Masih ingat ketika tiap dancer yang bakalan tampil di Best Five Azarine DBL Dance Competition 2025 East Java-North dipanggil masuk bareng mama tercinta?
Itu menjadi momen paling sakral antara dancer dengan sang ibu. Momen di mana ibu mengantarkan masuk anaknya untuk tampil di panggung megah kompetisi dance terbesar di Indonesia.
Ibu Agustina Rumyaningsih, mama dari Alexandra The Electra, dancer SMA St. Louis 1 Surabaya berbagi cerita perihal pengalamannya mendampingi anaknya masuk ke dalam lapangan DBL Arena tepat sebelum Clique Dance Crew -sebutan tim dance SMA St. Louis 1 Surabaya- tampil.
“Perhatian untuk dance sekarang ini bisa dibilang bagus banget. Apalagi momen yang harus ndampingin itu para mama. Ini bentuk apresiasi yang luar biasa,” ucapnya.
Menariknya tak pernah ada arahan yang diberikan kepada El -sapaan karib Alexandra The Electra- untuk menekuni dunia tari.
“Anak zaman now itu tidak bisa jika diarahkan apa yang jadi kemauan orang tuanya. Kebetulan anaknya suka dance. Ketika dimasukin les dance dia tidak bosen, justru makin berkembang. Ya, orang tuanya juga semakin semangat juga buat mendukung,” ungkapnya.
Peran sang mama hanya menjadi pengingat dalam setiap perjalanan El mencintai dunia tari sebagai anak SMA.
“Kalau khawatir itu jelas ada. Apalagi nanti kalau dia sakit. Saya sih selalu mengingatkan kalau makan dan minum yang banyak. Apalagi kalau sampai ada beberapa pelajaran yang tertinggal. Saya tugasnya mengingatkan dia buat aktif cari info catatan dari teman-temannya kalau kurang jelas ya tanya langsung ke gurunya,” tutur Mama Agustina.
Bakat El sendiri tidak serta merta buah dari perjuangannya menekuni hobinya. Ternyata, kedua orang tuanya juga tidak jauh-jauh dari dunia tari!
Selamat hari Ibu, Mama Agustina Rumyaningsih!
“Dulu itu papanya suka breakdance. Kalau mamanya dulu juga penari tradisional. Dan zaman kita kecil kan belum ada yang namanya les-lesan. Belum ada kayak lomba dance seperti di DBL. Jadinya waktu SMA ya kandas,” kenangnya.
Mama Agustina lantas menambahkan, “Saya kagetnya ternyata sekarang tuh dance ini menghasilkan lho. Selain bisa jadi menambah pengalaman dan relasi, bisa juga berprestasi lewat dance ini,”
Mama Agustina juga mengapresiasi bagaimana DBL memberikan wadah besar bagi minat dan bakat anak-anak SMA yang suka di dunia tari untuk unjuk gigi.
“Pastinya bagus. Karena bukan sekadar jadi pendamping basket aja. Merasa dihargai juga karena persiapan mereka ini gak mudah. Ada waktu yang juga dikorbankan untuk latihan. Bahkan terkadang harus meninggalkan pelajaran juga,” ujarnya.
Baca juga: Tak Terukur di Statistik, Peran Ibu Selalu Otentik
Mama Agustina sekali lagi menegaskan jika peran orang tua di era sekarang hanyalah menjadi teman pengingat bagi anak-anaknya. Pengingat yang terkesan simpel namun punya peran krusial di balik setiap langkah mereka.
“Anak-anak Gen-Z sdan Gen Alpha ini suka yang sat set bat bet tapi kadang tanpa pikir dulu. Kalau dibilangin kadang cuman diem. Gapapa, sebagia orang tua ya harus tetap mengingatkan. Biarpun akhirnya dicap galak dan ngomel terus, tapi itu kan bentuk tanda cinta dan sayang kita ke anak,” terangnya.
Kasih Ibu memang sepanjang masa. Selamat hari Ibu, Mama Agustina. Sehat dan bahagia selalu ya.
Profil Alexandra The Electra bisa kalian cek di bawah ini.