Para kesatria SMA Jubilee Jakarta kini dihadapkan dengan tantangan baru. Bukan sekadar lawan yang harus ditaklukkan di lapangan, sang rival juga bisa saja menjadi penghalang besar bagi ambisi Jubilee untuk kembali menapakkan kaki di Indonesia Arena.
Ancaman tersebut bernama Kolese Kanisius Jakarta. Sebagaimana diketahui, kedua tim memiliki rekam jejak rivalitas yang begitu panjang.
Kisah persaingan Jubilee dan Kanisius pertama kali dimulai pada musim 2022, lalu kembali berlanjut pada 2023 dan 2024. Selama pertemuan tersebut, Kanisius belum menjadi batu sandungan berarti bagi Jubilee. Para penggawa Jubilee selalu berhasil menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.
Namun, cerita berbeda tersaji di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jakarta Championship, Minggu, 25 Oktober 2026. Dalam duel itu, Kanisius memberi tekanan hingga beberapa kali mampu membuat posisi imbang selama kuarter pemungkas. Sebelum akhirnya, kemenangan tetap berpihak pada Jubilee dengan margin hanya dua bola, 40-36.
Baca Juga: Putra Jubilee dan Ancaman Terbesar di DBL Jakarta Championship 2026
Bagi Sheldon Shevchenkho, sang kapten Kanisius, permainan yang disuguhkan timnya sudah hampir memenuhi ekspektasi. Sedari awal, Sheldon, begitu ia disapa, bersama rekan-rekannya merasa jauh lebih siap untuk menantang sang juara bertahan di wilayah Jakarta Utara itu.
“Dari latihan sebelumnya, kita juga sudah percaya dengan game play dari pelatih dan gimana kita bisa execute game play itu. Terus terbukti di lapangan, kita bisa fight lawan mereka,” ungkap Sheldon.
Ditambah lagi, pengalaman panjang dari beberapa pertemuan sebelumnya menjadi materi persiapan tersendiri bagi skuad Kanisius. Mereka sudah memahami betul gaya permainan sang rival dan strategi yang tepat untuk menghadapinya selama di medan pertempuran.
“Tahun ini, kita lihat mereka mainnya selalu agresif kayak tahun-tahun sebelumnya. Makanya, kita sudah antisipasi buat latihan full-court press. Jubilee itu lawan yang cukup tough, tapi kita juga enggak boleh takut lawan mereka. Coach bilang jangan takut attempt apa pun,” tegasnya.
Bukan hanya itu, memperbaiki lini pertahanan turut menjadi aspek yang benar-benar diperhatikan oleh pasukan Kanisius. Catatan ini muncul setelah mereka sempat tertinggal dari Bunda Mulia School Jakarta (BMS) di kuarter pertama pada Senin, 26 Oktober 2026. Meski begitu, Sheldon dan kawan-kawannya berhasil menggenggam kemenangan 46-28.
Keberhasilan itu turut membawa Kanisius kembali bersua dengan Jubilee di babak Fantastic Four DBL Jakarta Championship 2026 pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kini, mereka memiliki rentang waktu selama satu hari untuk mempersiapkan diri menyambut pertandingan bergengsi itu.
Baca Juga: Ada Dukungan Amin Prihantono di Setiap Langkah Salwa Nabila
Kanisius juga dituntut untuk tampil sempurna, mengingat mereka hanya memiliki satu nyawa tersisa di musim ini. Satu kesalahan tentu bisa menggagalkan misi besar Kanisius.
“Karena ini tahun terakhir aku, jadi pengin banget bisa sampai final di Indonesia Arena. Harus maksimalin apa yang sudah dilatih di tahun-tahun kemarin,” tutup Sheldon.
DBL Jakarta Championship 2026 Jakarta termasuk dalam rangkaian Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 yang mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”. Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)