ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

sumber: dokumentasi pribadi

Di tengah ribuan peserta DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, mungkin nama James Lauw terdengar asing. Namun, sosoknya sukses mencuri perhatian kami.

Pemain Chosen Generation Academy itu jadi salah satu peserta non-DBL yang mampu menembus papan atas perolehan suara.

Hingga artikel ini ditayangkan, James berada di posisi ketiga dengan raihan lebih dari 1.000 votes. Bahkan, selama dua hari penyelenggaraan, ia konsisten bertahan di lima besar.

Bagi James, program DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 bukan lah sekadar ajang voting. Ini adalah satu-satunya jalannya untuk mengejar mimpi tampil di DBL Camp.

“Alasan aku ikut Road to DBL Camp karena dari dulu memang punya target buat bisa masuk DBL Camp. Aku pengen banget belajar langsung dan dapat pengalaman latihan bareng pemain-pemain yang levelnya jauh di atas aku, supaya aku bisa berkembang lebih cepat,” ujar James.

Ia pertama kali mengetahui program ini dari Instagram resmi DBL. Tanpa pikir panjang, ia langsung mendaftar.

Berbeda dari kebanyakan peserta, James memilih cara kreatif untuk mengumpulkan dukungan. Ia bahkan membuat akun Instagram khusus bertajuk “Road to DBL Camp” yang berisi dokumentasi perjalanan latihannya. 

“Strategi aku cukup beda sih. Aku bikin video series sendiri namanya ‘Road to DBL Camp’ yang aku posting setiap hari di Instagram dan TikTok. Di situ, aku menunjukkan keseharian aku, proses latihan, dan perjuangan aku buat masuk DBL Camp,” katanya.

Ia ingin publik melihat keseriusan dan konsistensinya. Bukan sekadar meminta vote, tapi mengajak orang-orang ikut menjadi bagian dari perjalanannya melalui akun Instagram @roadto_dblcamp dan TikTok @404whoo.

Baca Juga: Cara Vote DBL Play Road to DBL Camp 2026, Jangan Lupa Dukung Jagoanmu!

Selain aktif di media sosial, James juga tentu meminta dukungan dari keluarga dan teman-temannya.

Bicara soal kehidupan di sekolah, James merupakan siswa Chosen Generation Academy. Sekolah tersebut tergolong unik karena berkonsep semi-homeschool dan jumlah siswanya sangat terbatas.

Total siswa dari jenjang SD hingga SMA hanya 18 orang. Sementara untuk tingkat SMA, hanya ada enam siswa, dengan rincian tiga putra dan tiga putri.

Minimnya jumlah siswa inilah yang membuat sekolahnya belum bisa mengikuti DBL. Bahkan, James sempat hampir membela salah satu sekolah besar di Banjarmasin.

“Aku sempat seleksi di sekolah yang ikut DBL, sudah dapat jersey dan sudah latihan rutin. Tapi orang tua kurang merestui, akhirnya gak jadi,” ungkapnya. Ia pun kembali ke Chosen Generation Academy, sekolah milik keluarganya sendiri.

Karena itulah, DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 menjadi satu-satunya kesempatan bagi James. Terlebih, saat ini ia sudah duduk di kelas XII. Artinya, ini merupakan tahun terakhirnya di bangku SMA.

James sendiri mengaku mulai serius bermain basket sejak akhir 2022. Meski tergolong baru, ia aktif mengikuti berbagai turnamen, khususnya kategori 3X3.

Ia pernah tampil di beberapa ajang basket. Meski hasilnya belum maksimal, pengalaman tersebut membentuk mental bertandingnya.

“Bisa dibilang belum maksimal hasilnya, belum pernah juara. Di sekolah aku juga nggak ada yang benar-benar bisa main basket, jadi teman setim ikut lebih ke coba-coba. Persiapannya juga kurang matang,” tuturnya jujur.

DBL Camp - James Lauw - Chosen Generation Academy-
Aksi James Lauw saat mengikuti beberapa kompetisi basket di Kalimantan Selatan (sumber: dokumentasi pribadi)

Di luar sekolah, James bergabung dengan salah satu klub. Ia juga kerap berlatih bersama sejumlah pemain andalan Kalimantan Selatan seperti Rendy Arafat, Refo Harry, dan Danu Satria Fajar, yang kini sudah bermain di IBL bersama Pacific Caesar Surabaya.

Untuk menu latihan, James menyusunnya secara mandiri dengan referensi dari berbagai sumber. “Kalau buat upper body aku ambil dari menu senior aku, Rendy Arafat. Kalau lower body biasa cari referensi dari pemain luar negeri,” jelasnya.

Menariknya, kecintaannya pada dunia basket merupakan warisan dari keluarga. Dua saudara kakek buyutnya bahkan pernah mengikuti Pra-PON membela Kalimantan Selatan. 

Namun, motivasi terbesarnya justru datang dari hal yang tak terduga. “Aku tergerak buat main basket gara-gara nonton anime Kuroko,” ujarnya sambil tertawa.

Dan kini, James sadar betul bahwa bersaing di antara 2.915 peserta untuk mengejar mimpinya bukan perkara mudah. Namun, ia memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Meski berasal dari sekolah yang bahkan tak berpartisipasi di DBL.

Baca Juga: Antusiasme DBL Play Road to DBL Camp 2026 Melejit, Diikuti Hampir 3000 Peserta!

Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Lewat sederet konten unggahannya, ia membuktikan bahwa perjuangan bisa dimulai dari mana saja. Ia pun kini konsisten menjaga posisi di lima besar.

Kini, ia tinggal selangkah lagi dari mimpi besarnya. Dan DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 menjadi panggung terakhirnya sebagai student athlete SMA untuk membuktikan diri.

“Saya benar-benar berharap bisa jadi satu dari lima pemain yang terpilih,” ucap James penuh harap.

Sebagai Informasi, DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2025 menjadi salah satu rangkaian dari Kompetisi DBL yang merupakan event olahraga anak muda terbesar di Indonesia. Di dalamnya ada kompetisi basket, dance, suporter, dan berbagai kreativitas anak muda lainnya.

Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day, digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia. 

Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY