Dukungan para suporter sekolah dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2025 East Java Championship tidaklah main-main. Sebagian besar di antara mereka hadir dari berbagai wilayah di Jawa Timur untuk mendukung tim kebanggaannya bertanding di DBL Arena. Salah satu contohnya adalah Hua Ind Mania.
Barisan pendukung dari SMA Kolese Santo Yusup Malang (Kosayu) itu memenuhi ibadah nribun pada Kamis, 30 Oktober 2025. Sejak pukul 18.45, mereka telah memadati tribun timur DBL Arena dengan pakaian putihnya. Tujuan mereka hanya satu, menyokong tim putra kesayangannya yang berlaga menghadapi penggawa putra Sinlui (Sebutan untuk SMA St. Louis 1 Surabaya).
Betul sekali, dua tim itu memang bertemu mewakili wilayahnya masing-masing dengan status finalis. Putra Sinlui sebagai jawara DBL Surabaya 2025, sedangkan Kosayu merupakan runner-up DBL Malang 2025. Dalam pertandingan tersebut, tim putra Kosayu harus menerima kekalahan atas skuad Sinlui dengan hasil akhir 54-16.
Baca Juga: Hannah Harshita Catat Double-Double Pertama di DBL East Java Championship!
Walaupun sekolah kebanggaannya menerima kekalahan, tetapi perjuangan Hua Ind Mania perlu mendapatkan apresiasi sebesar-besarnya. Rabu, 29 Oktober 2025, mereka juga datang menyokong tim putri Kosayu di DBL Arena. Semangat membara Hua Ind Mania inilah yang membentuk loyalitas mereka dalam mengiringi teman-temannya melantai di lapangan hingga patut memperoleh atensi tinggi.
“Hari ini kita kurang lebih membawa sekitar 9 bus ke sini,” tutur Nathanael Setiawan, salah satu pemimpin barisan Hua Ind Mania. “Terus, kami juga memboyong kurang lebih empat ratus lima puluh suporter untuk berdiri di atas tribun,” sambung El -begitulah ia disapa- yang berzodiak Scorpio itu.
Selain El, ada pula Hansel Tristan Chundiawan. Dia juga pemimpin barisan Hua Ind Mania. Sosok yang akrab dipanggil Hansel itu mengungkapkan jika perizinan dari pihak sekolah terbilang mudah. “Berhubung matchnya malam, kami sempat diberikan dispensasi jam pelajaran. Dari awalnya empat puluh lima menit setiap jam pelajaran, berubah menjadi empat puluh menit saja,” ujarnya.
“Oleh karena itu, kami bisa berangkat dari Malang jam dua siang. Lalu, sampai kesini sekitar jam setengah empat sore,” imbuh cowok yang gemar menyantap sei babi tersebut. Lantas Hansel menambahkan jika semua itu digunakan demi bisa mendukung rekan-rekannya berjuang di Surabaya.
Terkait koordinasi antar suporter, El mengaku jika Hua Ind Mania mempunyai cara tersendiri. “Kami para koor terbagi menjadi beberapa kelompok di setiap busnya,” ucapnya. “Hal ini supaya kami mengatur massanya menjadi lebih gampang,” kata laki-laki yang mahir bermain gitar itu.
Menurut penuturan Hansel, pihak sekolah senantiasa mendukung Hua Ind Mania dalam mendampingi tim basketnya berlaga. Selain perizinan dan kemudahan jam pelajaran, mereka juga disokong dengan biaya. “Kalau misal kita butuh dana untuk buat koreo atau beli alat baru, maka sekolah akan nyediain,” ujarnya.
“Hampir semuanya dibiayain. Pokoknya, selama tujuannya positif, sekolah pasti akan mendukung kami,” sambung lelaki yang juga mahir bermain basket tersebut.
Pada laga berlangsung, Hua Ind Mania juga menghadirkan sebuah koreografi. Sebuah giant flag bergambar burung Phoenix yang menutupi sebagian besar suporter mereka selama beberapa saat.
Tidak hanya itu saja, mereka juga menghadirkan nuansa merah dan kuning yang kental. Sepanjang laga, mereka menggelar total empat kain panjang yang terbagi di kedua sisi tribun dengan paduan dua warna tersebut. Penggunaan warna merah dan kuning ini memiliki arti penting bagi Hua Ind Mania.
Baca Juga: Tak Ada Beban, Louisa Antoinette Siap Tatap DBL East Java Championship 2025
“Merah sama kuning ibarat api yang selalu ada di dada kita. Kedua warna tersebut juga identik dengan burung phoenix yang menjadi maskot Kosayu,” ucap El yang juga suka menyanyi itu. “Dua warna itu mengisyaratkan pula semangat kami yang selalu membara dalam mendukung tim basket Kosayu,” sambungnya.
El dan Hansel kini telah berada di kelas 12. Hal itu membuat tahun ini menjadi kesempatan terakhir mereka nribun. Dengan demikian, Hansel mempunyai pesan yang ingin disampaikan terhadap penerusnya di Hua Ind Mania. “Harapannya semoga Hua Ind Mania bisa lebih baik dan keren lah,” pungkas cowok berzodiak Virgo itu.
Berhubung tim putri Kosayu mendapatkan kemenangan atas srikandi SMAN 1 Jember pada kemarin Rabu, Hua Ind Mania masih memiliki kesempatan untuk mendukung mereka pada Jumat, 31 Oktober 2025. Tim putri Kosayu bakal menghadapi gempuran srikandi SMA Gloria 1 Surabaya sejak pukul 13.00 WIB.
Oleh sebab itu, El memiliki ucapan khusus bagi Hua Ind Mania. “Buat match ini, habiskan suara kalian teman-teman,” ujar laki-laki yang gemar menyantap nasi goreng in. “Hal itu karena bisa saja besok merupakan match terakhir bagi Hua Ind Mania. Tetap semangat sampai titik darah penghabisan!”, tutup El.
Baca Juga: Lyly Suryani Merasa Belum Puas dengan Kemenangan Gloria 1, Kenapa?
Hua Ind Mania dapat menjadi bukti bahwa jauhnya jarak tidak menjadi halangan untuk hadir mendukung tim kebanggaannya berlaga di DBL East Java Championship 2025.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil sekolah ini bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).