“Bohong kalau aku enggak nge-down. Banyak kesempatan yang aku lewatin karena aku harus recovery.”

Pengakuan itu datang dari Praisey Blessed, pemain tim putri SMA BPK Penabur Cirebon. Eci, begitu ia disapa, baru saja melewati masa sulit setelah menderita cedera ACL. 

Tak bisa dipungkiri, cedera memang menjadi mimpi buruk bagi para student athlete. Kondisi ini tak jarang memaksa mereka menepi dari lapangan dan melewatkan berbagai turnamen penting. 

Begitu pula dengan Eci. Berat rasanya saat ia harus merelakan mimpi untuk kembali merasakan atmosfer Kopi Good Day DBL Camp 2025.

”Kejadian awalnya itu di 14 April 2025, berarti dua minggu sebelum DBL Camp dan juga seminggu sebelum turnamen SMA. Di situ, posisinya lagi game biasa buat aplikasiiin pattern. Pas lagi drive, langkahnya ditutup dan jatuh ke samping,” cerita Eci. 

Baca Juga: Muhammad Bintang Kuasai Puncak Klasemen DBL Play Road to DBL Camp 2026!

Seketika, rasa nyeri luar biasa langsung menyerang. Lutut yang sebelumnya masih bisa digunakan untuk berlatih, mendadak membengkak hingga membuat sosok berperawakan 169 sentimeter itu sulit bergerak. 

“Pikiran sudah ke mana-mana karena pas banget di bulan itu baru mau debut lagi setelah off season,” ujar Eci. 

Hanya berselang empat bulan, Eci ternyata sempat mengikuti rangkaian seleksi 9th Asian School Basketball Championship (2025) ASBC yang digelar pada Agustus silam. 

Sayangnya, kondisi yang belum sepenuhnya pulih lagi-lagi memaksanya untuk menunda keinginan bergabung bersama skuad Timnas dalam ajang tersebut.

“Aku butuh sembilan bulan recovery dari pertama jatuh sampai sembuh total. Selama itu, aku enggak cuma nguatin kaki, tapi juga upper body dan jaga makan biar enggak keteteran. Setelah beberapa bulan, juga luangin waktu habis penguatan buat shooting,” terangnya.

Sembilan bulan yang tentu tidak mudah bagi Eci. Bukan hanya merasa lelah selama proses penyembuhan, ia juga harus berjuang untuk mengusir ketakutannya sendiri. 

Belum lagi, banyak orang di sekitarnya yang sudah menantikan dirinya untuk kembali beraksi di lapangan. 

“Di situ, aku belajar buat sabar sih, apalagi di tengah orang yang banyak nanyain kapan balik lagi. Jujur, kadang kesel, cuma balik lagi kalau aku selalu berusaha bangun energi positif biar aku bisa ngejalanin semuanya dengan lancar” tutur Eci. 

“Papa dan mama aku selalu yakinin karena pasti Tuhan sudah nyiapin hal yang jauh lebih baik dari yang aku pikir,” sambungnya. 

Baca Juga: James Lauw, Peserta Non-DBL yang Konsisten Menduduki Posisi Lima Besar

Kini, program DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 menjadi saksi bisu atas bangkitnya seorang Eci. 

Di tahun terakhirnya ini, gadis kelahiran 2008 tersebut tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersaing di kamp basket pelajar terbesar se-Indonesia. Ambisi ini semakin membara, mengingat namanya pernah terukir dalam barisan DBL All-Star 2024. 

“Ragu, iya. Takut, juga iya. Tapi, aku benar-benar pengin bikin memori di DBL yang bisa aku kenang nanti. Itu yang memotivasi aku akhirnya berani ikut DBL Play Road to DBL Camp. Keluarga dan teman-teman juga support aku. Bikin aku yakin kalau aku layak buat coba lagi,” ucap Eci. 

Sedari awal masa voting dibuka, Eci sendiri tak pernah tergeser dari jajaran tiga besar peraih vote terbanyak. Berdasarkan update per 5 Maret 2026, pukul 11.15 WIB, namanya ada di urutan kedua dengan perolehan 1.975 suara. 

“Enggak nyangka juga ternyata banyak yang mau aku ikut DBL Camp lagi. Karena, aku hanya share ke teman dan orang terdekat saja sejauh ini,” sambungnya. 

Apabila berhasil melangkah ke DBL Camp 2026, Eci akan menyusul sang adik, Miracle Christiano dari Raffles School Jakarta, yang telah masuk dalam jajaran Kopi Good Day Second Team 2025 Jakarta. 

Karena itulah, Eci pun tengah berusaha membangun ulang kepingan mimpinya yang sempat terhenti.

“Kalau aku bisa ikut DBL Camp lagi untuk last year, I would be so excited pastinya. Aku siap dan yakin buat ambil posisi aku sebagai DBL All-Star lagi,” tegasnya. 

Kalian juga bisa menjadi bagian dari perjalanan Eci dengan memberikan vote melalui aplikasi DBL Play!

Periode voting DBL Play Road to DBL Camp 2026 sudah dibuka mulai 2 sampai 9 Maret 2026

Sebagai Informasi, DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2025 menjadi salah satu rangkaian dari Kompetisi DBL yang merupakan event olahraga anak muda terbesar di Indonesia. Di dalamnya ada kompetisi basket, dance, suporter, dan berbagai kreativitas anak muda lainnya.

Kompetisi basketnya sendiri punya nama lengkap Honda DBL with Kopi Good Day, digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition dan Azarine DBL Dance Competition, yang kini menjadi kompetisi dance terbesar di Indonesia. Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day.

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Populer

Update Klasemen DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, 4 Maret 2026
DBL Camp Pertama dan Terakhir, Renata Richelle Bidik Kursi DBL All-Star
Dari Berbagi Sepatu dengan Sang Kakak, Mangtri Kini Berebut Kursi DBL Camp
Hasil AZA 3X3 Competition 2025-2026 North Sumatra, Kamis, 12 Februari 2026
33 Poin Abyan Fachri Jadi Modal Smansix Tantang Juara Musim Lalu