Tema Shine Like a Star di Azarine DBL Dance Competition 2025–2026 East Kalimantan kembali melahirkan cerita-cerita personal yang dekat dengan realitas anak muda. Tiga tim berikut menghadirkan sudut pandang berbeda tentang arti bersinar—mulai dari mengejar mimpi besar, menemukan cahaya dari dalam diri, hingga melawan stigma sosial.
1. SMAN 2 Samarinda – Freeze

Freeze mengangkat perjalanan seorang perempuan dengan mimpi menjadi idol K-Pop. Penampilan dibuka dengan gambaran keraguan, rasa tidak percaya diri, serta tantangan yang kerap muncul di awal perjuangan. Namun, mimpi itu tak pernah benar-benar padam.
Lewat gerakan yang semakin energik dan ekspresif, cerita berkembang menjadi proses latihan, jatuh-bangun, dan tekad untuk terus bangkit. Azarine dimaknai sebagai pendukung dalam perjalanan tersebut—membantu merawat diri dan menjaga kepercayaan diri. Pesan yang disampaikan jelas: dengan usaha, dukungan, dan keyakinan pada diri sendiri, setiap mimpi punya peluang untuk bersinar layaknya bintang
Baca Juga: Deretan Tim Dance yang Punya Cara Unik Memaknai “Shine Like a Star”
2. SMAN 6 Samarinda – Hearts2Wave

SMAN 6 Samarinda memilih pendekatan reflektif lewat konsep Superstar: Shine From Within. Bagi mereka, menjadi bintang bukan soal tampil paling mencolok, melainkan tentang cahaya yang lahir dari dalam diri.
Koreografi menekankan kepercayaan diri, kerja keras, dan kebersamaan sebagai sumber utama kilau di atas panggung. Setiap penari hadir bukan sebagai individu yang berdiri sendiri, tetapi bagian dari satu kesatuan yang saling menguatkan. Pesannya sederhana namun kuat: cahaya sejati muncul ketika seseorang percaya pada proses dan berjalan bersama timnya.
Baca Juga: Dari Mimpi sampai Kekuatan Rahasia, Panggung DBL Dance Hari Ini Penuh Cerita!
3. SMA Kartika V-1 Balikpapan - Orbital Glitch

SMA Kartika V-1 Balikpapan mengangkat isu sosial yang dekat dengan kehidupan remaja. Mereka bercerita tentang sekelompok perempuan yang kerap dipandang sebelah mata hanya karena kebiasaan nongkrong di kafe. Tatapan sinis, omongan, dan penilaian orang lain menjadi konflik utama dalam tarian ini.
Seiring koreografi berjalan, gerakan berubah dari ragu dan tertekan menjadi tegas dan penuh percaya diri. Transformasi tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap label negatif. Lewat tarian ini, mereka menegaskan satu hal: pilihan hidup seseorang tidak layak dihakimi, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri adalah bentuk lain dari Shine Like a Star.
DBL Samarinda akan berlangsung pada 6-14 Februari di GOR Segiri, Samarinda. Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga akan hadir di 31 kota dari 22 provinsi di Indonesia. Dari setiap kota penyelenggara, para student athlete terbaik akan diseleksi melalui DBL Camp untuk meraih kesempatan bergabung ke jajaran DBL Indonesia All-Star.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. (*)
(*)