Pandu Pasa yang menjalankan dua peran sekaligus sebagai guru Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan (KIK), serta Safety Class Instructor di SMKS Nusantara Mandiri Bontang, Kalimantan Timur. Ia meyakini bahwa pembelajaran di sekolah kejuruan seharusnya tidak berhenti pada penguasaan teori. 

Menurutnya, siswa juga perlu mendapatkan pengalaman yang bisa mereka terapkan ketika memasuki dunia kerja. Melalui Program Safety Class yang mulai dijalankan pada 2025 menjadi salah satu upaya Pandu mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan industri. 

Sebagai sekolah kejuruan berbasis teknik dan industri, SMKS Nusantara Mandiri Bontang perlu membekali peserta didiknya dengan pemahaman mengenai keselamatan kerja, baik secara teori maupun praktik.

Pengalaman Pandu di dunia industri menjadi bekal penting dalam menjalankan program tersebut. Meski bukan lulusan pendidikan keguruan, ia memiliki latar belakang Statistika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan pengalaman bekerja selama lima belas tahun di lingkungan korporasi. Ia juga pernah bekerja sebagai safetyman di salah satu perusahaan Liquefied Natural Gas (LNG).

Potret Pandu Pasa saat memberikan materi di kelas (Foto: dokumentasi pribadi Pandu Pasa)

Baca Juga: DBL Super Teacher: Andhika Radja Jadikan Ruang Sederhana Awal Perubahan

Dari pengalaman itu, Pandu memahami bahwa keselamatan kerja bukan sekadar aturan yang harus dihafalkan. Ada perilaku dan kebiasaan yang perlu dibangun agar setiap pekerja mampu mengenali risiko serta mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas.

Hal itulah yang ingin ia tanamkan kepada siswa SMKS Nusantara Mandiri Bontang (Nusman). Ia tidak hanya mengajarkan dasar-dasar keamanan, tetapi juga membiasakan mereka menerapkannya ketika menjalani praktik di sekolah.

“Tujuannya adalah semua siswa Nusman setelah lulus sudah paham tentang safety dan siap bekerja dengan selamat. Saya ingin menanamkan prinsip bahwa ‘safety is our culture’ kepada siswa,” jelas Pandu, Jumat, 6 November 2026.

Menjalankan tugas sebagai guru KIK sekaligus Safety Class Instructor sempat menjadi tantangan tersendiri bagi Pandu. Pada awal program, ia harus membagi waktu antara kegiatan mengajar dan memastikan penerapan keselamatan selama praktik berlangsung. Tugas sebagai instruktur tidak bisa ditinggalkan begitu saja, terutama ketika siswa sedang menggunakan fasilitas praktik.

“Saya lakukan evaluasi dan pembenahan, dari hasil evaluasi tersebut saya membentuk safetyman di setiap kelas/rombongan belajar sehingga mereka menjadi tangan kanan saya dalam mengawasi setiap masing-masing kelas saat praktik,” terangnya.

Dengan adanya safetyman di setiap kelas, Pandu bisa membagi pekerjaan dengan lebih baik. Ia bisa memberikan pembelajaran langsung kepada siswa tentang bagaimana safetyman bekerja. Pengalaman ini nantinya dapat menjadi dasar bagi siswa-siswanya ketika memasuki dunia kerja nanti.

Momen Pandu Pasa saat menjadi Safety Class Instructor (Foto: dokumentasi pribadi Pandu Pasa)

Menariknya, kehadiran program tersebut turut membentuk identitas baru di kalangan siswa. Salah satu perubahan yang dirasakan Pandu adalah munculnya panggilan seperti “Kak Safety” atau “Pak Safety” bagi siswa yang bertugas sebagai safetyman. Mereka mulai dikenal bukan hanya melalui nama, tetapi juga melalui tanggung jawabnya dalam mengingatkan teman-teman untuk menerapkan keselamatan.

Baca Juga: DBL Super Teacher: Cara Adna Bawa Pelajaran Fisika Keluar dari Ruang Kelas

Hal sederhana itu menjadi tanda bahwa budaya keamanan mulai tumbuh di lingkungan sekolah. Siswa yang mendapat kepercayaan pun memiliki kesempatan menjadi teladan bagi teman-temannya.

Selain pengalaman di dunia industri, Pandu juga memiliki perjalanan di bidang kewirausahaan. Sebelum pandemi, ia pernah merintis usaha kopi dalam botol dengan merek PUNDI. Usaha tersebut dimulai sebelum produk kopi siap minum atau Ready to Drink (RTD) semakin populer seperti sekarang.

Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk memahami proses membangun sebuah produk. Mulai dari melihat peluang, mengembangkan gagasan, hingga mempertimbangkan cara agar produk dapat diterima oleh konsumen.

Keterampilan itu menjadi bekal yang ia bawa ke dalam pembelajaran KIK. Pandu ingin siswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan dari buku, tetapi juga memiliki keberanian untuk menghasilkan gagasan dan mencoba mengembangkannya menjadi sesuatu yang bernilai.

Kreativitas dan inovasi tidak hanya berasal dari teori, tetapi juga perlu dilatih melalui pengalaman. Prinsip tersebut juga terlihat dalam pendekatannya sebagai Safety Class Instructor. 

“Melalui pendekatan itu, siswa diberi tanggung jawab, kesempatan untuk mencoba, dan pengalaman menghadapi situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan,” beber Pandu.

Pandu ingin mengintegrasikan pembelajaran akademik dan nonakademik melalui pendekatan kewirausahaan yang dipadukan dengan hiburan. Ia ingin menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan melalui kompetisi, kegiatan berprestasi, maupun pertunjukan kreatif.

Momen Pandu Pasa saat menjadi Safety Class Instructor (Foto: dokumentasi pribadi Pandu Pasa)

Baca Juga: DBL Super Teacher: Afifah dan Misi Hidupkan Bahasa Inggris lewat Karya Sastra

Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya menguasai materi KIK dan memahami budaya keselamatan kerja, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas serta kepercayaan diri untuk menghasilkan karya.

Keinginan untuk terus berkembang menjadi salah satu alasan Pandu mengikuti DBL Super Teacher 2026. Ia mengaku tertarik dengan program yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tersebut. Kesempatan masuk dalam TOP 24 menjadi pengalaman berharga baginya untuk memperluas wawasan dan bertemu dengan guru-guru dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya berharap pengalaman dan praktik yang selama ini saya jalankan dapat terus dikembangkan, sekaligus menjadi inspirasi bagi pendidik lain,” tuturnya.

Ia ingin siswa SMKS Nusantara Mandiri Bontang tidak hanya siap secara kompetensi, tetapi juga memiliki kreativitas, jiwa kewirausahaan, dan kesadaran terhadap keselamatan kerja. Pandu menilai bekal untuk memasuki dunia industri tidak cukup hanya berupa kemampuan teknis. Siswa juga perlu memiliki kebiasaan bekerja dengan aman, berani berinovasi, serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang mereka lakukan.

Lewat perpaduan pengalaman industri, kewirausahaan, dan pembelajaran keamanan, Pandu berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan setelah sekolah. Harapannya, setiap lulusan SMKS Nusantara Mandiri Bontang dapat tumbuh menjadi pribadi yang kompeten, kreatif, dan mampu berkarya dengan mengutamakan keselamatan.

Pandu adalah salah satu dari Top 24 DBL Super Teacher yang akan menjalankan bootcamp 18-21 November 2026 di Jakarta. Mari terus dukung perjuangan Bapak Pandu Pasa dalam mendampingi bakat dan membentuk karakter masa depan generasi muda Indonesia.(*)

Populer

Hampir Terjegal, BOSA Juara 10 Kali Beruntun DBL D.I Yogyakarta!
Farabi Bilal Ibrahim dan Tekadnya Antar Al-Izhar Tembus Final
Jadwal dan Link Live Streaming DBL South Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026
Perjalanan Mimpi Finalis DBL Jakarta 2026 yang Diabadikan dalam Sesi Photoshoot
Deretan Kopi Good Day First Team 2026 D.I Yogyakarta Sektor Putra