SMA Hang Tuah 1 Jakarta mengawali kiprahnya di DBL 3X3 Competition dengan kemenangan. Bertanding dalam rangkaian Road to AQUA X DBL Indonesia di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta Selatan, Sabtu, 13 Juni 2026, SMA Hang Tuah 1 Jakarta mengalahkan SMA Cendrawasih 1 Jakarta dengan skor 5-2.
Meski berhasil meraih hasil positif, pertandingan tersebut menjadi pengalaman baru bagi sejumlah pemain SMA Hang Tuah 1 Jakarta yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi basket 3X3. Salah satunya adalah Bryan Messias Haganta Ginting yang mengaku masih beradaptasi dengan karakter permainan yang berbeda dibanding basket 5on5.
"Jujur ini pertama kalinya saya bertanding di 3X3. Seru banget, tapi bikin aku agak kagok juga ketika di lapangan," ujarnya usai pertandingan.
Format basket 3X3 dikenal memiliki tempo permainan yang lebih cepat dengan ruang bermain yang lebih terbuka. Kondisi tersebut membuat pemain harus mampu membaca situasi dan mengambil keputusan dalam waktu singkat, baik saat melakukan serangan maupun bertahan.
Baca: Dukung Performa Generasi Muda, AQUA Jadi Hydration Partner Resmi DBL Indonesia
Menurut Bryan, kecepatan permainan menjadi tantangan utama yang dihadapi timnya sepanjang pertandingan. Ia menilai kualitas pertahanan menjadi faktor penting untuk meredam lawan yang memiliki mobilitas tinggi.
"Lawanku cepat-cepat banget. Defense setiap tim itu penting banget untuk menghadapi lawan seperti itu," katanya.
Meski masih beradaptasi dengan format permainan, SMA Hang Tuah 1 Jakarta mampu menjaga organisasi permainan dengan baik. Bryan mengatakan salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika tim berhasil menjalankan pola permainan yang telah disiapkan sebelumnya. Melalui pergerakan tanpa bola dan distribusi umpan yang efektif, timnya mampu menciptakan peluang dan mengonversinya menjadi poin.
"Yang paling berkesan itu saat mengatur pola permainan. Passing satu sama lain untuk mencetak poin," ungkapnya.
Selain menuntut kemampuan teknis dan fisik, basket 3X3 juga menguji kecermatan pemain dalam menyusun strategi. Berbeda dengan pertandingan basket konvensional yang berlangsung dalam empat kuarter, pertandingan 3X3 memiliki durasi yang lebih singkat sehingga setiap keputusan dapat memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Baca Juga: Pertama Kali Rasakan Atmosfer DBL, SMPN 75 Jakarta Menang di DBL 3X3!
Bryan menilai pengaturan rotasi pemain menjadi salah satu aspek yang paling menantang dalam format tersebut. Dengan waktu bermain yang terbatas, pergantian pemain harus dilakukan secara tepat agar tim tetap mampu menjaga intensitas permainan hingga akhir laga.
"3X3 itu cuma satu kuarter. Pertukaran pemainnya tricky banget, jadi harus pintar mengatur strategi," jelasnya.
Kemenangan 5-2 atas SMA Cendrawasih 1 Jakarta menjadi modal positif bagi SMA Hang Tuah 1 Jakarta untuk melanjutkan perjalanan mereka di Road to AQUA X DBL Indonesia. Selain memberikan hasil yang diharapkan, pertandingan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi para pemain untuk beradaptasi dengan format 3X3 yang menuntut kecepatan berpikir, disiplin bertahan, serta kerja sama tim yang solid sepanjang pertandingan. (AIS)