ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Suasana beep test saat DBL Camp musim lalu di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan

Sejak awal digelar pada 2008, bahkan saat namanya masih Indonesia Development Camp, beep test sudah menjadi tantangan ikonik sekaligus momok bagi para camper.

Tes lari bolak-balik ini menjadi standar utama untuk mengukur kapasitas VO2 Max dan daya tahan jantung serta paru-paru para atlet. 

Namun, pada gelaran Kopi Good Day DBL Camp 2026, sebuah terobosan besar dilakukan dengan menggantinya menjadi Yo-Yo IR (Intermittent Recovery) Test atau Yo-Yo Test.

Sekilas, Yo-Yo Test memiliki pola yang mirip dengan beep test, lari bolak-balik 20 meter mengikuti tempo audio atau beat

Namun, terdapat perbedaan mendasar yang membuatnya jauh lebih relevan untuk cabang olahraga bola basket.

Baca Juga: Beep Test: Pengertian dan Manfaat untuk Kebugaran

Head Coach DBL Academy, Ibnu Zakaria Dwinanda, menjelaskan bahwa Yo-Yo Test memiliki elemen active recovery yang sangat dibutuhkan dalam simulasi pertandingan basket.

"Yo-Yo Test itu lebih relevan karena ada masa recovery di dalam tesnya. Kalau beep test area tesnya hanya 20 meter lari terus-menerus, Yo-Yo Test itu 20 meter lari plus 5 meter active recovery,” ungkap Coach Nanda, sapaan akrabnya.

“Jadi setelah lari, pemain ada waktu jalan bolak-balik sepanjang lima meter ke garis start sebelum mulai lagi," imbuhnya.

Menurut Coach Nanda, skema ini sangat mirip dengan dinamika di lapangan basket. Di mana pemain tidak berlari konstan selama 40 menit, melainkan ada momen transisi antara offense menuju defense, dan ada waktu singkat untuk bernapas.

Baca Juga: Pasca Cedera ACL, Riovaldo Renjiro Dipastikan Kembali Berjuang di DBL Camp

Tidak hanya metodenya yang baru, DBL Camp musim ini juga menggunakan teknologi tinggi dengan mewajibkan setiap peserta menggunakan Heart Rate Monitor

Alat ini akan memantau detak jantung setiap camper secara real time yang ditampilkan melalui layar monitor khusus.

Dengan bantuan data detak jantung, tim pelatih bisa melihat secara objektif apakah seorang pemain memang sudah mencapai batas maksimalnya.

"Kita pasang heart rate monitor supaya tahu kapasitas daya tahan yang sebenarnya. Ada indikator zona, kalau sudah merah, berarti sudah di zona peak," tambahnya.

DBL Camp - Beep Test

Meski menjadi tantangan baru yang lebih kompleks, Yo-Yo Test diharapkan mampu memberikan data yang lebih akurat bagi tim pelatih untuk menyaring siapa yang siap secara fisik untuk memperebutkan titel Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. 

Kopi Good Day DBL Camp 2026 akan diselenggarakan pada 27 April hingga 3 Mei 2026. Berbeda dari sebelumnya, DBL Camp musim ini akan menyapa tiga venue sekaligus, yakni DBL Academy Jakarta East (27 April-2 Mei 2026) dan GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan & Grand Atrium Mall Kota Kasablanka (1-3 Mei 2026).

Ratusan campers terpilih akan menjadi orang pertama yang menjajal lapangan baru di DBL Academy Jakarta East. Lapangan berstandar internasional ini berlokasi di Genova Asya Commercial GC03-GC07, di Jalan Lake Garden Boulevard Jakarta Garden City, Cakung, Jakarta Timur. 

Di sana, mereka juga akan dibina secara langsung oleh para pelatih berpengalaman dari DBL Academy juga World Basketball Academy.

Tidak hanya itu, publik juga bisa menikmati sajian musik, games, hingga pertandingan eksibisi secara gratis di Kopi Good Day DBL Festival 2026 yang akan berlangsung di Grand Atrium Kota Kasablanka pada 30 April hingga 3 Mei 2026.

Puncaknya, para campers terbaik akan menyandang gelar Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026. Mereka akan terbang ke luar negeri untuk menimba ilmu basket hingga berkompetisi di turnamen level pelajar bergengsi. (*)

Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY