Matthew Ivander Setiawan membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi bisa mengantar ke panggung yang lebih tinggi. Matthew menjadi salah satu dari 24 pemain DBL Indonesia All-Star 2026. Ini menjadi pencapaian bergengsi bagi student athlete di Indonesia.
“Aku bangga banget bisa mencapai titik ini. Terima kasih buat Tuhan, keluarga dan teman-teman yang terus mendukung dan mendoakan. Ini hasil dari kerja keras, persiapan, dan nggak kenal kata menyerah,” kata pemain dari SMA Raffles Christian School Jakarta itu.
Matthew merupakan salah satu dari 270 peserta Kopi Good Day DBL Camp 2026. Tapi ia tidak datang melalui jalur first dan second team. Matthew melalui Road to DBL Camp yang berlangsung pada 30 Januari sampai 1 Februari lalu.
Dalam program yang digelar di Ancol Hoops Basketball Court, Jakarta Pusat itu, Matthew terpilih bersama 11 student athlete lainnya. Program Road to DBL Camp merupakan jalur seleksi tambahan bagi yang tidak masuk first dan second team maupun yang sekolahnya tidak mengikuti kompetisi DBL.
Baca juga: Bukan First & Second Team, Tapi Para Pemain Ini Berhasil Menembus Top 24 (1)
Tidak bisa dipungkiri, Matthew awalnya merasa tidak percaya diri bersaing di DBL Camp 2026. Ia bersaing dengan pemain-pemain terbaik kompetisi DBL dari berbagai daerah. Tapi Matthew berusaha meyakinkan diri dan bersikap positif.
“Jujur, awal-awal merasa minder soalnya banyak banget pesaing dan bahkan ada yang pernah main di timnas. Ada yang sudah terpilih All-Star juga. Tapi seiring berjalannya waktu dan bekal pengetahuan, aku bisa memberi yang terbaik selama penyisihan,” tutur Matthew.
Matthew melangkah ke DBL Camp 2026 yang menjadi partisipasi pertamanya. Ia langsung membuktikan diri. Dalam tes fisik di hari pertama kamp, Matthew mencatat skor yo-yo test paling tinggi dengan mencapai total jarak 2120 meter dengan level 19.
Baca juga: Matthew Ivander Setiawan Dapat Nilai Terbaik di Yo-Yo Test
“Ada persiapan buat test ini. Aku cuma jogging-jogging sebentar buat menjaga stamina. Tapi nggak nyangka banget mendapat skor paling tinggi di tes itu,” ungkap Matthew.
Hasil tes itu menjadi awal yang bagus bagi Matthew di DBL Camp 2026. Ia menembus Top 24 setelah melalui persaingan sengit dengan campers yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Puncaknya Matthew masuk skuad DBL Indonesia All-Star 2026.
Pencapaian Matthew tersebut melebihi kakaknya, Yosea Yedija Setiawan dari SMA Jubilee Jakarta. Yosea menembus Top 24 di DBL Camp 2024 dan 2025 tapi tidak terpilih ke skuad All-Star. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi Matthew.
“Kakak dua kali ikut DBL Camp tapi tidak pernah masuk All-Star. Gara-gara itu makanya aku berpikir, kakak nggak bisa, makanya aku harus lanjutin. Aku harus kerja keras demi kakakku,” ungkapnya.
Matthew bersiap untuk melanjutkan program di DBL Indonesia All-Star 2026. Sebanyak 24 pemain dan empat pelatih akan berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti latihan dan berkompetisi. (rag)
Baca juga: Debut Manis! 12 Pemain Langsung Rebut Gelar DBL All-Star di Musim Perdananya