ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Skuad SMPN 1 Blitar tampil impresif selama dua musim berlaga di Junior DBL East Java Series di Surabaya. Skuad putrinya berhasil meraih juara di musim lalu, dan melangkah ke final pada musim ini. Sedangkan skuad putranya yang melangkah dari babak penyisihan berhasil finish di semifinal musim ini.

Pelatih SMPN 1 Blitar, Dimas Kurniawan pun berbincang dengan DBL.id tentang kebiasaan mereka selama latihan di sekolah. Kerennya lagi, latihan ala One Blitar ini juga bisa kamu lakukan di rumah loh! Apa aja sih?

 

Dribble di Tempat

Salah satu ciri khas dari SMPN 1 Blitar saat berlaga di Junior DBL adalah kemampuan dribble yang sangat baik. Dimas pun bercerita, bahwa ia dan tim selalu melakukan drill dribble yang simple namun bertahap. Mereka diajarkan untuk paham penempatan bola saat dribble. Tidak boleh terlalu depan dan terlalu samping. Hal ini akan membuat bola mudah di curi.

“Kita nggak mau langsung buat mereka bisa dribble dengan berjalan. Startnya harus dari dribble di tempat. Mulai dari jongkok, berdiri sampai cross over. Kalau semua ini udah bisa, dribble jalan dan larinya juga akan mengikuti,” ujar Dimas.

 

Lari dengan Target Waktu

Nggak hanya dribble, fisiki dari SMPN 1 blitar juga sangat tangguh. Nah, untuk mendapatkan hal ini tidaklah instan. Menurut Dimas, ada beberapa step yang ia lakukan untuk meningkatkan fisik para pemainnya. Salah satunya dengan lari yang menggunakan target waktu.

“Awalnya lari 2-3KM tanpa target waktu untuk mengukur kemampuan. Nanti bertahap diberi target. Mulai dari 10 menit hingga semaksimal mereka.” Tambahnya,

 

Belajar Step by Step

Banyak yang beranggapan bahwa berlatih basket hanya perlu melihat tanpa memperhatikan step by step. Hal ini langsung ditolak oleh pelatih putra SMPN 1 Blitar tersebut. Justru step by step dan repetisinya lah yang membuat pemain semakin handal. Pasalnya, fundamental adalah hal yang paling utama. Terlebih di tingkat SMP.

“Contoh seperti lay up. Step by stepnya harus benar. Melangkahnya, penempatan bolanya sampai landingnya. Hal ini harus dilakukan terus menerus. Bosan itu pasti, tapi disetiap kerja keras yang dilakukan tentu akan membuahkan hasil,” tutup Dimas.

 

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)