Tim putri SMA 1 PSKD Jakarta (PSKD 1) berhasil menuntaskan misi balas dendam atas SMA Santa Ursula Jakarta (Sanur) di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship 2026, Senin, 26 Oktober 2026.
Kemenangan ini terasa spesial bagi srikandi PSKD 1. Pasalnya, kedua tim sebelumnya bertemu di Final Party Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Central Jakarta. Pertandingan kala itu berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui babak overtime. Sayangnya, PSKD 1 harus mengakui keunggulan Sanur setelah kalah tipis dengan skor 70-72.
Kekalahan tersebut tentu menyisakan kekecewaan, terlebih karena mereka hanya terpaut dua poin dari kemenangan. Namun, momen reuni dengan Sanur di babak Championship justru menjadi kesempatan yang telah dinantikan oleh para pemain PSKD 1.
“Jujur, kita sama sekali enggak ke-pressure. Justru, kita sangat menantikan game ini. Dari kemarin kita udah enggak sabar buat tanding dan pengin balas kekalahan kemarin. Kita juga selalu yakinin satu sama lain, malah kita enjoy banget mainnya,” ungkap Janice Jasinda Gentindatu, kapten PSKD 1.
Menurut Janice (sapaan karibnya), kekalahan pada partai puncak DBL Central Jakarta 2026 menjadi pelajaran penting bagi timnya. Saat itu, kurangnya fokus serta demam panggung yang dialami sejumlah pemain rookie turut menjadi tantangan bagi PSKD 1.
“Waktu itu sempat ada beberapa yang nangis dan sakit hati karena kita enggak pernah terbayang kenapa kita bisa kalah saat itu. Tapi, kita sadar kalau kita bisa main lebih dari ini dan pengen buktiin di Championship nanti,” jelasnya.
Sebagai kapten, Janice berusaha menguatkan rekan-rekannya agar kembali percaya diri dan bersatu menghadapi pertandingan berikutnya. Baginya, kekalahan bukan alasan untuk menyerah, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan memperkuat tim.
Upaya itu akhirnya benar-benar terbayarkan di Jakarta Championship 2026. PSKD 1 berhasil membalas kekalahan dari Sanur, sementara Janice turut menunjukkan kontribusi penting lewat catatan 15 poin, 2 rebound, 1 assist, dan 1 steal.
Di balik penampilannya di lapangan, ada perjalanan panjang yang membawa Janice sampai ke titik ini. Ketertarikannya terhadap basket bermula saat ia duduk di bangku kelas VIII, terinspirasi oleh sang kakak yang lebih dulu menekuni olahraga tersebut.
Janice kemudian mulai mengembangkan minatnya dengan mengikuti ekstrakurikuler basket di sekolah. Seiring waktu, ia semakin serius berlatih dan berusaha membuka peluang untuk berkembang sebagai pemain.
Baca Juga: Sempat Homesick, Evelyn Papuana Belajar Makna Tangguh di Perantauan
Pengorbanan yang dikerahkan Janice bukan hanya soal menempuh latihan intens. Melainkan, dirinya juga rela meninggalkan kampung halaman di Manado untuk merantau ke Jakarta saat memasuki jenjang SMA demi mengejar impiannya di dunia basket.
Masa awal merantau menjadi salah satu tantangan terbesarnya. Berada jauh dari keluarga membuat Janice kerap merindukan rumah.
“Waktu satu sampai dua bulan pertama di sini, tentu aku homesick. Selalu nangis-nangis dan telepon mama. Cuman teman-teman aku banyak. Mereka saling ngerangkul. Jadi aku ada temennya,” tuturnya.
Memasuki tahun ketiganya sebagai siswi SMA, Janice mengaku masih sesekali merindukan kampung halaman, meski perasaan itu tidak lagi sesering saat awal kepindahannya.
Baca Juga: Sempat Terpuruk, Anabel Leticia Kini Bangkit Demi Indonesia Arena
Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, Janice juga menghadapi tantangan dalam mengejar tempat di skuad 5on5 PSKD 1. Pada tahun pertamanya di SMA, ia belum berhasil lolos seleksi roster DBL dan harus menjalani kompetisi melalui AZA 3X3 Competition 2024 Central Jakarta.
“Saat itu, aku belum siap dan masih banyak pemain yang lebih bagus. Aku sempat nangis dan kecewa, tapi itu enggak lama. Setelahnya, aku kerja lebih keras lagi untuk seleksi berikutnya, karena seleksi untuk DBL itu susah banget. Akhirnya, aku berhasil terpilih jadi pemain 5on5 DBL di kelas XI,” tuturnya.
Kini, sebagai siswi kelas XII sekaligus kapten tim, tanggung jawab yang diembannya semakin besar. Ia tidak hanya harus menjaga performa di lapangan, tetapi juga menjalankan tugas sebagai anggota MPK dan menyelesaikan berbagai kewajiban akademik menjelang kelulusan.
“Jujur aku sempat stres. Aku harus urus semua masalah yang ada di sekolah karena aku bertanggung jawab sebagai MPK. Aku juga kapten basket yang harus ngurusin tim DBL dan tim non-DBL. Aku juga punya banyak tugas dan ada syarat bikin makalah untuk kelulusan. Tapi setiap ada waktu luang, aku sempetin untuk cicil tugasnya,” jelasnya.
Di tengah padatnya tanggung jawab tersebut, dukungan keluarga dan teman-teman menjadi salah satu sumber kekuatan Janice untuk terus menjalani semuanya. Meski terpisah jarak, sang ibu tetap berusaha mengikuti perjuangannya dengan menonton pertandingan secara daring.
“Aku selalu suruh mama aku nonton pertandingan secara daring. Dia mau. Tapi kadang, mama aku bilang dia enggak mau nonton karena greget. Katanya ‘mending mama aja yang main daripada harus nonton’, hahaha,” tuturnya.
Kini, perjuangan Janice bersama PSKD 1 telah membawa mereka ke babak Fantastic Four Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship 2026. Kesempatan untuk tampil di Indonesia Arena pun semakin dekat.
Bagi Janice, bisa melangkah ke panggung tersebut bukan hanya tentang pencapaian pribadi atau tim. Ia juga ingin membuktikan bahwa PSKD 1 mampu bersaing dan layak menjadi salah satu tim yang tampil di Indonesia Arena.
“Main di Indonesia Arena itu momen yang sudah kita tunggu-tunggu. Jadi, kita harus buktikan ke semua orang kalau Indonesia Arena juga bisa diisi tim baru. Kita sangat-sangat yakin bisa ada di Indonesia Arena,” harapnya.
DBL Jakarta Championship 2026 termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)