ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Qaulan Syakilla lahir di keluarga yang gemar bermain tennis. (Foto: Dika Kawengian/DBL Indonesia)

SURABAYA-Sejak kecil, guard andalan sekaligus kapten tim Rholas (SMPN 12 Surabaya) Qaulan Syakilla selalu dilatih untuk bermain tennis. Ia memang lahir di keluarga yang sangat gemar bermain tennis.

Pengalaman Qaulan bermain basket pun cukup membuatnya malu saat pertama kali mencoba olahraga ini, "Waktu pertama kali mencoba basket di sekolah aku malu karena lay-up saja aku air ball. Sejak itu aku sudah nggak pernah main basket lagi. Mungkin karena waktu itu aku nggak bisa makanya jadi nggak suka," katanya.

Waktu pun berjalan sampai akhirnya Qaulan masuk sebagai siswa di SMPN 12 Surabaya. Qaulan yang masih berlatih tennis hingga saat itu melihat teman-teman di sekolahnya banyak yang memainkan basket.

"Sampai pada saat sore-sore waktu itu aku coba lagi main basket bareng teman-teman di sekolah. Untungnya mereka baik, mau mengajari aku bermain dengan benar dan menunjukan teknik dasarnya. Besoknya aku memberanikan diri untuk ikut latihan bersama tim basket Rholas," ungkapnya.

Setelah ikut bergabung dan berlatih bersama tim basket Rholas, Qaulan mulai meninggalkan tennis. Hal ini awalnya ditentang ayahnya yang menganggap Qaulan tidak serius dalam satu bidang.

"Waktu itu aku mencoba berlatih dengan serius. Aku mencoba membuktikan ke ayah kalau aku bisa maksimal di basket. Sampai akhirnya aku bergabung dalam salah satu klub basket di Surabaya dan menjadi tim inti dan ikut kejuaraan di kelompok umurku. Saat itu ayah mulai mendukung karirku di basket," ujarnya.

Rasa bangga kedua orangtua Qaulan pun semakin besar ketika anaknya berhasil mencapai babak final Junior DBL East Java Series 2020 bersama Rholas. Terlebih Qaulan juga terpilih sebagai pemain first team.

"Aku sama sekali nggak nyangka karena kalau boleh dibilang aku ini baru belajar basket waktu kelas 7. Target tim pada musim ini juga hanya sampai big eight. Ya, mungkin ini bisa menjadi kenangan manis untuk sekolah di tahun terakhirku meskipun belum diberi kesempatan untuk menjadi juara," ujar Qaulan yang sudah duduk di kelas 9 saat ini.

Setelah mengantarkan Rholas menjadi runner-up, Qaulan mencoba kembali fokus menjalani pendidikannya di sekolah. Ia ingin mendapatkan nilai tinggi di ujian akhir nanti dan masuk ke sekolah yang ia inginkan.

"Kalau memang diijinkan, semoga saja aku bisa masuk SMAN 15 Surabaya. Karena aku suka dengan lingkungan sekolahnya. Ditambah lagi, disana juga punya pembinaan basket yang bagus," tutur pemain yang mengaku nge-fans dengan Ben Simmons dan Arki Wisnu ini.

Ia juga berpesan kepada para adik kelasnya yang masih bermain untuk Rholas di musim depan. "Jangan mudah putus asa. Jangan mudah minder karena dengan latihan yang keras kalian bisa lebih dari kita yang sekarang. Semoga Rholas semakin baik dari tahun ke tahunnya," tutupnya.

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)