Kopi Good Day DBL Camp 2026 mengganti metode untuk mengukur ketahanan (endurance) peserta. Yo-Yo IR (Intermittent Recovery) Test atau Yo-Yo Test menggantikan beep test yang sebelumnya menjadi metode pengukuran daya tahan jantung dan paru-paru.
Dalam edisi pertama Yo-Yo Test di DBL Camp tersebut, Matthew Ivander Setiawan mendapatkan skor terbaik dari 135 student athlete putra. Campers dari SMA Raffles Christian School Jakarta itu mencapai level 19 shuttle 4.
“Ini pertama kali saya menjalani Yo-Yo Test. Nggak pernah latihan tes ini sebelumnya, Nggak menyangka juga sih,” kata Matthew setelah menjalani sesi tes fisik pada Selasa (28/4) di DBL Academy Jakarta East itu.
Baca juga: Tinggalkan Beep Test, DBL Camp 2026 Terapkan Yo-Yo Test yang Lebih Relevan
Beep test menjadi tes kebugaran dengan cara lari bolak-balik dalam lintasan 20 meter secara progresif. Campers berlari mengikuti bunyi “beep” yang semakin cepat. Tes ini selalu menjadi momok bagi para campers.

Pada dasarnya Yo-Yo Test juga nyaris serupa. Campers berlari bolak-balik 20 meter. Tetapi ada jeda interval dalam metode ini. Tidak berlari terus dengan kecepatan yang meningkat. Skema ini mirip dengan dinamika pertandingan basket.
Yo-Yo Test dinilai lebih relevan untuk pemain basket. Dalam pertandingan basket, pemain tidak selalu berlari selama 40 menit. Ada momen transisi antara offense dan defense. Ada jeda untuk bernafas.
Hal itu diakui oleh Matthew. “Tes ini lebih relate banget sih daripada beep test. Kalau di basket kan ada intervalnya. Ada saat berhentinya. Ada naik, ada pelan. Kalau di beep test terus-menerus (lari),” ucap Matthew.
Baca juga: Dapat Bimbingan dari Sang Kakak, Matthew Ingin Buktikan Diri di Road to DBL Camp
Hasil Yo-Yo Test ini menjadi catatan tersendiri bagi Matthew. Ia merupakan salah satu dari campers yang lolos melalui ajang Road to DBL Camp 2026 yang berlangsung di pada 30 Januari-1 Februari 2026 di Ancol Hoops Basketball Court.
“Tes ini menurut saya penting banget. Jadi melatih buat mengambil keputusan saat capek harus ngapain. Saya juga merasa tertantang dengan tes ini. Pas tahu ada angka berapa, saya mengejar terus. Jadi bisa semengat,” imbuhnya.
Rangkaian seleksi berlajut ke hari kedua pada Rabu (29/4). Ada drill dua lawan dua, spacing, dan pengambilan keputusan. Serta tiga lawan tiga yang fokus pada komunikasi, rotasi, dan eksekusi strategi sederhana.
Pada hari yang sama juga diumumkan Top 50. Lebih dari separuh campers dieliminasi. Nantinya terpilih 12 pemain yang masuk skuad DBL All-Star 2026 pada 3 Mei 2026 di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka. (rag)
Baca juga: DBL Camp 2026 Resmi Bergulir, Jadi Laboratorium Sports Science Usia Dini