Perubahan pendidikan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar atau fasilitas yang serba lengkap. Terkadang, langkah awalnya justru hadir melalui sebuah ruang sederhana, itu adalah pandangan yang sangat dipegang teguh oleh Andhika Radja. Ia merupakan guru pengampu mata pelajaran Seni dan Prakarya di SMA Dwiwarna Bogor.

Keyakinan tersebut tumbuh dari pengalaman mengajar Andhika. Selama mendampingi siswa, Ia melihat bahwa setiap anak memiliki karakter, latar belakang, dan cara belajar yang berbeda. Ada siswa yang aktif ketika berhadapan dengan materi teori, tetapi lebih ekspresif saat mengikuti kegiatan praktik seperti musik dan seni.

Perbedaan itu membuatnya mempertanyakan bagaimana pembelajaran dapat mengakomodasi kebutuhan setiap siswa. Baginya, pendidikan tidak seharusnya hanya berorientasi pada penyampaian materi dan pencapaian nilai. Guru juga perlu memahami potensi setiap anak dan memberikan ruang agar mereka dapat berkembang sesuai kemampuannya.

“Saya percaya bahwa perubahan pendidikan harus dimulai dari interaksi sederhana dan keberanian guru dalam mencoba pendekatan baru,” ungkap Andhika, Jumat, 6 November 2026.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Cara Adna Bawa Pelajaran Fisika Keluar dari Ruang Kelas

Andhika saat mengajar seni musik (Foto: dokumentasi pribadi Andhika Radja)

Pandangan tersebut juga dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya di bidang seni musik. Sebagai guru Seni Budaya, ia mengajarkan berbagai bidang seni, mulai dari seni musik, seni rupa dan prakarya, hingga tari dan teater. Di luar jam pelajaran, ia turut melatih musik serta mendampingi siswa dalam kegiatan pendidikan karakter.

“Seni bukan hanya persoalan estetika atau keterampilan teknis, tetapi juga merupakan media pendidikan yang sangat kuat untuk membangun karakter manusia,” bebernya.

Dalam kegiatan ansambel musik, misalnya, setiap pemain harus mampu mendengarkan, menunggu giliran, menyelaraskan permainan, dan bertanggung jawab terhadap bagiannya masing-masing. Nilai-nilai tersebut tidak selalu mudah ditanamkan hanya melalui penjelasan di kelas.

“Di dalam kelas saya melatih siswa berpikir, merancang, dan menghasilkan karya, sehingga tidak hanya terpaku pada materi saja” jelasnya.

Pengalaman Andhika sebagai pendidik tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Sebagai guru di sekolah berasrama, ia memiliki kesempatan untuk mendampingi siswa dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Ia juga dipercaya menjadi staf kesiswaan sekaligus koordinator ekstrakurikuler yang membawahi beragam kegiatan, mulai dari seni, olahraga, organisasi, hingga wawasan kebangsaan.

Momen Andhika memaparkan materi mengenai seni musik (Foto: dokumentasi pribadi Andhika Radja)

Ruang interaksi yang lebih luas itu membuatnya semakin memahami bahwa proses pendidikan berlangsung sepanjang hari. Pembentukan karakter tidak hanya terjadi ketika guru menyampaikan materi, tetapi juga melalui kebiasaan, interaksi, dan tanggung jawab yang dijalani siswa.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Afifah dan Misi Hidupkan Bahasa Inggris lewat Karya Sastra

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika melihat siswa yang semula kurang percaya diri mulai berani menunjukkan kemampuannya setelah mendapatkan ruang dan kepercayaan. Andhika berusaha mengingatkan bahwa setiap orang memiliki proses perkembangan masing-masing. Siswa tidak perlu terus-menerus membandingkan kemampuannya dengan teman yang lebih mahir.

Baginya, keberhasilan seorang guru tidak selalu diukur dari jumlah medali atau piala yang berhasil diraih siswa. “Saya tidak selalu harus menciptakan siswa yang paling hebat dalam bidangnya, tetapi saya ingin membantu mereka menjadi pribadi yang percaya pada potensinya, berani mencoba, mampu bekerja sama, dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Ia pun meyakini bahwa tidak semua siswa harus menjadi seniman ketika belajar seni. Namun, setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan kreativitasnya.

Keinginan untuk terus membuka ruang belajar bagi siswa menjadi salah satu alasan Andhika mengikuti DBL Super Teacher 2026. Ia ingin mengembangkan diri sekaligus bertukar pengalaman dengan para pendidik dari berbagai bidang. Ia bahkan terpilih sebagai salah satu dari Top 24 DBL Super Teacher. Baginya, kesempatan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan peluang untuk membawa praktik baik kembali ke lingkungan sekolah.

Potret Andhika saat menjadi guru musik (Foto: dokumentasi pribadi Andhika Rdja)

Salah satu gagasan yang ingin dikembangkan adalah Integrated Creative Learning berbasis STEAM, Character Building, dan Student Agency. Melalui pendekatan ini, ia ingin menghubungkan pembelajaran akademik dengan seni, teknologi, kreativitas, serta penguatan karakter dalam satu pengalaman yang relevan dengan kehidupan siswa.

Sebagai contoh, siswa dapat membuat proyek pertunjukan musik berbasis teknologi. Dalam prosesnya, matematika digunakan untuk memahami pola ritme dan tempo, Fisika membantu menjelaskan frekuensi serta resonansi suara, sementara teknologi dimanfaatkan untuk produksi dan pengolahan audio. Seni menjadi ruang untuk menciptakan komposisi, sedangkan kemampuan bahasa digunakan untuk menyusun konsep dan mempresentasikan karya.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Hanny Kurniawan Seimbangkan Logika dan Kreativitas

Selain itu, Andhika ingin mengembangkan pembelajaran kolaboratif melalui program Sepekan Bersama Masyarakat (SBM). Program tersebut dirancang agar siswa dapat mempraktikkan nilai empati, toleransi, kepedulian, gotong royong, dan tanggung jawab secara langsung dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga melihat lingkungan sekolah berasrama sebagai ruang pembelajaran karakter yang dapat dimanfaatkan lebih luas. Aktivitas akademik, seni, musik, olahraga, organisasi, hingga kehidupan asrama dapat saling terhubung dalam membentuk pengalaman belajar siswa.

“Pendidikan bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang dapat diberikan guru kepada siswa, tetapi tentang seberapa mampu kita mempersiapkan mereka untuk menggunakan pengetahuan tersebut dalam menciptakan perubahan bagi masyarakat,” ungkap Andhika.

Melalui berbagai gagasan tersebut, Andhika ingin menghadirkan pendidikan yang tidak membatasi perkembangan siswa pada nilai akademik semata. Ia percaya, ketika guru berani membuka ruang, mendengarkan kebutuhan murid, dan mencoba pendekatan baru, setiap anak memiliki kesempatan untuk menemukan potensi terbaiknya.

Andhika adalah salah satu dari Top 24 DBL Super Teacher yang akan menjalankan bootcamp 18-21 November 2026 di Jakarta. Mari terus dukung perjuangan Bapak Andhika Radja dalam mendampingi bakat dan membentuk karakter masa depan generasi muda Indonesia.(*)

Populer

Hampir Terjegal, BOSA Juara 10 Kali Beruntun DBL D.I Yogyakarta!
Farabi Bilal Ibrahim dan Tekadnya Antar Al-Izhar Tembus Final
Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026
Perjalanan Mimpi Finalis DBL Jakarta 2026 yang Diabadikan dalam Sesi Photoshoot
Hasil DBL South Jakarta: Para Kampiun Musim Lalu Tampil Dominan!