Periode voting DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 resmi dimulai! 

Sebanyak 2.915 student athlete kini bersaing ketat demi mengamankan lima posisi teratas. Sebab, lima partisipan putra dan lima partisipan putri dengan suara terbanyak nantinya berhak untuk mengantongi tiket menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026.

Dari ribuan nama tersebut, sebanyak 28 di antaranya berasal dari luar wilayah penyelenggaraan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026.

Termasuk, Harfelim Gio Pande Sinaga, salah satu pemain tim putra SMA Santo Yosef Kota Pangkalpinang. Berdasarkan update per 2 Maret 2026, pukul 21.00 WIB, nama Gio berada di urutan keenam dengan total 730 votes.

Kalau kebanyakan partisipan lain mengetahui program ini melalui media sosial, cerita berbeda dirasakan cowok yang akrab disapa Gio itu. Justru, sang ayah berperan besar dalam memperkenalkannya pada DBL Play Road to DBL Camp dan mendorongnya untuk ikut ambil bagian.

Baca Juga: Cara Vote DBL Play Road to DBL Camp 2026, Jangan Lupa Dukung Jagoanmu!

“Papa sangat support aku dalam basket supaya bisa lebih maju di dalam dunia basket profesional. Aku juga mau bisa bersaing langsung karena di tidak ada DBL di Bangka Belitung,” ujar Gio. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan basket sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak masih duduk di bangku SMP.

Sejatinya, tak pernah terbesit di benak Gio kalau dirinya akan menaruh kecintaan yang begitu dalam terhadap olahraga ini. Sebab, ia ternyata sempat menyimpan minat pada olahraga kulit bundar. 

“Sebenarnya, aku awalnya pengin serius di sepak bola. Tapi, enggak ada lapangan sepak bola di SMP. Nah karena dulu ramai banget yang main basket, akhirnya saya coba-coba,” cerita Gio.

”Pas kelas sembilan SMP, saya baru masuk klub. Dari situ, saya enggak pernah lewatin latihan sampai dikasih kepercayaan ikut tanding sampai ke nasional,” sambungnya. 

Siapa sangka, kegigihannya di lapangan pun membawa nama Gio tercatat dalam jajaran roster tim basket Bangka Belitung saat POPNAS (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) 2025 di Jakarta. 

Sebelum memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam DBL Play Road to DBL Camp 2026, Gio tak luput dari perasaan ragu. Mengingat, dirinya juga akan bersaing dengan ribuan student athlete lainnya. 

“Bingung sih caranya supaya orang-orang mau bantu vote, tapi saya coba beraniin mulai dulu. Rencana sih mau nyamperin teman-teman dan minta mereka buat bantu vote. Lalu, saya juga membuat video dan saya unggah di semua media sosial,” tuturnya.

Baca Juga: Satu Kesempatan Terakhir Kobe Russell Menuju DBL Camp

Pemain kelahiran 2010 itu pun menaruh apresiasi besar terhadap DBL Play Road to DBL Camp 2026. Baginya, program ini membuka jalan bagi para student athlete dari daerah asalnya yang selama ini belum banyak mendapat sorotan.

“Saya mau berusaha supaya saya bisa tembus ke lima besar. Jadi, semoga ini bisa jadi jalan saya untuk semakin maju di dunia basket profesional,” tutupnya.

Gio menjadi salah satu dari ribuan student athlete yang menggantungkan mimpi di DBL Play Road to DBL Camp 2026. 

Kalian bisa bantu Gio mewujudkan impiannya dengan memberikan vote melalui aplikasi DBL Play. Periode vote DBL Play Road to DBL Camp 2026 sudah dibuka mulai Senin, 2 Maret 2026 dan ditutup Senin, 9 Maret 2026.

DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.

Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.

Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.

Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL
11 Varian Rasa Kopi Good Day, Kopi Anak Muda yang Wajib Banget Kamu Coba
Pembukaan DBL Academy Jakarta di Asya Hadirkan Open House dan Free Trial Class
Mengenal Pola Pertahanan dalam Permainan Basket dan Teknik Melakukannya
Putri Recis Bajawa Raih Gelar Juara DBL Kupang 2025-2026!