ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Bayu Dwi Rizky Ananda, forward sekaligus kapten SMAN 8 Malang ini tampil gemilang di Honda DBL East Java Series 2019. Pemain 18 tahun ini mencatatkan 26 poin, 22 rebound, 4 assist, dan 12 steal dari tujuh pertandingan. Peran inilah yang membawa timnya melangkah hingga babak Big Four di Surabaya.

Di balik penampilan apiknya di lapangan, Bayu ternyata punya bakat lain, yaitu bermain musik. Tak tanggung-tanggung, dengan skill menyanyinya, ia memiliki followers Instagram hingga 34k loh!

"Kalau nyanyi aku sudah belajar dari kelas 6 SD. Belajarnya otodidak dari YouTube. Nah kalau basket aku belajarnya dari kelas 1 SMP,” ujar pemilik akun Baayudwii tersebut.

Bayu bercerita, mulanya ia men-cover lagu sesaat setelah acara pentas seni di sekolahnya. Sejak saat itu ia mulai memberanikan diri membuat video yang di-take dan edit sendiri. Kemudian diunggah ke Instagram.

Meski begitu bukan berarti pembuatan kontennya mulus-mulus aja loh. Beberapa kali ia harus retake karena ada ada nada yang kurang pas.

"Yang waktu take 'I Love You But I’m Lettin Go' itu berulang kali retake sih. Pernah juga saking seringnya retake sampe kesel sendiri. Hehehe. Cuman karena dasaranya hobi jadi ya lanjut lagi," ujarnya.

Kalau ditanya lebih seru mana antara basket dan musik? Bayu menyebut jika keduanya sama-sama menyenangkan. Dari keduanya juga ia belajar banyak hal. Salah satunya adalah konsistensi adalah kunci semuanya.

Dari basket, konsistensinya berlatih dari kelas 1 SMP bersama M. Zaki Basari berhasil membuatnya tampil gemilang. Bahkan kembali membawa Smarihasta ke Surabaya. Terakhir, SMAN 8 Malang sendiri melangkah ke babak big four pada musim 2017.

Sedangkan di musik sendiri konsistensinya belajar dengan otodidak membuktikan bahwa ia bisa menjadi seorang penyanyi. Baginya, followers bukan yang utama. Namun, kesempatan untuk membagikan karyanya adalah yang ingin ia inspirasikan ke para followers.

Ia juga berpesan kepada skuad Smarihasta musim 2020 untuk menjaga solidaritas. Pasalnya, hal ini juga akan mempengaruhi chemistry tim. "Selain itu, jangan bosan-bosan latihan. Karena konsisten latihan adalah kunci segalanya,” tutup kapten Smarihasta tersebut.(*)

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)