ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Sanny Wijaya, ayahanda Princess Chevy (kanan) saat mendampingi sang buah hati menjalani sesi measurement di DBL Academy Jakarta

Bagi sebagian orang, jarak 189 kilometer yang ditempuh dari Kotamobagu menuju Manado mungkin hanya perjalanan biasa. 

Namun bagi Reymond Sanny Wijoyo, jarak itu merupakan rutinitas yang ia tempuh dengan penuh harapan. Pak Sanny -sapaan akrabnya- adalah ayah dari Princess Chevy Wong, pemain Manado Independent School.

Dulu, setiap akhir pekan, selama bertahun-tahun, Pak Sanny rela menghabiskan waktu 4 hingga 5 jam di jalanan darat demi memastikan putri-putrinya mendapatkan porsi latihan basket yang layak. 

Kisah ini bukan hanya tentang satu orang, melainkan soal "The Sisters". Pak Sanny memiliki lima anak perempuan, dan semuanya ia arahkan untuk mencintai basket.

Perjuangan paling berat dirasakan saat mereka masih berdomisili di Kotamobagu, sementara pusat perkembangan basket di Sulawesi Utara berada di Manado. 

“Untuk mengikuti latihan atau seleksi, kami harus lewat jalur darat selama 4 jam 30 menit. Memang usaha, niat, dan pengorbanan ini pada akhirnya terbayar dengan latihan serius tanpa melihat jarak dan waktu,” kenang Pak Sanny.

Bukan hanya Chevy, sang kakak, Moonclaire Wijoyo, juga turut merasakan kerasnya aspal jalanan Kotamobagu menuju Manado. 

Keterbatasan fasilitas pebasket putri di kota kelahirannya mereka tidak lantas membuat Pak Sanny menyerah. 

Baca Juga: Princess Chevy: Upaya Bertahan di Batas Aman hingga Kantongi Tiket DBL Camp

Ia bahkan tak ragu mengetuk pintu dari satu klub ke klub lainnya di Manado agar putri-putrinya diberi kesempatan untuk ikut bergabung dalam sesi latihan.

Dukungan Pak Sanny memang begitu luar biasa. Ia tidak hanya menjadi penyokong utama, tapi juga ikut terjun langsung dengan mengambil lisensi kepelatihan resmi agar bisa membimbing langsung sang buah hati dengan teknik yang tepat. 

Dedikasinya di panggung DBL North Sulawesi pun total, mulai dari menjadi medis tim hingga parents companion.

Impian besar Pak Sanny benar-benar terwujud di musim 2025. Duet "The Sisters", Moonclaire dan Chevy Wong, sukses membawa MIS naik ke podium juara DBL North Sulawesi 2025. 

DBL Camp - Princess Chevy - Manado Independent School
Manado Independent School saat meresmikan diri sebagai kampiun DBL North Sulawesi 2025

Penebusan janji Pak Sanny semakin lengkap saat Chevy berhasil mengamankan tiket menuju Kopi Good Day DBL Camp 2026.

Kini, perjalanan ribuan kilometer itu berlanjut hingga ke ibu kota. Pak Sanny tidak membiarkan Chevy berjuang sendirian di Jakarta. 

Ia datang langsung mengawal putri kesayangan menjalani DBL Camp perdana, lengkap didampingi sang istri dan Moonclaire.

Kehadiran mereka di Jakarta bukan sekadar untuk menyemangati Chevy di lapangan. Pak Sanny juga menemani Moonclaire mempersiapkan masa depan akademisnya. 

Baca Juga: Nakhoda Berpengalaman! Mengintip Barisan Pelatih DBL Academy di DBL Camp 2026

Yap, sang kakak, Moonclaire, berencana melanjutkan studi di Program Studi Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta. 

DBL Camp - Princess Chevy - Manado Independent School
Princess Chevy (kedua dari kanan) didampingi keluarga saat menjalani sesi measurement di DBL Academy Jakarta

Di sela-sela jadwal kamp Chevy, mereka pun sibuk mencari tempat penginapan yang akan menjadi rumah baru bagi Moonclaire selama kuliah nanti.

Demi menjaga api semangat anak-anaknya, Pak Sanny bahkan telah menyulap tanah kosong di belakang rumah menjadi lapangan basket privat. 

Ia juga berencana membuka lapangan tersebut untuk pembinaan basket muda di Kotamobagu secara gratis agar anak-anak di daerahnya tidak perlu lagi merasakan kesulitan yang dulu ia alami.

Lapangan Princess Chevy di Kotamobagu
Potret lapangan yang dibangun Sanny Wijaya untuk sang buah hati

Kini, Chevy tengah bersiap melangkah di lantai DBL Camp. Bekal yang ia bawa bukan lagi sekadar kemampuan individu, melainkan banyaknya pengorbanan yang sudah dilalui, hingga cinta satu keluarga yang berhasil membawanya sampai sejauh ini. 

Bagi Pak Sanny, melihat Chevy di DBL Camp adalah cara terbaik untuk mengatakan bahwa semua lelah di jalanan Manado-Kotamobagu telah terbayar lunas.

Kopi Good Day DBL Camp 2026 akan diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini akan menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih akan menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga akan dibina secara langsung oleh para pelatih berpengalaman dari DBL Academy juga World Basketball Academy.

Tidak hanya itu, publik juga bisa menikmati sajian musik, games, hingga pertandingan eksibisi secara gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang akan berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Puncaknya, para campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY