olahraga tersebut.

Prosesi awarding Ni Made Kireyna Kanya Dewi (kiri) usai menyabet gelar MVP AZA 3X3 Competition 2026 Bali

“Saya mulai merasa nyaman saat mulai ngerasain hasil dari latihan selama ini. Saya punya teman banyak, terus pelan-pelan enggak ngerasain gugup lagi di lapangan,” tuturnya.

Basket yang semula hanya menjadi cara untuk menambah teman, perlahan berubah menjadi tempat Cantika mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri. Hingga akhirnya, perjalanan tersebut membawa Cantika ke panggung AZA 3X3 Competition 2026 Bali.

Baca Juga: Belajar Percaya, Kayika Kireina Antar Putri Smansa Raih Gelar Three-Peat

Menariknya, musim ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi AZA 3X3 Competition. Meski begitu, Cantika sudah cukup akrab dengan format permainan tersebut lantaran beberapa kali mengikuti turnamen 3X3 di Bali.

Bersama rekan-rekannya, Cantika menjalani persiapan yang tak main-main. Selain berlatih dengan intensitas tinggi, mereka juga rutin mengikuti berbagai kompetisi 3X3 untuk mengasah kemampuan.

“Latihan kami sedikit lebih berat dari tim 5on5 karena pemain 3X3 pada dasarnya harus kuat terhadap benturan. Kami juga rajin ikut event 3X3 tiap bulan. Kadang menang, kadang kalah. Dari situ kami belajar,” jelasnya.

Namun, pengalaman bertanding tak lantas membuat Cantika sepenuhnya terbebas dari rasa gugup. Ia mengaku sempat dilanda ketegangan pada malam sebelum pertandingan. Bahkan, rasa gugup itu sampai membuatnya kesulitan tidur.

Meski demikian, ketegangan tersebut tak menghalanginya untuk memberikan penampilan terbaik di lapangan.

Hasilnya pun berbuah manis. Cantika berhasil membawa Resman menjuarai AZA 3X3 Competition 2026 Bali sektor putri, sekaligus membawa pulang gelar MVP pada musim debutnya.

Baca Juga: Bekal Pas-Pasan, Gede Sumayasa Raih MVP AZA 3X3 Competition 2026 Bali!

“Jujur aku senang bisa dapat gelar MVP. Perjuangan dan rasa lelahku terbayar,” ucapnya.

Di balik kebahagiaan tersebut, Cantika tak melupakan orang-orang yang selama ini mendukung perjalanannya. Mulai dari orang tua, kakak dan adik, teman-teman setim, pelatih, hingga sang tante yang selalu memberikan semangat.

Baginya, pencapaian tersebut tak lepas dari dukungan orang-orang yang terus menemaninya berkembang. Apalagi, gelar juara dan MVP ini menjadi penutup perjalanan Cantika sebagai student-athlete kelas XII di kompetisi DBL.

“Di tahun terakhir ini aku ngerasa bangga sama adik-adik kelasku dan teman-temanku. Karena mereka juga, kita bisa juara,” ungkapnya.

Kini, Cantika telah tumbuh menjadi sosok yang jauh berbeda dari dirinya saat pertama kali mengenal basket.

Dulu, ia hanya seorang anak SMP yang takut mencoba olahraga baru dan kesulitan bergaul. Sang bapak pun awalnya hanya berharap basket bisa membantunya menemukan lebih banyak teman.

Dari ajakan sederhana itu, Cantika justru menemukan bakat, keberanian, hingga kesempatan mengukir prestasi. Pada tahun terakhirnya di DBL, anak yang dulu sempat menolak bermain basket itu berhasil berdiri sebagai pemain terbaik AZA 3X3 Competition 2026 Bali.

Apa yang dulu dimulai dari harapan sang bapak agar Cantika memiliki lebih banyak teman, kini menjadi salah satu cerita paling berkesan dalam perjalanan basketnya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia".  Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

Populer

Beli Bola DBL untuk Latihan, Satria Wujudkan Mimpi Juara Bersama CHIS!
Berawal dari Ajakan Ayah, Cantika Kini Sabet MVP AZA 3X3 Competition 2026 Bali
Preview dan Link Live Streaming Final Putra DBL Bali 2026
Di Balik Sukses Al-Maruf, Ada Semangat 'Tetap Sama-sama Sampai Indonesia Arena'
Misi Marco Fortunantomo dan Para Penggawa Buksi Menjaga Asa ke Indonesia Arena