ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tak ada yang lebih tabah dari perjalanan Richelle Evelyn Widjaja, penggawa Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 asal SMA St. Louis 1 Surabaya selama gelaran Kopi Good Day DBL Camp.

Richelle berangkat ke DBL Camp dengan status sebagai Kopi Good Day First Team 2025 East Java. Ia merupakan pemain kunci di balik kembalinya piala DBL Surabaya dan DBL East Java ke Sinlui. Selama 8 gim, Richelle mengantongi rata-rata 12,5 poin per gim. Doi juga mengoleksi 49 rebound dan 20 steal sepanjang musim ini.

Ya, Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 menjadi pengalaman pertamanya bermain basket di level SMA. Sejatinya, Richelle bisa memulai perjalanan melantai di DBL tahun lalu. Sayang, cedera lutut mengharuskannya menepi dengan durasi cukup lama. Membuatnya harus bersabar dan menunda debutnya di ajang DBL.

“Waktu masa pemulihan itu bosen banget harus penguatan tiap hari. Masa-masa paling berat sih itu (selama cedera dan proses pemulihan,” katanya. 

Baca juga: Peran Penting Sang Ibunda di Balik Rasa Sakit Richelle Saat Cedera ACL

Rasa bosan wajar mendatangi hari-hari Richelle selama masa pemulihan. Saat semua teman-temannya sudah mulai melantai, bertanding, dan bahkan mengangkat piala. Ia beradu dengan diri sendiri, melawan rasa malas dan bosan yang terus hinggap dalam dirinya.

“Sejak waktu DBL Surabaya sampai DBL Camp kemarin aku ngerasa sudah fine lututnya. Kalau takut kambuh lagi itu juga nggak,” katanya.

Apa yang dikatakan Richelle terbukti saat ia melantai di lapangan. Richelle datang menawarkan sesuatu yang baru di skuad Sinlui. Ia bisa menusuk ke dalam, punya akurasi tembakan yang terbilang tajam (38,5 persen), dan jurus-jurus mematikan lainnya.

Pun demikian di DBL Camp, tak ada mimik wajah gugup atau gelisah selama melahap beragam materi latihan. Ia menikmati setiap momen di DBL Camp tanpa ada rasa takut kalau suatu waktu cedera lututnya kambuh lagi.

https://www.dbl.id/uploads/post/2026/05/13/Ujian Datang Bertubi-tubi, Richelle Evelyn Terus Membuktikan Diri.jpg

Kala momen-momen tenang tersebut, perjalanan Richelle ternyata tak mulus, tak sesuai yang ia bayangkan. “Aku ngerasa ada aja cobaan yang datang, Kak. Di DBL Camp kemarin aku tiba-tiba ngedrop. Sempat mimisan terus badanku juga panas,” ungkapnya.

Ya, meski berhasil mengatasi trauma dan rasa takut, cobaan kembali datang pada dirinya. “Waktu itu sudah terpilih Top 24 (Top 24 Campers) dan sudah mulai latihan di GOR Soemantri, semisal aku kecapekan itu biasanya memang mimisan. Waktu mimisan itu aku ngerasa wajar. Tapi, ini kok sama demam juga ya,” ujarnya.

Baca juga: Bukan Sekadar Comeback, Praisey Blessed Bawa Adik dan Sepupu ke Amerika

Richelle lantas menambahkan, “Itu aku sudah pasrah banget. Kalau misal nggak kepilih karena badanku sudah nggak kuat (demam) ya sudah. Aku bilang ke mama sama papa, mereka juga kayak sudah pasrah,”

Kebetulan mama, papa, dan kakaknya datang menonton Richelle berjuang di DBL Camp. Ketika mendengar kabar sang anak sedang tidak baik-baik saja, mama Richelle cemas bukan main. 

Di tengah perasaan bingung dan takut kalau kondisi anaknya makin parah, sang mama bergerak cepat.

“Mama sempat tanya ke mamanya Celine (Faustina Jocelyn), ada bawa obat nggak, ternyata ada bawa obat penurun demam gitu. Terus mama juga minta ke aku buat segera istirahat sama banyak minum air putih juga,” ceritanya.

keesokan harinya, sang mama sudah membawa banyak jenis obat. Mulai dari penurun demam hingga vitamin.

“Karena mama langsung panik. Aku dibeliin obat-obat buanyak, segepok itu obatnya. Ada dibelikan oralit juga,” kenangnya. 

Sehari sebelum momen pengumuman, Richelle melahap menu latihan pagi dan scrimmage game dengan kondisi kurang maksimal. Kepalanya masih pusing, badannya juga belum sepenuhnya bugar.

“Sudah lumayan enak tapi masih pusing kepalaku, kayak tiap kena hentakan itu pusing banget. Cuman, aku bilang ke mama, aku nggak mau sia-siakan kesempatan ini kalau hasilnya nggak memuaskan. Aku mau push,” terangnya.

Apa yang disampaikan Richelle kepada mama, papa, dan kakaknya sedikit membuat tenang hati mereka. Situasi cemas pun perlahan memudar. Mereka kembali berpegang teguh pada pengharapan, bahwa anak perempuannya bisa terpilih di skuad DBL All-Star.

Momen-momen itu menegaskan satu hal, tak ada yang lebih tabah dari perjuangan dan perjalanan Richelle di DBL Camp. Ia harus meyakinkan orang tua dan keluarganya bahwa dirinya sudah pulih plus harus menahan sisa rasa sakit yang masih ada.

“Sempat bilang sama diri sendiri, cobaan apalagi ya ini. Kok ada terus gitu lho. Tapi, aku bilang ke mama, aku sudah fine. Masih bisa dilanjutkan kok ini,” ujarnya.

Jalan Richelle untuk bisa masuk di skuad DBL All-Star tidak mudah. Cobaan tersebut tak membuat api semangatnya padam. Richelle berhasil menjaga lilinnya tetap menyala meski di tengah badai angin yang mendatanginya.

“Aku takut banget sama hasil kemarin. Takut kalau nggak sesuai sama ekspektasiku. Tapi, aku percaya ini juga bagian dari rencana Tuhan. Paling penting aku do the best aja,” imbuhnya.

Ujian datang bertubi-tubi, Richelle berhasil membuktikan diri. Dia melewati cobaan dengan senyum bahagia. Memamerkan jersei DBL All-Star kepada papa, mama, dan juga kakak tercintanya.

"Terima kasih sudah selalu dukung aku. Bela-belain buat datang langsung kan. Aku akan selalu usahakan yang terbaik buat mama, papa, sama koko. Pokoknya aku nggak mau ngecewain kalian, Minta doanya terus ya," tandasnya.(*)

Profil Richelle Evelyn Widjaja bisa kalian cek di bawah ini.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY